Festival Rimpu di Monas

Dompu - Harian Lewat, FOKKA (Forum Komunikasi Kasabua Ade) di Jabodetabek akan mengadakan “Festival Rimpu Bima Dompu 2018” di Monas, Minggu, 15 Juli 2018 mendatang.

Rimpu merupakan bagian dari budaya unik dengan memakai kain (tenunan khas) Tembe Nggoli, kain tersebut dilingkarkan pada kepala hingga yang terlihat hanya wajah saja. Terlihat memang agak rumit memakainya, tapi sesungguhnya lebih simpel dan cepat setelah terbiasa menggunakannya.

Budaya rimpu mulai dikenal sejak masuknya Islam di Bima – Dompu yang dibawa oleh tokoh-tokoh Agama Islam dari tanah Gowa Makassar. Meskipun di masyarakat Gowa sendiri tidak mengenal budaya rimpu. Jadi rimpu, merupakan salah satu hasil karya budaya perempuan Bima – Dompu yang menjunjung tinggi ajaran Islam bahwa kaum perempuan yang sudah aqil balik diharuskan menutup aurat dihadapan yang bukan muhrimnya, maka jadilah rimpu sebagai busana penutup aurat.

Ada dua jenis Rimpu yang biasanya dikenakan: Pertama adalah “Rimpu Mpida”, yang dikenakan oleh perempuan yang belum menikah, maka rimpu mpida harus menutup semua bagian wajahnya, terkecuali mata. KeduaRimpu Ncolo” adalah rimpu yang dikenakan perempuan yang sudah menikah, diperbolehkan semua bagian wajahnya terbuka.

Rimpu bukan hanya persoalan gaya berbusana. Lebih dari itu, rimpu adalah identitas suku Mbojo. Ya, identitas budaya yang harus tetap dipertahankan eksistensinya sepanjang masa. Bagaimanapun juga, hilangnya budaya rimpu juga akan menghilangkan identitas asli suku Mbojo itu sendiri.

Hal ini tampaknya disadari betul oleh Pemkab Bima, Pemkot Bima dan Pemkab Dompu. Karena itu, mereka terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan keberadaan rimpu, bahkan budaya Bima-Dompu secara keseluruhan.

Untuk melestarikan budaya Rimpu FOKKA, Pemerintah, pejabat terkait atau pemerhati budaya bersinergi dan secara terus menerus memperkenalkan akar budaya pada generasi muda, salah satu pengurus FOKKA, Jamaluddin Ikraman yang ditunjuk mensosialisasikan acara tersebut mengatakan, Acara kali ini cukup besar dan bersekala nasional serta melibatkan masyarakat asal Bima dan Dompu, Festival Rimpu sebenarnya pernah diadakan di Tangerang. Namun kali ini cakupannya cukup luas karena diadakan di Jakarta dan melibatkan 2 (dua) Kabupaten Bima dan Dompu.

Festival tersebut akan menyajikan pawai busana Rimpu yang diikuti oleh lebih dari 10.000 perempuan asal Bima dan Dompu. Acara dijadwalkan akan dimulai pukul 6 pagi dan berakhir pukul 3 sore. Titik kumpul pawai bertempat di Pelataran Monas mulai pukul 5.30 pagi.

Selain pawai Rimpu, acara yang akan dimeriahkan oleh sejumlah artis ibukota ini juga akan menyajikan pergelaran kesenian dan kuliner khas Bima dan Dompu.(ARD)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru