Suguhan Wayang Sasak di Konferensi AFHI

Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah pertama Konferensi Asosiasi Filsafat Hukum Indonesia (AFHI) ke-7 yang digelar di luar Pulau Jawa. Konferensi Nasional bertema Menemukan Kebenaran Hukum di Era Post-Truth ini digelar di Fakultas Hukum Universitas Mataram, (25/6).

Dibuka dengan penampilan Kesenian Wayang Sasak,  para peserta yang merupakan para profesor dari berbagai Universitas di Indonesia terlihat takjub.

Dekan Fakultas Hukum, Dr. H. Hirsanuddin, SH., M.Hum, dalam sambutannya memperkenalkan Wayang Sasak sebagai salah satu kesenian asli Pulau Lombok. Konferensi dibuka Anthon F. Susanto dari Universitas Pasundan (Unpas) yang menjabat sebagai ketua AFHI.

"Menampilkan Wayang Sasak sebagai pembawa acara kita ini merupakan pilihan yang tepat. Kita tengah membicarakan filsafat hukum, dimana kita tidak mengkaji apa yang tampak, seperti saat kita menonton wayang," tutur Dekan yang dilantik Desember 2018 lalu tersebut. 

Diselenggarakannya acara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi NTB. Perhelatan ini digelar untuk yang pertama kalinya di luar Pulau Jawa dan mendapatkan antusiasme yang cukup besar dari peserta.

Sebanyak 45 abstract (penjelasan singkat) karya ilmiah didaftarkan tepat waktu untuk mengikuti konferensi ini. Disusul 3 abstract berikutnya yang ditolak karena masuk setelah pendaftaran ditutup. Dari ke-45 abstrak yang masuk kemudian di seleksi dan terpilih 30 paper untuk diikutkan dalam Konferensi.

Karena beberapa kendala, sebanyak kurang lebih 20 peserta yang kemudian mengikuti Konfrensi. Namun, beberapa peserta yang abstraknya dinyatakan tidak lolos tetap mengikuti acara dikarenakan antusiasme yang tinggi. 

Sementara itu Konferensi Nasional ini menghadirkan 16 narasumber yang merupakan guru besar dari berbagai Universitas di Indonesia. Tiga diantaranya merupakan guru besar Fakultas Hukum di Universitas Mataram. (novita-tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru