Gasing Permainan Favorit Masa Kecil

Sudah lama tidak merasakan gembiranya main gasing - salah satu permainan tradisional khas Sasak. Permainan masa kecil ini kembali saya rasakan bersama anak-anak di Dusun Tanak Bisa, Desa Senaru, Kecamatan Bayan disela-sela melakukan kegiatan Psikososial Terstruktur dikampungnya.

Saat-saat yang paling menyenangkan ketika bermain gasing adalah ketika kita bisa menaikkan gasing yang sedang berputar alias hidup menggunakan tangan. Apa lagi bisa berputar lama ditangan kita.

Ada dua cara untuk itu, bisa langsung menggunakan tangan atau menggunakan tali lalu ditangkap oleh tangan. Tidak semua orang bisa melakukan ini – untuk itu perlu latihan berulang-ulang. Itu seperti terlihat dalam foto sebagaimana dilakukan oleh Rah dari Dusun Tanak Bisa, Senaru.     

Gasing, salah satu permainan paling disukai oleh anak laki-laki di Lombok. Kita tidak disebut benar laki-laki kalau tidak bisa bermain atau membuat gasing. Seolah kelelakian kita belum sempurna kalau tidak bisa memainkan permainan warisan turun - temurun ini.

Kita biasa bermain gasing setelah pulang sekolah. Kalau tidak ada kesibukan membantu orang tua, biasanya kita main sejak setelah pulang sekolah sampai jelang matahari tenggelam. Bagi kita yang laki-laki, urutan kedua yang paling kita suka tentu saja sepak bola.

Gasing yang dimainkan ini tentu gasing khusus untuk kelas anak-anak. Besarnya harus sesuai dengan ukuran tangan anak-anak. Dulu kita memainkan permainan gasing ini bisa berkelompok sesuai umur dari tingkat SD, SMP, SMA sampai kalangan orang tua. Tempat main kita biasanya ditanah lapang yang tidak gembur.

Gasing untuk dimainkan oleh orang dewasa tentu bentuknya lebih besar dan bagus. Gasing untuk lomba tingkat desa, kecamatan bahkan kabupaten bentuknya jauh lebih besar, dilapisi oleh besi, logam bahkan baja.

Sangat cantik dan tahan lama kalau dimainkan. Saat dipukul akan mengeluarkan percikan karena gesekan antar gasing yang terbuat dari besi, baja. Waktu kecil –kecil dulu suka terkagum-kagum kalau lihat orang dewasa main dengan bentuk gasing yang bagus.

Tentu gasing-gasing ukuran besar, usia putarannya jauh lebih lama ketimbang gasing-gasing kecil. Yang membuat juga tentu para ahlinya atau empu gasing. Pelajaran yang saya petik dulu ketika membuat gasing adalah ketekunan dan kesabaran.

Harus menggunakan pisau yang tajam, kuat dan bahan kayu terpilih supaya hasilnya bagus dan tidak cepat retak setelah dipukul lawan.

Kalau nanti ada anak saya laki akan saya ajarkan cara bermain dan membuat gasing agar bisa menikmati kegembiraan dan kecerian yang dulu saya rasakan ketika masih kecil. []

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru