Ro'o Dungga Rangga, Tradisi Pengharum Mayat ala Desa Raba

KM LENGGE,- Tradisi adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan, tumbuh dan berkembang secara historis pada masyarakat, berfungsi mengukuhkan norma-norma sosial dan nilai-nilai luhur. Salah satu Tradisi yang masih dan terus dipertahankan oleh masyarakat Desa Raba Kecamatan Wawo adalah penggunaan bahan bahan tradisional untuk memandikan mayat.

Apabila di daerah lain bahan untuk memandikan dan mengharumkan mayat sudah menggunakan bahan kimia (kapur barus), masyarakat desa Raba masih menggunakan bahan bahan tradisional yang diambil dari alam, selain mudah didapat, penggunaan bahan bahan ini memiliki nilai filosofi tinggi bagi masyarakat setempat.

Ro'o Dungga Rangga, begitu masyarakat raba menyebut campuran bahan tersebut, bahan campuran terdiri dari Daun Inai (Ro'o Kapanca), daun bidara (Cedrus libani) dan daun jeruk (jeruk purut), ketiga campuran ditumbuk menggunakan lesung kemudian dimasukan kedalam ember berisi air kemudian disaring, hasil saringan inilah yang akan digunakan untuk memandikan mayat.

Berdasarkan penuturan Abdul Karim (53), salah seorang tokoh masyarakat Desa Raba menuturkan, tradisi ini selain bagus karena menggunakan bahan tradisional juga mengandung nilai kebersamaan, karena proses pembuatan ramuan ini dilakukan secara beramai ramai.

"Ramuan ditumbuk oleh ibu ibu menggunakan lesung besar, ibu ibu yang menumbuk biasanya akan bergiliran menumbuk, proses pembuatan bahan ini mengandung nilai kebersamaan", tutur Abdul Karim.

Dari tinjauan medis daun bidara memang mengandung essens yang berguna sebagai desinfektan, begitupun juga daun jeruk, daun jeruk mengandung atsiri yang berfungsi sebagai pengharum.

Nilai suatu kebudayaan dapat tercermin dari segala aktifitas kehidupan masyarakat pendukungnya. Demikian juga tradisi memandikan dan mengharumkan mayat di desa Raba juga banyak mengandung nilai budaya yang pada akhirnya diwariskan pada generasi penerus. Adapun kandungan nilai budaya yang ada diantaranya adalah; nilai ilmu, nilai agama, nilai seni , nilai solidaritas. (galank).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru