Dewi Anjani Memikat Jakarta


Suara tetabuhan menggema di Gelora Bung Karno (GBK) Jakara. Gendang Beleq atau gendang besar yang ditabuh enam (6 orang) bersama sejumlah perembak, reog serta seruling mengawali parade budaya Minggu malam (14/10/19).

Musik perkusi tradisional Suku Sasak Lombok yang memekakkan telinga mengiringi Parade Budaya Nusantara mengelilingi separo Kota Jakarta. Ada ribuan peserta dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota mengikuti gelaran dalam rangka Pekan Budaya Nasional 2019. Mereka tampil memesona dan atraktif dengan kreasi tradisi budaya setiap daerah.

Peserta Nusa Tenggara Barat tak kalah kreatif. Diiringi gemuruh Gendang Beleq, putra-putri Sasak Samawa Mbojo berbaur menyatu dalam besutan koreografer Suryadi Mulawarman bertajuk Dewi Anjani.

Dibalut busana pergelaran warna-warni masa kini mengirim pesan bahwa budaya terus bergerak mengimbangi kemajuan zaman t
anpa meninggalkan tradisi lokal yang penuh kesantunan. “Anak muda harus difasilitasi keinginan kreatifitas budayanya tanpa meninggalkan tradisi kita,” jelas Kabid Kebudayaan Dikbud NTB Fairuz Abadi.

Persiapan mengikuti parade budya ini telah dilakukan sejak bulan September 2019. Kepala Seksi Kesenian Dikbud NTB Lalu Suryadi Mulawarman menjelaskan bahwa setiap provinsi wajib menyerahkan konsep dan tajuk penampilannya sebulan sebelum pelaksanaan. “Kita sudah menyerahkan konsep pertunjukannya pada 19 September 2019,” jelasnya

Kostum yang digunakan disesuaikan dengan selera kekinian dengan kemasan warna khas daerah Nusa Tenggara Barat yang terang dan cerah. Bentuknya disesuikan dengan selera zaman. “Ciri khas warna daerah kita kan penuh dengan warna cerah,” tambah Suryadi  

Menapaki jalan dari GBK hingga berahir di Kantor Kemendikbud, peserta NTB berada pada posisi kedua setelah Provinsi Aceh. Apresiasi warga Jakarta terlihat sebelum star. Mereka mendokumentasikan diri dan keluarganya saat melihat Dewi Anjani dan Gendang Beleq. Ad
a yang berswafoto dan adapula yang meminta bantuan panitia untuk mengambil gambarnya bersama keluarga.

Demikan juga saat menelusuri jalan Jakarta. Sejak berjalan dari GBK menuju jalan utama hingga finish, warga Jakarta tak henti mengambil moment dengan menggunakan telpon cellular. Pengendara mobil dan sepeda motorpun tak hendak melupakan peristiwa budaya dengan menyimpannya dalam telpon genggam.

Beberapa wisatawan asing terlihat berjoget dan menari saat mendengar dentuman tetabuhan gendang beleq yang dipanggul sambil atraksi sepanjang + 5 km. Penatnya tubuh peserta terbayar saat Andra And The Backbon menghibur dengan menyanyikan lagu “Sempurna” yang masih ngehit ditelinga kaum muda. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru