Tradisi Tapa Gala di Sambori

(KM.Makembo) Tapa Gala adalah tradisi menyambut tamu masyarakat Sambori kabupaten Bima dengan membentangkan Gala yaitu bambu muda di pintu masuk desa. Tapa Gala juga dikhususkan untuk menyambut keluarga calon pengantin pria pada acara Oto Co’i atau antar mahar. Tapa berarti menyetop atau menghentikan. Gala adalah bambu muda yang disimpan membentang dan menghalangi jalan. Tapa Gala adalah menghalangi dengan bambu atau galah. Tradisi Tapa Gala dimaksudkan untuk menghormati dan menlindungi tamu selama berada di Sambori. Memotong bambu oleh para tamu dimaksudkan agar halangan dan rintangan dipotong dan dipangkas selama berada di Desa Sambori.

Sebelum tamu tiba di pintu masuk atau gapura desa, warga meniyapkan bambu muda dan parang. Kemudian bambu tersebut dibentangkan menghalangi jalan masuk desa.  Sementara warga berdiri di belakang bambu muda atau Gala. Pada perkembangannya, Tapa Gala terus dilakukan oleh warga Sambori ketika menyambut tamu-tamu desa dan pejabat kerajaan.

Ketika para tamu sampai di Gapura desa dan dihadapa bambu atau Gala yang dibentangkan itu, mereka mengucapkan salam, kemudian disambut dengan dengan balasan salam dari warga dan pemuka adat. Lalu pemuka adat atau kepala Desa memberikan parang dan mempersilahkan kettua rombongan untuk memotong bambu muda tersebut. (yayat) 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru