Berkarya Tanpa Support Pemerintah

Berdiri sendiri, bermodalkan pengetahuan yang didapatkan dibangku kuliah, berkarya dan terus berkarya untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa dalam bidang seni, itu lah yang masih dilakukan oleh Sanggar Tari Kandei yang berada di Dusun Soro, Desa Karama, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Sayangnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu tidak peka dalam melihat aset seni dan budaya yang dibentuk oleh seorang sarjana yang bernama Karlina Wati.

Aset Daerah yang mencoba untuk tetap menjaga kearifan budaya lokal yang dimiliki oleh Tanah Bumi Nggahi Rawi Pahu ini, tersisihkan begitu saja oleh Pemerintah. Sehingga fasilitas penunjang untuk pengembangan budaya ini dikeluhkan. Pemerintah Daerah pun dipandang hanya memperhatikan lembaga baru dengan jenis pemahaman yang sama yaitu seni dan budaya yang muncul secara tiba-tiba dan mendapatkan gelontoran anggaran ratusan juta rupiah dari Pemerintah.

Dibalik tidak adanya perhatian serius dari pemerintah, pendiri Sanggar Kandei Karlina Wati, terus menunjukan eksistensinya dalam mengajari anak didiknya pada bidang seni tari. Antusias anak didik yang mayoritas masih pada bangku Sekolah Dasar untuk belajar kesenian di Sanggar Kandei sangat mengejutkan.

"Walau hanya dengan alat sederhana yaitu menggunakan speaker kecil sebagai pengeras suara musik budaya yang diputarkan, tidak mematahkan semangat pelajar siswa untuk belajar tari budaya Tradidisional Dompu," begitulah ungkapan pendiri Sanggar Kandei lulusan STKIP Bima yang aktif di UKM Seni.

Didirikannya Sanggar Kandei ini tiada lain hanya untuk menjaga eksistensi budaya lokal yang di miliki oleh Kabupaten Dompu agar tidak terjerumus dalam pengaruh budaya barat dan era modernisasi budaya. Lewat Sanggar Kandei ini, pemahaman tentang budaya lokal ditanamkan sejak dini, bahwa Tanah Dompu kaya akan budaya. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru