Tradisi Gotong Royong di Rensing Bat

Begawe, begitu istilah yang sering disebut  kebanyakan orang sasak Lombok, Begawe adalah sebuah tradisi gotong royong atau bersama-sama. Tradisi ini banyak dilakukan pada saat acara merarik, sunatan, nyiwak, ngurisan, perpisahan calon haji (dalam bahasa sasak) atau acara-acara yang lain.

Sebuah kebanggan tersendiri ketika melihat bagaimana masyarakat melakukan berbagai pekerjaan secara sukarela, kalau sudah terdengar kabar bahwa ada salah satu dari warga masyarakat yang akan begawe maka tanpa dipanggil, masyarakat yang lain akan datang mebantu saudaranya atau tetangganya secara sukarela.

Semua dilakukan dengan begitu indah dipandang mata, mulai dari menyiapkan tetaring, tempat untuk memasak nasi, menyiapkan tempat perasman,  menyiapkan berbagai macam rempah-rempah, sampai mereka bersama-sama untuk memberikan sambutan kepada para tamu yang datang.


Di Desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur misalnya, masih kental dengan tradisi begawe yang masih menonjolkan budaya gotong-royong yang menjadi ciri khasnya.

Beberapa hari menjelang hari gawe, masyarakat setempat berdatangan untuk membantu yang akan mengadakan gawe, mereka membantu apapun yang mereka bisa.

Kebersamaan dan kekompakan terlihat begitu nyata ketika hari gawe diadakan. Malamnya mereka bergotong-royong untuk memotong daging sapi yang akan menjadi lauk, ngares, mengupas kulit kelapa dan membantu bekerja mulai dari mengambil air, membuat Ragi dan santan yang akan dijadikan memasak lauk yang akan dijadikan hidangan siang bagi para tetamu.


Masakan has begawe di Rensing Bat adalah pohon pisang muda yang sudah di iris (Ares dalam bahasa sasak) yang dimasak berkuah dengan campuran santan kelapa. dalam tradisi begawe di Desa Rensing Bat khususnya tidak mengenal kasta kaya maupun miskin berbaur menjadi satu, acara begawe tetap dilakukan karena itu sudah menjadi tradisi turun temurun sejak nenek moyang.

Tradisi ini masih sangat kental di pedesaan tetapi sangat jarang dilakukan di perkotaan, jika hal ini terus terjadi dan terbawa-bawa seperti halnya di perkotaan dengan kondisi masyarakat kita yang terbawa arus zaman maka bukan tidak mungkin tradisi yang sangat baik ini akan ikut menghilang dan terbuang. (a_m)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru