Makembo Terus Mendata Kesenian Mbojo

(KM.Sarangge) Langkah Komunitas  Budaya Makembo atau Majelis Kebudayaan Mbojo semakin menggeliat. Komunitas yang sering melakukan ajang sana dan napak tilas  sejarah dan budaya Mbojo ini rutin melaksanakan muhibah kesenian secara langsung ke sanggar-sanggar seni budaya tradisional baik di kota Bima maupun di Kabupaten Bima. Pada Sabtu siang, 23 Juli 2016 Makembo mengunjungi Sanggar Seni Tolo Loa di desa Kananga kecamatan Bolo. Kunjungan ini dimaksudkan untuk silaturahmi sekaligus mendata produk-produk kesenian yang dimiliki Sanggar Tololoa.

Pada kesempatan tersebut, kru Makembo melakukan perekaman dan pendokumentasian serta mewawancarai pimpinan Sanggar Tololoa Ahmad M.Saleh, S.Pd atau yang akrab disapa Guru Hima. Penampilan Sanggar Seni Budaya Tolo Loa cukup memukau dengan tarian selamat Datang atau Wura Bongi Monca menyambut kru Makembo. Penampilan anak-anak Sanggar Tololoa kemudian berlanjut dengan tarian Pasole, tarian Muna Ro Medi dan Tarian Lopi Penge. Semua tarian ini adalah tarian kreasi yang digali dari cerita rakyat, syair dan pantun Bima warisan para leluhur. “ Sanggar kami sering tampil dan menjadi juara pada event –event lomba tarian di tingkat kabupaten Bima maupun propinsi. “ Ungkap Guru Hima memperkenalkan profil sanggar Tololoa. Guru Hima berharap bantuan pemerintah untuk menfasilitasi dibangunnya sasana atau rumah budaya bagi Sanggar Tololoa sehingga dapat dibangun sarana latihan, perbaikan dan penambahan alat kesenian, serta pengadaan kostum bagi penari dan penabuh. Pada kesempatan itu, Guru Hima juga mengemukakan sejarah dan arti nama Sanggar Tolo Loa yaitu Sawah dan ladang untuk mencerdas generasi cerdas. Tolo berarti Sawah/ladang. Loa berarti pintar dan cerdas.

Sementara itu, ketua Makembo Alan Malingi mengemukakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pemetaan kesenian mbojo sejak januari 2015. “ Makembo telah mengelilingi beberapa wilayah di kota Bima maupun Kabupaten Bima dalam rangka pemetaan kesenian. Pemetaan ini akan terus berlangsung hingga tahun 2017 sekaligus penyusunan Buku Direktori Kesenian Mbojo. “ Ungkap Alan Malingi. Disebutkannya Direktori kesenian itu meliputi seni sastra, seni vocal, seni music dan tarian tradisional Mbojo. Hal itu dimaksudkan untuk mendata dan melestarikan kesenian Mbojo sebagai asset seni budaya bangsa warisan para leluhur.

Dalam beberapa bulan kedepan, Makembo akan melakukan Explore kebudayaan Sanggar dan Jelajah Situs Sejarah Di Teluk Bima  dalam rangka persemaian nilai-nilai budaya kepada generasi Dana Mbojo. Ruang lingkup kegiatan Makembo tidak hanya melakukan pendataan kesenian. “ kami juga mendata potensi-potensi situs-situs sejarah Mbojo dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. “ Tutur Alan Malingi. Selama melaksanakan kegiatan, Makembo masih mengandalkan swadaya para anggota dan komunitas lainnya sebagai patner tetap Makembo seperti Mecidana Film Production dan Komunitas Birokrat Jalan-Jalan serta para jurnalis pencinta sejarah dan budaya Mbojo. “ Sejak terbentuk sejak tahun 2015, Makembo belum mendapatkan bantuan dana hibah dari Pemerintah Kota Bima, Kabupaten Bima maupun Provinsi NTB. Saya berharap ada dukungan dari pemerintah dalam rangka penuntasan visi dan misi Makembo menuju Budaya Mbojo Yang Lestari. “ Harap Alan. (alan) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru