Pusaka Sejarah Rensing Bat Yang Melegenda

KM_Rensing Bat - Kehidupan masyarakat zaman dahulu tak bisa dilepaskan dengan keberadaan pusaka. Selain sebagai alat untuk senjata pertahanan diri, keberadaan pusaka akan juga dipercaya mampu meningkatkan pamor pemiliknya.

Pusaka keramat milik pendekar-pendekar zaman dulu tak asal dibuat begitu saja. Serangkaian ritual dan sesaji selalu dilakoni para pembuat senjata untuk menghasilkan pusaka berkualitas jawara. Bahkan beberapa pusaka diantaranya juga tercipta dari proses diluar nalar yang tak bisa dijangkau nalar manusia.

Pusaka-pusaka tersebut konon dipercaya memiliki kekuatan magic di dalamnya sehingga saat dipergunakan akan mampu mengalahkan lawan dalam sekejap. Sejumlah pusaka yang melegenda itu beberapa diantaranya masih terawat dengan baik, namun tak sedikit pula yang sudah menurun dirawat oleh para pewarisnya.

Di Desa Rensing Bat pada zaman dahulu, Seperti yang di ceritakan Hidir (55) pada media ini, Ahad, (21/10), Di Rensing Bat terdapat benda – benda pusaka berupa Jungkat, keris dan batu, barang-barang ini dulunya di miliki oleh seorang bangsawan yang tewas di medan perang pada masa kerajaan yang ada di Lombok berperang dengan kerajaan yang ada di Bali, entah tahun berapa itu saya tidak tau, cerita hidir.
 

Setelah perang berakhir, benda pusaka yang berbentuk jungkat adalah merupakan pusaka pertama yang kononnya berdiri setelah pemiliknya tewas dan di bawa oleh seseorang bersama keris-keris yang ada di sekitarnya untuk di bawa ke wilayah Rensing Bat dan memilih untuk meninggalkan pusaka tersebut selamanya di Rensing Bat.

Hidir di Setiap malam Jum’at selalu membakar kemenyan di dekat benda pusaka tersebut, Menurut kepercayaan masyarakat rensing bat, pembakaran kemenyan bertujuan agar pusaka peninggalan nenek moyang tersebut terjaga dengan baik dan tetap utuh dalam menjaga dan melindungi masyarakat desa rensing bat dari gangguan orang yang ingin berbuat jahat. Keberadaan senjata pusaka ini juga oleh orang tua merupakan barang langka dan perlu untuk di jaga kelestariannya sebagai salah satu aset yang di miliki masyarakat rensing bat yang mungkin tidak di miliki masyarakat luar, Ungkapnya.

Oleh masyarakat Rensing Bat, setiap tahun pada bulan Rabiul Awal tahun Hijriah, masyarakat selalu melakukan Ritual “Peririk Bubus” (Mengemas senjata pusaka agar tetap terawat dengan baik) dengan di barangi pembacaan Dzikir dan do’a oleh masyarakat sekitar pada malam Jum’at. Ritual ini sudah menjadi budaya turun temurun masyarakat Rensing Bat ketika masuk bulan Rabiul Awal.

Benda pusaka tersebut sudah sangat melegenda dan sudah terkenal mulai dari bali hingga ke pulau sumbawa. Oleh orang-orang yang tau akan kekuatan mistis pusaka tersebut sering datang untuk meminjam bahkan sampai ada yang menawarkan harga tinggi asalkan pusaka tersebut mau di jual, namun oleh masyarakat tidak akan menjual pusaka tersebut karena sangat berjasa dan berharga bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat rensing bat, pusaka tersebut sebagai penjaga dari gangguan orang-orang yang ingin berbuat jahat di wilayah desa Rensing Bat.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru