Bidadari Dan Pelangi

Cerita tentang bidadari tersebar dimana mana. Dalam bahasa Bima dikenal dengan Ana Fari Pidu atau Tujuh Bidadari. Di Bima, kisah ini ada di gunung Temba Kolo, ada juga di Langgudu. Di Langgudu Ana Fari Pidu tidak berselendang tetapi memakai mukenah. Menurut saya kisah di Langgudu adalah islamisasi cerita rakyat dari pengaruh Hindu ke Islam.

Yang menarik lagi adalah kisah Telaga Ana Fari di dusun Pasir Putih desa Bajo Bajo Pulau. H.Zunaidin menceritakan bahwa pada masa lalu, setiap ada pelangi masyarakat meyakini pelangi adalah rombongan tujuh bidadari yang akan turun mandi di telaga atau sumur Bidadari yang berlokasi di Pantai Pasir Putih di sebelah selatan dusun tersebut. Tujuh warna pelangi itu menjadi simbol warna pakaian tujuh bidadari yaitu merah,kuning, hijau, jingga, Nila, ungu dan biru.

" namun setelah Sangaji Mbojo( Raja Bima) mengambil selendang yang sulung dan menikahinya, maka sejak saat itulah bidadari tidak lagi turun ke Bumi. " kisah H.Zunaidin pada malam diskusi budaya dalam rangka kegiatan kemah budaya dan literasi di dusun pasir putih desa Bajo Pulau sabtu(12/10/2019).

Kini telaga atau sumur bidadari masih dapat dilihat dan dikunjungi di pantai pasir putih Bajo Pulau. Lokasi berada di sebelah utara pemakaman umum desa setempat. Lokasinya di pimggir bukit berbatu karang di tepi pantai itu.

Keterangan Foto : Gua Telaga Bidadari di Bajo Pulau Sape  Bima 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru