Sesiru Matak Pade Rau


KM. Sukamulia – Salah satu tradisi masyarakat Sasak dalam aspek pertanian adalah Sesiru Matak Pade Rau. Taradisi ini dilakukan oleh masyarakat Sasak , khusunya yang bermukim di Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba secara turun temurun dan sejak tahun 2017 tradisi ini dikemas sebagai salah satu Even Wisata Budaya Lombok Timur yang disebut dengan “Fetival Matak Pade Rau”. Tahun 2018 ini, Festival Matak Pade Rau dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2018 dengan kegiatan yang dipusatkan di Gawar Gong Desa Beririjarak.

Matak Pade Rau merupakan kegiatan puncak dari tradisi Sesiru yang diwarisi oleh masyarakat setempat dari nenek moyang mereka dan hal itu mereka jaga dan lestarikan hingga saat ini. Matak Pade Rau adalah kegiatan memetik atau memanen padi gogo dan beras merah yang ditanam oleh masyarakat setempat di lahan sawah tadah hujan. Matak Pade Rau dilaksanakan secara bergotong royong, artinya warga masyarakat memanen padi gogo secara bergotong royong secara estapet dari lahan milik petani yang satu ke lahan milik petani lainnya.


Perlu kiranya kami kemukakan mengenai arti atau makna dari istilah Sesiru. Dalam bahasa Indonesia Sesiru berarti gotong royong atau saling membantu. Dalam kehidupan masyarakat Sasak, khusunya yang bermukim di Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba, istilah Sesiru hanya digunakan dalam kegiatan pertanian. Dengan demikian Sesiru adalah tradisi bergotong royong dalam kegiatan pengolahan tanah pertanian hingga penen. Sehingga Sesiru Matak Pade Rau adalah kegiatan bergotong royong untuk memanen padi gogo yang ditanam di atas lahan sawah tadahujan.


Alat yang digunakan dalam kegiatan memanen Pade Rau disebut dengan nama Rengkapan. Alat ini terbuat dari bahan kayu sebagai tempat menempelnya mangan rengkapan, bambu sebagai gagang dan silet sebagai mata-nya. Menggunakan alat ini membutuhkan teknik tersendiri, cara memegangnya-pun tidak sembarangan. Saaat memanen padi (Matak), alat ini dipegang dengan jarimanis dan kelingking berada pada bagian bawah mangan (mata) Rengkapan dengan fungsi sebagai penggerak mata rengkapan saat memotong dahan padi, sedangkan jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari berada di bagian atas mangan rengkapan dan berpungsi untuk memegang dahan padi yang terpotong oleh mangan rengkapan.