Lebaran Topat Pikat Wisatawan Mancanegara

Sumbawa Barat. Kominfo - Perayaan Lebaran Topat di Pulau Lombok dilaksanakan dengan diadakannya Tasyakuran di Pantai Duduk, Batu Layar Senggigi Lombok Barat, Jumat (22/6). Tasyakuran ini dihadiri oleh Pjs Bupati Lombok Barat, Asisten Administrasi Umum dan Kesra Setda Prov. NTB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Lombok Barat, Danrem 162/WB Kolonel (Czi) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han, sesepuh, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kab. Lombok Barat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), wisatawan lokal dan mancanegara, Toga, Toma, TNI dan Polri.

Lebaran topat merupakan tradisi dimana telah terjadi akulturasi nilai nilai agama yang menyatu dengan nilai nilai tradisi sasak sehingga pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan ibadah. Dengan kata lainnya bahwa tradisi mengikuti agama, bukan sebaliknya agama mengikuti tradisi. Lebaran topat ini juga bisa di faedahkan untuk mendukung pariwisata serta sekaligus menjadi ajang promosi wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Lebaran Topat ini merupakan Calender Of Event yang selalu dilaksanakan di Pantai Duduk Batu Layar. Bertahun-tahun Batu Layar telah menghipnotis masyarakat Pulau Lombok. Masyarakat dari berbagai penjuru pulau Lombok beramai-ramai datang meramaikan Lebaran Topat. "Ini tentunya dapat mendongkrak kunjungan wisatawan yang selalu ramai ke kawasan pantai Senggigi ini, walaupun menjelang pilkada, agenda rutin ini tetap kami laksanakan meski dengan sederhana,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Pjs Bupati Lombok Barat, Drs H Lalu Saswadi, MM dalam sambutannya menjelaskan, bahwa Tasyakuran Lebaran Topat ini tiap tahun selalu menyedot perhatian wisatawan lokal dan manca negara, "pengunjung Lebaran Topat pada tahun ini mencapai 1000 orang, ditambah lagi hadirnya para pejabat lingkup Pemda Lobar dan Provinsi NTB." Ungkapnya. H Lalu Saswadi menargetkan kunjungan wisata di NTB bisa mencapai 4 juta wisatawan dalam 1 tahun. Hal ini juga akan mempengaruhi dan berdampak positif pada kunjungan wisatawan di daerah lain yang ada di NTB, khususnya di luar pulau lombok seperti Pulau Sumbawa yang tak kalah memiliki berbagai macam destinasi yang eksotik seperti destinasi yang ada di Sumbawa Barat yang sudah dikenal dunia.

Selanjutnya H. Saswadi juga menjelaskan, pelaksanaan event Lebaran Topat ini dimeriahkan dengan adanya kesenian yang ada di pulau Lombok seperti Tari Rudat Sasak, Peraje Topat Agung, dan Pemotongan Ketupat. Dari jumlah wisatawan yang hadir bisa di perhitungkan dapat mencapai 300 tourism dari berbagai negara.  Selain itu, Lebaran Topat juga telah bermetamorfosis menjadi prosesi yang tidak hanya berdimensi sakral tapi juga sosial. Dimensi sakral berkaitan dengan persepsi dan penghargaan kepada Tuhan YME, sedangkan dimensi sosial berkaitan dengan upaya menjaga harmoni antar sesama manusia. Saat ini, lanjut H. Saswadi, even Lebaran Topat telah menjadi kekayaan budaya yang patut dipertahankan dan dikembangkan. "Ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu atraksi wisata,” katanya. Kominfo Sumbawa Barat/Feryal/fit.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru