Nasi Rasul, Simbol Kehidupan

Tradisi Islam se-dunia terhadap kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW adalah melakukan kegiatan rutinitas Maulid pada setiap tahunnya. Pada masyarakat Lombok-NTB, khususnya di Lombok Timur, peringatan Maulid Nabi diadakan 1 bulan penuh, dan bergiliran di setiap kampung.

Bagi masyarakat Lombok Timur, perayaan Maulid Nabi memiliki arti penting dalam menjalankan hidupnya sebagai ummat beragama Islam. Lewat perayaan maulid Nabi Besar Muhammad SAW, mereka pun dapat mengenang sejarah perjuangan Nabi Muhammad, yang dalam hal ini pula sebagai pandangan untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada  Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan rutinitas tahunan yang bertemakan “Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW” adalah suatu kegiatan yang tidak kalah pentingnya dengan hari raya islam yg lain seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Pada kegiatan ini, mereka pun dapat bersilaturrahmi dengan sanak-saudara, kerabat, serta teman-teman dengan penyuguhan berbagai macam makanan.

Dari berbagai macam yang dihidangkan pada kegiatan maulid Nabi Besar tersebut, namun salah satu yang istimewa adalah nasi rasul atau nasi jimat. Nasi yang dibuat dalam setahun sekali ini, masyarakat Lombok biasanya memasak dengan menggunakan tungku.

Nasi Rasul dibuat dari ketan putih yang berkualitas dan dibuat seperti nasi kuning. Tapi karena menghormati maulud atau memang karena keturunan Doyan Nade, tentu tidak puas kalau kalau tidak ada lauknya.

Lauk untuk nasi rasul di Lombok adalah berupa serundeng dengan suwiran ayam kampung panggang dan kuah pelalah yang berwarna kuning jingga. Makanan ini dihidangkan  dengan sangat takzim.

R. JU Hazairin NEP dalam komunitas sasak mengatakan bahwa seorang warga sasak yang bernama Papuk Balox Bangsa Sasak menitipkan pesan bahwa hendaknya anak cucunya, saling bersatu erat bagai ketan di Nasi Rasul itu. Warnanyapun kuning Jingga. Kuning adalah simbol kebeningan, kesucian hati. Jingga adalah semangat yang datang dari rasa asih. Ditaburi kelapa adalah ibarat rezeki yang merata untuk tiap orang yang memelihara persaudaraan yang erat itu. Karena begitu besar isi titipan pesan itu seolah membawa begitu banyak ajaran Nabi maka disebutlah panganan istimewa itu Nasi Rasul.

Bagi anda yang ingin mengetahui cara pembuatan nasi rasul, berikut akan dijelaskan secara rinci sesuai dengan yang dituturkan TjiTjik Umajah dalam Mommy Recipe.

Nasi rasul yang sudah Cara membuat nasi rasul menggunakan beras yang sudah siap dimasukan ke dalam tungku dan dimasak selama 7 jam agar mendapatkan hasil yang maksimal.


Bahan Nasi Ketan

  • Beras ketan putih 1 kg
  • Kelapa (tua) 1 butir untuk santan
  • Kunyit 2 ruas jari
  • Garam secukupnya

 Bahan Serundeng

  • Kelapa 1/2 butir
  • Bawang merah 3 siung
  • Bawang putih 4 siung
  • Kunyit setengah ruas jari
  • Ketumbar
  • Gula merah, disisir secukupnya
  • Garam 
  • Daun salam 2 lembar
  • Daun jeruk 2 lembar

Bahan Ayam Suir

  •  Ayam 1 ekor (kami menggunakan ayam kampung)
  • Cabai merah keriting 7 buah
  • Cabai rawit 5 buah
  • Bawang merah 6 siung
  • Bawang putih 8 siung
  • Kunyit 1 ruas jari
  • Gula merah disisir
  • Minyak goreng secukupnya
  • Garam, gula pasir, dan merica
  • Daun juruk purut 4 lembar

 Pelengkap

  •  Bawang goreng

 
 Cara Membuat

  1. Buat Nasi ketan.Cuci bersih beras ketan putih lalu dikukus selama kurang lebih 15 menit. Parut kelapa dan ambil santannya. Parut juga kunyit untuk diambil sarinya. Angkat beras ketan yang telah dikukus dan campurkan dengan 3 gelas belimbing santan dan beri sedikit garam dan juga perasan kunyit. Kukus kembali selama kurang lebih 30 menit sampai nasi ketan menjadi tanak. Sisihkan
  2. Buat Serundeng. Parut kelapa, dan haluskan bumbu-bumbu kecuali daun salam dan daun jeruk. Kemudian campurkan dengan parutan kelapa. Sangrai dalam wajan dengan api kecil hingga tercampur rata dan kelapa menjadi kering. Sisihkan
  3. Buat Ayam Suir. Potong ayam menjadi 8 bagian. Rebus ayam hingga empuk. Setelah empuk, angkat ayam dan sisihkan dari kaldunya lalu daging ayam disuir-suir. Haluskan semua bumbu keculai daun jeruk. Tumis bumbu halus dengan minyak goreng hingga harum lalu masukkan daun jeruk. Masukkan suiran ayam lalu aduk hingga bumbu tercampur rata dan tunggu hingga bumbu meresap ke dalam ayam. Sisihkan
  4. Susun nasi ketan, serundeng, dan ayam suir bergantian diatas piring kemudian berikan bawang goreng. Nasi rasul siap dinikmati  () -03

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru