Tradisi Roah Lebaran Topat Ala Tanak Beak

Sudah menjadi tradisi di pulau lombok, baik yang tinggal di kota maupun didesa sekalipun.

Menyebutnya lebaran ketupat yang dirangkai dengah istilah Roah dalam bahasa sasak atau selamatan.

Salah satunya dilingkungan dasan agung desa tanak beak kecamatan batukliang utara lombok tengah.

Amrun salah satu warga mengatakan merasa bersyukur bisa hadir sebagai bentuk kebersamaan masyarakat dasan agung khususnya.


Hal itu sebagai bentuk syukur atas nikmat karunia yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia, meminta ampunan dan meminta keselamatan memanjatkan doa atas alamarhum dan almarhumah yang sudah meninggal dunia untuk didoakan.

Rangkaian kegiatan seperti itu dilakukan biasanya di Mushalla masing-masing RT atau dimasjid diwaktu pagi sebelum pergi berliburan kepantai Loang Balok, Batulayar, bahkan ke air terjun traking gunung rinjani dengan berkemah untuk mengajak keluarga sahabat, teman-teman untuk kebersamaan dan kekompakan.

Biasanya yang dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda bahkan anak-anak mengikuti acara zikir da doa.

Setelah itu dilanjutkan dengan makan ketupat bersama sebagai hidangan yang sudah dipersiapkan oleh para ibu-ibu dirumah dengan segala lauk pauk seperti pelalah ayam, ikan telur opor dan sebagainya untuk dinikmati bersama.(Tim Media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru