Mengintip Kearifan Lokal Desa Seganter

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang dapat menyebabkan perubahan sosial dan budaya pada berbagai masyarakat yang ada di Indonesia. Akan tetapi tidak semua aspek dalam kehidupan masyarakat dapat terpengaruh oleh kecanggihan yang menglobal. Misalnya saja pada masyarakat sasak yang ada di Lombok, sebuah desa yang mampu bertahan terhadap ilmu tata ruang yang diwariskan dari sang leluhurnya. Desa yang dimaksud adalah Desa Seganter,  yang mana penduduknya masih tetap mempertahankan suatu kearifan lokal dalam menata ruang pemukiman. Rumah-rumah tradisional Suku Sasak yang ada di kawasan ini tertata rapi dan unik.

Desa Segenter merupakan salah satu desa adat tertua di Lombok, dan didiami oleh suku Sasak yang masih mempertahankan adat dan tradisi asli. Mata pencaharian umum penduduk desa ini adalah bertani dan berladang.

 


Desa Adat yang memiliki peninggalan kebudayaan dan kearifan lokal ini terletak di wilayah Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Desa ini sangat mudah ditemui apabila kita melewati jalur pantai Barat Pulau Lombok, yaitu dengan jarak sekitar 90 Kilometer dari Kota Mataram. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, kita akan menempuh rute Mataram-Senggigi-Pemenang-Tanjung-Selengen-Segenter. Di saat kita berada pada Km 87, kita akan bertemu dengan rambu jalan yang menunjukkan arah ke Desa Segenter. Desa Adat Segenter tidak jauh dari Desa Bayan.

Sebelum masuk di lokasi Desa Segenter kita akam menemui semacam plasa “selamat datang”. Setelah itu kita akan melewati gerbang yang terletak setelah melewati plasa. Gerbang ini merupakan pintu masuk dan keluar dari Desa Segenter.