Sejarah Dalang Sasak

PEMDAHULUAN

Dalang adalah seniman  yang memiliki berbagai  kemampuan  dalam bidang pewayangan baik wayang kulit maupun wayang lainnya  yang  sejenis dengan itu .Pada dasar nya  dalang adalah orang yang mampu bermain peran dibidang pengisi suara sekaligus mampu mentransper karakter tokoh  yang bermacam-macam khusus nya tokoh wayang.. Dalang sasak atau dalang suket dan dalang wayang golek dan lain lain  umpamanya dituntut untuk mampu berperan sebagai Jayang rana, Maktal  Raden darundia, Taptanus Saptanus Umarmaya ,Umarmadi Alam daur, dan dewi Munigarim Dalang Jawa dan bali yang mengambil ceritera maha bharata, tentunya dia harus mampu brperan dan bekarakter sebagai Arjuna wiwaha Bhima  bisma dan Nakula Sadewa sekligus mampu menjadi doryo dana  yudistira dan lain lain. Yang jelas semua yang diperankan  sekaligus dia harus mampu  mengkaraterinya.      

Disamping  mampu berperan juga seorang dalang harus terampil memainkan wayang  secara seni dan indah  agar terlihat tidak disengaja dalam, gerakan  setiap wayng yang sedang deperankan. Dia juga harus mampu menyesuaikan kata dengan tindakan dan gerakannya.      

Dalang juga mesti menguasai musik pengiring lakon mulai dari rangsang ,kabor selisir selutur gending perang  gending raksasa  gending mundur polak nampo kakang raras gendeng pengelebun dan masih banyak jenis gending yang harus di kuasai. Selanjutnya dalang juga dituntut agar mampu berpatwa secara agama dengan kata lain dalang juga harus menguasai pembicaraan  tuan guru atau kiyai,dan sekali gus mampu  berbahasa penjahat.Dalang juga di tuntut  mampu bertindak sebagai  pelawak dan bisa sedih gembira dalam waktu yang bersamaan.

Demikianlah sekilas  pengetahuan tentang dalang dimana tugas yang di pikul  seorang dalang sangat lah berat.namun sementara ini ,kebanyakian orang beranggapan  dalang itu adalah  sekedar sarana mencari uang ,tapi cobalah direnungkan ,jika sekedar motif uang tentunya, belum bisa dinilai betapa seorang dalang pantas dibayar dalam sekali pentas .   Jika sederetan keahlian di nilai ,belum dapat di hargakan dengan setumpuk uang,namun kenyataan berkata lain mengingat kefahaman sese orang tentang seorang dalang  ternyata masih kurang sesuai dengan gelar seorang seniman luhur yang memiliki sederetan ke ahlian yang mufuni sebagai  ahli di bidangnya. Tetapi seorang dalang tidaklah bayaran sebagai motif utama dalam menjalankan keahliannya jauh dari sekedar material namun seorang dalang melaksanakan  propesinya lebih banyak di motori oleh hobi sebagai  panggilan menjalankan  frovesinya karena senantiasa merasa berkewajiban untuk  siap menyenangkan halayak.Inilah kiranya  yang menjadi motifasi penulisan ini ,agar dapat hendaknya merubah paradigma masyarakat terhadap sosok alias figure seorang dalang, Dari uraian di atas kiranya penulis dapat menarik beberapa pokok  prmasalahan yang perlu di ketahui  oleh pembaca terutama tentang dalang antara lain:

1.Sejarah  sasak

2.Pengertian dalang 

3.Karakter dalang

4.Keahlian pendukung dalang 

5. Tehnik Mendalang  

Kiranya hal-hal yang dipandang penting  untuk selalu di masyarakatkan agar dapat menumbuhkan rasa untuk selalu menghargai keahlian seorang dalang sekali gus memupuk rasa cinta tehadap budaya yang memiliki pranan penting dalam penyebaran Agama Islam di bumi sasakKiranya sang dalang hendaknya bercemin dari gambaran dalang pemula di gumi sasak agar terhidar dari negatip teenking orang banyak terrhadap profesi dalang itu sendiri.

BAB II

 PEMBAHASAN

1. SEJARAH DALANG. DALANG SASAK

Menurut keyaqinan  Masyarakat lombok yang merupakan legenda turun tumurun antar pencinta dan pengagum dalang dari mulut kemulut ,sesuai kenyataan pewayangan  walau belum ada sumber yang bisa di percayakan secara tertulis,tapi apa yang menjadi legenda tentang wayang dan dalang kiranya cukup menjadi bukti .Yang menunjukkan  bahwa dalang yang pertama menggelarkan wayang di gumi sasak adalah:KIYAYI WALI.[menorut ceritera mulut Dalang Anji songak almarhum Wafat tahun 1939 M] Ada juga yang mengatakan  bahwa dalang yang pertama di lombok adalah:KIYAYI MASMIRAH. Seorang penyebar agama islam  Lombok yang dianggap  tokoh serba bisa.Menurut sebagian orang tua dulu mengatakan bahwa dalang lombok  yang pertama adalah  seorang ulama dari Jawa yaitu  Kanjeng sunan Perapen Putra kanjeng sunan giri .Sedangkan menurut para Budayawan Lombok ,Dalang yang pertama di lombok Adalah Kiyayi Sanga Pati.Dari semua pendapat dan ceritera tersebut di atas kiranya dapat kita simpulkan bahwa sosok dalang pertama di lombok adalah sosok Ulama penyebar Islam pertama di Pulau lombok,Dari Gambaran Sosok dalang Lombok kiranya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dalang lombok yang pertama adalah orang  yang cukup bepengetahuan lengkap dan  memiliki Keimanan yang tinggi sehingga gerak langkah dan tingkah lakunya di jadikan panutan serta sangat di kagumi oleh Masyarakat lombok. Salah satu contoh kisah Kiyayi WALI, yang memiliki kisah pembuatan wayang, Konon Kiyayi wali bertempat tinggal di adaerah pujut Lombok tengah dikisahkan bahwa  Untuk memenuhi hajat masyarakat untuk mengadakan pertunjukan wayang kulit atas perintah kanjeng syeh gaus Abdurrazak digunung rinjani ,agar pengulu alim  mengadakan pertunjukan wayang kulit di Rambang  Dengan memohon agar Kiyayi sanga peti siap menjadi dalangnya,supaya hujan yang sudah tujuh tahun tidak kunjung datang  ,bisa  segera  membasahi gumi sasak.Konon diutus lah seorang murid menghadap kiyayi wali dengan membawa tiga lembar kulit kerbau untuk di buatkan wayang . setelah berjarak lima belas hari kembali Pengulu alim memerintahkan murid yang kemarin membawa kulit untuk mengambil wayang jadi buatan Kanjeng Kiyayi Wali.Namun sang murid  sangat kesal dan kecewa  begitu melihat kulit yang dulunya dibawa ternyata masih belum di pindahkan dari tempat dimana sang murid menaruhnya waktu datang mengantar.Tapi sang Kiyayi Wali dengan lembut berkata kepada sang Utusan  Nak bawalah kembali kulit ini kepada Kanjeng Sangupati , katakan padanya bahwa apa yang diharapkan kanjeng Sangupati sudah ada pada kanjeng sendiri , salam takzim dan  sampaikian maafku kepada kanjeng Sangupati agar pergrlaran dilaksanakan dengan segera kasihan ummat gumi sasak tidak punya air.Sang utusan dengan rasa kiecewa namun tidak berani menampakkan kekecewaan dan kekesalanya, pamit berangkat dengan memikul kulit yang sejak semula di ikat sedemikian rupa .Singkat ceritera sang utusan melampiaskan kekesalanya kepada kanjeng Sangupati. Dengan sikap kesal tanpa bicara sepatah kata sang utusan melempar gulungan kulit ketanah.tepat dihadapan pangeran sangu pati.Alangkah terkejutnya sang utusan menyaksikan keajaiban luar biasa ,kulit yang di lempar tenyata  gugur dan pecahannya menjadi potongan wayang yang sudah terukir dengan tatahan dan warna yang cukup inadah.Sang kanjeng sangupati tersenyum  kecil melihat sikap utusanya yang kesal dan kini berubah menjadi takjub keheranan menyaksikan keanehan yang tidak pernah di sangka sama sekali.Demikianlah sekilas kisah pembuatan wayang lombok pertama sehingga dia punya bentuk tersendiri  tidak sama dengan bentuk wayang daerah lainya seperti awayang bali jawa sunda dan lain lain.Selanjutnya wayang tesebut konon dulunya menjadi wayang jerowaru  dan  di pegang serta didalangi oleh  almagfirullah tuan guru haji  Mutawalli. Kabar lain mengatakan wayang tersebut di simpan di Desa sakra. Dan kemudian  ceritera tentang keberadaan wayang tesebut menjadi kabur dan sekarang  penulis tidak dapat menjelaskan dimana  rimbanya.Demikian sekilas kisah kanjeng Kiyayi Wali dan kanjeng Sangapati serta pengulu alim dalam memperjuang kan nasib manusia.Selanjut kisah dalang terhenti setelah sangupati mengelar wayang di Rambng setelah itu jabatan dalang di pegang  ole berbagai tokoh termasuk perwangsa Lenek, bangsawan Genter ,batu dendeng pujut dan sakra Kuripan gerung dan cakra Negara .  

Disaat    pemerintahan anak agung cakranegara tedengarlah seorang dalang wayang sasak  beragama Hindu  Bernama I.Nengah Goang yang oleh sebagian masyarakat lombok menyebutnya dalang Goang.Karena keahliannya memainkakan wayang sasak sehingga dazaman anak agung sang dalang di curiagai oleh anak Agung kalau  dia adalah orang Isalam.Karena kecurigaan para pembesar Istana Karangasem cakra Negara  sang dalang sering di uji coba baik dengan cara  politik mauapun dengan cara Mistik. Dengan cara mistik ,Dalang Goang  konon sering kali di undang pentas Wayang oleh  bangsa jin .Dikisahkan suatu saat datang lah Seorang pengundang pentas di waktu malam hari kerumah sang dalang, dan beliau  menyanggupinya untuk pentas besok pada malam jumat keliwon.mengingat bayarannya lumayan  sang dalang pun antosias untuk pentas tanpa piker sang Dalang berangkat begitu di jemput setelah  malam tiba ,pergelaranpun berjalan lancer dan cukup meriah terdengar dari dalam panggung  suara   sorak sorai dan tawa penonton  yang diringi tepuk tangan yang ramai , semakin antosiaslah sang dalang mengeluarkan berbagai lelucon  dan di tambah ceritera wayang yang cukup di gemari. Singkat ceritera pagi pun tiba di tandai dengan suara kokok ayam jantan yang menunjukkan waktu menjelang subuh.Pementasanpun berhenti.Alangkah kagetnya sang dalang  ketika menyaksikan semua peralatan termasuk para sekahe  berada di tengah semak belukar pinggir hutan lebat. Untung sang dalang  orang  berpengalaman disetiap wilayah sehingga dapat dengan mudah  mengajak kerunya pulang dengan  kecewa sambil merasa geli seakan ada sedikit rasa lucu campur kesel dalam hati.Singkat kata sang dalang pun menelusuri ternyata sang jin pun di suruh oleh pembesar Iastana karang asem cakra Negara. Begitu Ki Nengah goang tahu, sadarlah bahwa hal ini  akibat kecurigaan anak agung  terhadap keberadaan sang dalang. Dari ceritera ini Kidalang goang berpesan kepada  anak cucunya agar selalu waspada dan supaya tetap ingat agar  semua dalang jangan memyanggupi pementasan wayang  yang dibicarakan pada malam hari Pamalik kata orang jawa Maliq kata orang lombok. Sejak kejadian ini di katakana tabu membicarakan akat pentas wayang pada Waktu Malam hari.
Secara politik I.Nengah goang  dikisahkan pernah suatu saat di perintah untuk mengadakan pergelaran wayang kulit dalam rangka menghibur  keluarga Istana dan Rakyat,di alun alun Istana.Karena ini perintah Anak Agung Sang dalang pun tidak berani menolak pementasan pun di jalankan  dengan pesan anak agung agar dalang membuat semua penonton tertawa terbahak karena kelucuan sang dalang ,Pergelaran dimulai setelah  ada perintah dari petugas Istana.Sementara petugas Intana kerajaan karang asem berpencar untuk mengingatkan kepada semua hadirin agar semua mengingat pesan petugas masuk lapangan untuk tidak tertawa menyaksikan kelucuan sang dalang,karena siapa saja yang sampai terdengar tertawanya akan dihukum bunuh oleh anak Agung.Lambat laun Kidalang pun menjadi curiga ,setelah berupaya untuk mengeluarkan Adegang lucu namun tak ada seorangpun yang terdengar tertawa tidak seperti  kebiasaannya mengadakan pergelaran. Sang dalangpun menyuruh salah seorang turun melihat ada apa  dilapangan .Pahamlah sang dalang bahwa  di alun-alun ada yang tidak beres, ditambah lagi dengan hadirnya Anak Agung kelihatan mengawasi penonton  dengan ancaman bagi yang terdengar tertawa. Suasanapun menjadi lengang bagaikan tidak ada orang yang ikut menonton ,keadaan sebagaimana yang sering di ucapkan  sang Dalang yang mengatakan”Lir kadi tanana Pangarungu Pangarengah ,tanana hikang kumawani nembung rerasan,Lir pedah bumi suwung tanpe kahuripan “.Alangkah kecewanya sang Dalang  sambil berpikir keras bagaimana caranya agar dapat membuat semua penonton tertawa terpingkal pingkal,bila perlu Anak Agung  sekalian tidak dapat menahan tawanya,.Seketika Kidalang menemukan Ide jitu .yang menurut perhitungannya tidak mungkin orang akan mampu menahan tawanya terlebih lagi setelah lanjutan  aksi ini di pertontonkan. Ternyata hayalan dalang menjadi kenyataan. Namun dengan ide pertama hanya Anak agung yang tertawa terbahak bahak begitu melihat sang dalang beraksi merobek kelirnya sambil menari mengikuti irama gending tetabuhan  sekahe.Nampak terlihat para Penonton masih tidak berani mengikuti Anak Agung tertawa ,maka sang dalangpun melanjutkan aksinya yang kedua ,sang dalang lagi-lagi membuka kainnya sambil menari,Dengan Adegan ini ternyata tidak ada satupun penonton yang mampu menahan diri untuk tertawa,dan bubarlah semuanya dengan penuh suara tertawa terpingkal pingkal bahkan tidak jarang orang –orang yang sakit perutnya ,dan banyak pula orang yang terkencing-kencing dengan kelucuan yang di perbuat  sang dalang terlebih lagi demi menyaksikan alat kelamin sang dalang yang masih tertutup kelopak karena tidak pernah di sunat sebagai mana layaknya orang sasak.Demikianlah kisah dalang I.Nengah Goang dizaman anak Agung Raja Karang Asem Cakra Negara. 

Selanjutnya  setelah anak agung, terdengar lagi Kisah dalang seperti Dalang kuripan  dalang Bangket dalem Kediri, Dalang Gunung malang  Lombok Barat, sedangkan di lombok tengah juga terdapat dalang Seganteng ,dalang jelantik dalang bon jeruk Peringga Rata dalang pujut dan lai-lain. Begitu juga Dilombok timur kita pernah mendengar Dalang Kembang Kuning, Dalang Sakra Dalang Aiq Anyar dalang lenek dalang penendem dalang terara dan dalang Peringga Baya. Sampai saat ini Bertambah lagi kemunculan dalang di berbagai tempat bagaiakan menjamur .Namun Citranya tidak lagi seperti dalang pemula ,di gumi sasak kini nilai dalang mulai bergeser jauh meninggalkan porosnya lagi lagi dalang  kini di nilai lebih identik dengan  kenegatipan seperti peminum, pemain perempuan, penjudi ,penyihir dan segudang kenegatipan.                       

Dari berbagai contoh dalang  dan berbagai urain di atas kirany kita dapat simpulkan bahwa dalang adalah orang –orang yang memiliki  Ilmu pengetshusn ysng berlandaskan karakter Ketuhanan mendalam sehingga banyak hal hal yang sulit di terimaakal sehat ,mengenai banyak hal yang dapat di pertunjukkan oleh sang dalang. Pada zaman Dalang Anji songak Misalnya banyak di ceriterakan tentang pengalaman orang-orang yang menjadi sekaha bahwa  Kidalang Anji sering  secara tiba-tiba di wakili Pengerepat kanannya terutama dalam lakon laga dalam ceritera Wayangnya. Konon dia dibawa naik oleh Penantangnya saat sedang mendalang konon Sengaja membuat adegang Perang ramai sehingga penonton yang menyaksikan peperangan wayang tidak mengetahui kepergian sang dalang meninggalkan semoa kegiatannya untuk melayani musuh yang menantangnya.Mereka naik meninggalkan panggung melalui sebatang  bambu panjang di sebelah kanan muka  sengaja di dirikan , itulah sebabnya harus ada sebatang bambu. Disamping ceritera gangguan serius seperti yang dipaparkan diatas ada juga gangguan yang sipatnya iseng oleh penonton dari bawah panggung.Konon pada suatu saat pernah penonton yang mendengar menjadi kebingan . Hal ini di sebabkan kerena iseng dari penonton ,Demi melihat sang dalang duduk dengan mencari celah  agar gampang kencing ketika keadaan sedang tidak mungkin di tinggalkan sang dalang,disisi lain sang dalang ingin sekali buang air kencing sang dalang pun membiarkan alat kelaminya keluar lewat bawah tempat duduk sang dalang,Sang penonton pun tertimpa air kencing sang dalang sang penontonpun menjadi agak kesel Sang penontonpun menanti saat yang tepat untuk mengerjai sang dalang.Secara kebetulan ceritera wayang sedang mengadakan gundem raja Jayang rana,Saatnya jayang rana sedang mengatakan :Kakang humarmaya ,lumiring akena saria metu mering paseban.Umarmaya semestinya menjawab dengan nada halus. Tapi karena alat kelaminnya di sentik oleh penonton dari bawah ahinya tanpa sadar sang dalang menyahut dalam memerankan umar maya dengan kata Eh anak basong kan otak lesekte siq. Meq  jeletik. Penontonpun menjadi bingung.tapi ada juga penonton yang jeli mengusir orang yang mengganggu sang dalang, kesalahan tersebut segera di perbaiki sang dalang sehingga pementasan dapat berlangsung dengan baik sesuai harapan penonton.Sejak saat itu  dalang anji selalu menggunakan penutup kotak wayangnya yang di jadiakn tempat duduk berdalang. 

2. PENGERTIAN DALANG

Secara bahasa, DALANG artinya Pengatur, pengatur mbunyi, bergerak dibalik layer, orang yang memainkan wayang dan pengatur lakon, pengisi suara.demikian menurut kamus besar bahasa Indonesia. Menurut bahasa Indonesia  kata dalang berasal dari kata: DAHYANG yang berarti penyembuh segala penyakit. Sebagian orang mengatakian kata dalang berasal dari bahasa arab yang di indonesiakan,kata daalang adalah turunan dari kata dalil yang artnya  dasar. Alas atau asal. Dalam bahasa Jawa dalang di artikan  ngudal piwulang  yaitu menyampaikan  berbagai macam ilmu ,baik ilmu nyata maupun ilmu gaib ,ilmu biasa maupun ilmu yang diyaqini  mempunyai  tuah seperti ilmu sihir maupun ilmu penyembuh sihir itu sendiri.   Itulah sedikit arti  kata dalng yang mampu kami papar kan daalam tulisan ini.Adapun  yang dimaksud dalang secara  pengertian adalah: 

A. Dalang dalam pengertian  khusus.
Secara  kebiasaan ketika orang menyebut dalaang ,maka yang dimaksud adalah dalang  wayang kulit ,wayang golek ,atau wayang orang yang oleh orang lombokbiasa disebut wayang  wong. Dari berbagai macam wayang ini, dalang adalah sebagai  pemimpin kelompok sekali gus penguasa dalam bebagai hal dalam kelompoknya. Karena dalang  dalam hal ini adalah orang paling di percaya memiliki berbagai keahlian baik  dibidang  seni maupun bidang lainnya secara  keseluruhan.Bahkan  tidak jarang orang beranggapan bahwa seorang dalang adalah seorang  yang memiliki berbagai ilmu yang mumpuni dalam kontek ini dalang adalah orang yang sangat ditakuti dihargai dan sekaligus di hawatirkan ,karena bisa saja dia menyihir orang dan lain sebagainya.Demikian pandangan umuim tentang dalang,disamping anggapan  positif tentang dalang di bangsa sasak dianggap sebagai orang yang hidup bebas tanpa ada ikatan norma sosila,dalang sangat identik dengan pelaku  kejelekan,seperti pemain perempuan ,peminum arak tukang sihir,penjudi dan masih banyak tindakan negatip yang di peruntukkan bagi dalang sasak pada khususnya.Inilah yang penulis sangat sayangkan,karena penulispun pernah sempat beranggapan demikian karena  semua dalang dilombok tidak dapat dipisahkan dengan minuman keras,judi, main perempuan. Harapan penulis kepada semua dalang lombok, mari kita sedikit mengurangi tanggapan negative masyarakat terhadap dalang kasian dalang adalah orang sangat kita kagumi ilmunya karena tidak mungkin seseorang menjadi dalang jika dia tidak orang pintar terutama di bidang pewayangan.Wajar saja dalang diremehkan masyarakat karena sang dalang terkadang tidak menyadari dirinya di jadikan panutan oleh pengagumnya.yang selanjutnya sang pengagum meniru kebiasaan sang dalang ahirnya sang pengagum tetap merasa benar selama melakukan perbuatan yang tidak bertentangan dengan perbuatan pigur yang dikagumi

B. Pengertian dalang secara umum.
Dalam pengertian secara umum,Dalang adalah ; seseorang yang melakukan sesuatu kegiatan dengan tersembunyi,baik itu sekedar perbuatan atau perkataan, dalam pengertian ini sebenarnya sudah tidak asing dari pengalaman setiap orang baik langsung maupun tidak langsung.orang sering mengucapkan  kata ,,dialah dalang semua ini,, dan kata ini sering kita dengar ditengah kehidupan kita sebagai masyarakat umum.Jika kata dalang kita kait kan dengan kehidupan sehari hari,maka dalang tidaklah perlu memiliki keahlian,cukup dia mau melakukan sesuatu dengan menggunakan keahlian orang lain dan atau kemauan orang lain atau keberanian orang lain..dari pemaparan di atas dapatlah kita katan bahwa dalang adalah orang yang melakukan sesuatu dari balik sesuatu, asal jangan dia yang nampak berbuat . apakah perbuatan itu baik maupun perbuatan jahat sekalipun. Dalam kehidapan di tengah masyrakat dalang lebih banyak berperan ketika perbuatan itu bertentangan dengan kebaikan.jarang kita lihat seseorang  menjadi dalang dalam kebenaran,karena  sudah kodrat manusia ketika berbuat baik  jarang yang mau bersembunyi  padahal Alloh maha gaib  DIA sangat senang terhadap kebaikan yang tersembunyi.Tidakjarang orang beralasan demi si ar islam padahal terkadang dalam hati kecil  demi popularitas  agar semua orang tahu dia orang baik.Mungkin saja pemaparan penulis keliru atau penglihatan  penulis yang salah entahlah yang jelas  dalang dalam kebaikan  jarang terlihat sedang kan dalang dalam kejahatn sering terdengar.demikian lah pemahaman kami  tentang dalang secara umum. Dengan cara politik dikisahkan I.Nengah Goang pada suatu saat di perintah anak Agung karang asem Untuk menghibur keluarga Istana.

3. KARAKTER DALANG.

Menurut pandangan kami dalang adlah seorang yang memiliki keistimewaan dalam berbagai hal maupun kedaan,mungkin saja  ada pandangan lain tentang dalang  namun dalang jarang bisa di raih oleh seseorang walaupun  terkadang seseorang nampak dalang karena bisa memainkan wayang dan atau bisa mengisi suara dalam  pentas derama dan lain lain.tapi dalang  yang sebenar nya jauh dari sekedar mampu memainkan sesuatu,melainkan dalang menurut hemat penulis adalah sosok maha guru dalam segalahal baik di bidang seni, kemampuan  keterampilan maupun perilaku.karena seyogyanya dalang  mampu menjadi panutan dalam segala bidang.paling kurang seorang dalang adalah :karakteristik yang memiliki  Iman, Ilmu,dan seni. hal ini sesuai dengan pemaparan imam gazali hujjatul islam dalam kitab  mempertajam mata hati,, dikatakan 

-Dengan iman hidup jadi terarah
-Dengan ilmu hidup menjadi mudah. 

-Dengan seni hidup menjadi indah
Sepanjang pengamatan kami keindahan inilah yang menjadi tujuan hidup manusia.itulah yang sebenarnya yang di tuju oleh setiap tindakan manusia apakah perbuatan itu baik ataukah perbuatan itu jahat menurut pandangan umum  yang jelas mereka ingin memperoleh keidahan dalam kehidupannya,apakah keindahan semu ataukah ke indahan nyata.Itulah kiranya seorang dalang dia memiliki karakter yang dapat di mamfaatkan oleh  orang banyak baik secara langsung maupun tidak langsung karena mereaka memiliki karakter yang bisa di gugu dan di tiru. Inilah  tugas dalang  dia mampu menebar pesona di tengah masyarakat umum lewat kemampuannya dibidang   kedalangannya. Jika  sang dalang kembali kepada karakternya  tentunya tidak pernah ada orang yang berani menganggap dalang  remeh.kembalikan citra dalang dengan mengkarakteri  karaktrer dalang itu sendiri. 

4. KEAHLIAN PENDUKUNG DALANG
 Banyak hal yang sebenar nya di butuhkan sebagai pendukung untuk kelengkapan seorang dalang mengingat dalang merupakan seorang nara sumber dalam berbagai hal atau keperluan hidup terutama sekali dibidang pewayangan dan sejenisnya.Untuk hal tersebut tentunya sangat dibutuh atribut pendukung sehingga seorang dalang dapat di terima dengan senang sebagai penghibur sekaligus pembimbing serta penyampai imformasi positip di tengah tengah masyarakat,atau halayak umum dalam setiap situasi dan keadaan.setiap tempat.Adapun  keahlian pendukung  yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah sesuai dengan gambaran kearifan seorang tokoh dalam kitab kotara gama ,dimana dilamnya di jelaskan bahwa, seseorang yang bisa mengayomi masyarakat apabila seseorang memiliki beberapa seperti Ilmu Agama,Ilmu pengethuan umum termasuk ilmu hukum, Ilmu sosiologi  memiliki ke kayaan dan seorang yang bersifat pemberani.Demikian juga dengan seorang Dalang paling tidak dia harus menguasai  empat macam ilmu yaitu:  

-Ahli ceritera
-Ahli Bahasa
-Menguasai Gending atau ahli seni
-Memiliki Ilmu agama dan ilmu Hukum 

-Memiliki Ilmu pengethuan social.
A.Ahli ceritera.
Keahlian dibidang ceritera merupakan  modal pokok yang mutlak wajib di miliki seorang dalang karena  dalang pada dasarnya adalalah seorang ahli  dalam menyampaikan berbagai ceritera yang di inginkan oleh seseorang atau kelompok orang ditengah masyarakat,yang oleh orang jawa dahulu orang seperti ini di sebut  ,,SAMAN,,saman ini menyampaikan ceritera dengan  mengaktipkan gerakan  atau terkadang mempergunakan alat Bantu  sehingga orang dengan cepat menangkap isi ceritera yang disampaikan oleh sang saman tersebut.Penguasaan ceritera  bagi seorang saman sudah tidak perlu di persoalkan lagi  karena tidaklah saman jika dia tidak mengantongi seribu satu ceritera..Dalam  penguasaan ceritera  dalang  adalah sama dengan saman .karena dalang menggunakan alat khusus dalam menyampaikan ceritera sehingga disebut dalang sedang kan saman cukup dengan penguasaan ceritera dan mempergunakan alat Bantu seadanya. {wikifidia ensiklopedi bebas }kiranya tidaklah jauh menyimpang jika  seorang dalang  sama dengan saman atau wira ceritera sebagaiman penjelasan di atas, justeru semua istilah di atas mengacu kepada penguasaan  berbagai ceritera .itulah kiranya sehingga seorang dalang adalah orang memiliki segudang ceritera yang siap di ceriterakan terhadap halayak dengan cara  yang sangat disenangi orang.Oleh karenanya seorang dalang mutlak sebagai ahli ceritera dengan menggunakan alat yang sudah disiapkan..       Sebagai ceritra pokok yang mutlak harus di kuasai dalang sasak adalah certera serat menak, di tambah dengan berbagai ceritera dalam bentuk parigan, seoerti  Bang bari, Kabar sundari  Kabar melayu Ceritera Rengganis Sideralam dan sederetan ceritera parigan wayang sasak lainnya.Selanjutnya apa yang merupakan  suguhan  agar dapat di jadikan contoh dan sekaligus tontonan yang menjadi tuntunan hidup bermasyarakat berbangsa dan beragama.Oleh karenanya seorang dalang adalah orang yang mampu memberikan conto teladan yang fositif ditengah kehidupan bermasyarakat,karena di senantiasa menyampaikan ,mengajak, memberikan  contoh kebaikan dan kebenaran  terhadap penontonya .  

B. Ahli bahasa  

Seorang dalang sangat di tentukan baik tidaknya dengan kemampuan nya di dalam berbahasa,baik dari jenis bahasa  maupun langgam suara dalam berbahasa  dan sekaligus kemampuan mengolah vocal dalam berbahasa. Seorang dalang harus mampu mempergunakan berbagai bahasa local maupun berbagai bahasa nasional sehingga siapapun yang mendengarkan dalang dia mengerti apa yang sedang di bicarakan sang dalang.Kiranya penguasaan bahasa sorang dalang senantiasa menjadi tolak ukur popularitasnya. Semakin banyak bahasa yang di kuasai maka akan semakin  populerlah dia,itulah sebabnya  penulis sangat mengharapkan dalang yang akan dating lebih  banyak menguasai bahasa sehingga dalang tidak bagaikan katak dalam tempurung sebagaiman apa yang sedang di alami oleh dalang sasak saat ini.dan pada ahirnya wayang sasak hanya popular di lombok saja tidak dapat di terima oleh orang bali karena tidak mampu berbahasa bali dengan baik , begitu juga wayang lombok tidak dapat diterma oleh orang sumbawa bima dompu akibat dari sang dalang tidak mampu berbahasa sumbawa bima dan dompu .Melalui tulisan ini  liranya kami banyak berharap terhadap dalang lombok yang menyeluruh tidak hanya terbatas sampai dilombok saja tapi bisa  menasional dan bahkan menginer nasional seperti kebanyakan dalang jawa saat ini.Dengan demikian tidak lah perlu di hawatirkan akan perkembangan wayang sasak  yang saat ini  hidup segan matipun tak hendak. Dengan penguasaan bahasa yang cukup kiranya wayang sasak bisa bangkit kembali seperti  sedia kala .Alangkah ruginya bangsa sasak jika budaya wayang ini sampai tamat hingga disini., pemerhati budaya  apa gerangan yang sedang  baginda lakukan untuk wayang mu, akankah dibiarkan budaya yang berjasa ini seperti saat ini ? seakan  tak ada lagi orang yang menyebut wayang dalam berbagai upacara, wayang saat ini bagaikan sedang tidur panjang dan tak pernah dibangunkan dari tidurnya yang asik. dalam kesendirian tanpa ada orang yang coba membangunkannya. Karena kalah dengan kemajuan tehnologi mutkhir saat ini.. ini semua disebabkan keadaan sang dalang yang tidak mampu membangkitkan  minat masyarakat akibat keterbatasan bahasa yang di kuasai oleh dalang sasak pada umumnya. Sementara ini dalang sasak merasa puas dengan kemampuannya  berbahasa wayang tanpa pernah ada dalang sasak yang mencoba menerobos dunia luar  dengan mencoba mempelajari  bahasa luar seperti bahasa inggris bahasa arab bahasa prancis cina jepang belanda  dan lain-lain.Kirnya denganberagamnya penguasaan bahasa sang dalang  wayang sasak bisa kembali degemari orang secara umum.akhirnya bahasa sangat menentukan ketika bahasa didukung dengan  keahlian mengolah vocal dengan lagu suara yang menarikhati penontonnya. .Jika paparan di atas kita perhatikan maka ada berbagai hal yang barkaitan dengan bahasa harus di kuasai oleh se orang dalang seperti  macam bahasa, lagu bahasa, vocal,  tata bahasa, dan  jenis bahasa .Kiranya dengan beberapa hal penting tentang bahasa cukuplah bagi seorang dalang untuk melengkapi keberadaannya sebagai seorang dalang.
B.a..Macam bahasa 

Macam bahasa  yang harus dikuasai seorang dalang hendaknya tidak terbatas pada bahsa wayang sebagaimana  dalang sasak  saat ini namun semestinya  menguasai  bahasa siji sedasa sebagaiman yang sering di ungkapkan sese orang di bidang tembayun.. untuk lebih jlasnya rangam bahasa yang mutlak harus dikuasai adalah:
1. Bahasa  Kawi karena  bahasa ini yang dipergunakan dalang sasak dalam melaksanakan tugas nya sebagai dalang. Oleh karenanya  inilah bahasa pokok yang harus dikuasai

2. Bahasa Halus atau bahasa dalem yaitu bahasa yang sering di pergunakan oleh orang sasak bila sedang berbicara dengan bangsawan sasak atau orang  pembesar,dan inilah yang dipergunakan oleh dalang sasak sebagai bahasa parekan atau panakawan jika berbicara dengan  tokoh –tokoh wayang sasak.

3. Bahasa lokal,yaitu bahasa setiap desa yang ada di pulau lombok mengingat dipulau lombok langgam bahasa atau lagu bahasa setiap desa di lombok berbeda walau  dasar katanya tidak jauh berbeda. Penguasaan berbagai bahasa sasak  sangat di perlukan untuk lebih semaraknya lebih lebih dalam melakonkan  banyolan atau lawakan . dan terkadang  ini yang menjadi daya pikat bagi penonton   masyarakat   sasak.Sebagai acuan untuk tidak terlalu membingungkan tentang perbedaan bahasa dalam keragaman bahasa sasak penulis menukil  pendapat Drs. Hajji lalu azhar tokoh budayawan sasak dalam bukunya yang berjudul muatan local bahasa sasak buku pelajaran bahasa sasak SD. Kelas VI  di katakana bahwa bahasa sasak di bedakan menjadi empat dialek yaitu; dialek selaparang, dialek Pejanggik, dialek Pujut dan dialek Bayan.  

4.Bahasa Indonesia  atau bahasa melayu biasanya  dijadkan sebagai bahasa pengantar oleh seorang dalang lebih-lebih ketika pentas di kota atau diluar lombok.selanjutnya bahasa indonesia mutlak harus di ketahui banyak oleh seorang dalang sasak sebab  bahasa  iandonesia sebagai pokak bahasanya sekaligus sebagai bukti bahwa dia memang  merupakan cirri utama yang menunjukkan dirinya sebagai bangsa Indonesia karena kata orang bijak “Bahasa menunjukan Bangsa”.

5. Bahasa asing seperti bahasa inggris, bahasa arab, bahasa cina, bahasa prancis dan bahasa jepang  bahasa belanda dan lai-lain.penguasaan berbagai bahjasa ini  sangat mendukung bahkan sekaligus akan menjadikan dia lebi popular di seantero belahan dunia sebagaimana yang telah di kemukakan diatas.

B.b.Lagu bahasa

Lagu Bahasa atau dialek dalam bahasa sasak pada khususnya sangat beraneka ragam. Penguasaan setiap lagu bahasa sasak  akan menjadi sangat lucu ketika di jadikan sebagi bahan banyolan  oleh se orang dalang sasak .misalnya bahasa Rumak, kediri gerung gunung malang Penarukan bahas Pujut Basa Peraya Bahasa Murbaya Basa Kopang Basa,terara,suradadi, basa sikur basa masbagik, lendang nangka basa dasan lekong pauq lomboq basa Pohgading  Peringgabaya.Bahasa Selong kelayu, pancor, Sakra Rumbuk Songak Denggen Keselet, Montong tangi Basa Lenting Gereneng Sampai Bahasa Peneda gandor dan masih banyak lagi bahasa Desa yang tidak mampu  penulis  sebutkan.Semua desa tersebut sebagai mana kita ketahui memiliki lagu bahasa yang berbeda beda sudah pasti akan kdengaran lucu ketika basa desa yang satu diperdengarkan di desa lainya. sehingga penguasaan lagu bahasa sasak menurut hemat kami akan memiliki daya tarik sendiri ketika di dengar oleh orang berasal dari desa lain yang tidak memiliki lagu bahasa yang sedang di lakonkan ole tokoh panakawan  wayang dalam pegelaran.Demikian juga ketika seseorang menggunakan bahasa Indonesia dengan lagu bahasa Songak lombok timur atau bahasa Gunung malang lombok barat tentu akan kedengaran sangat menghibur pendengarnya .Tentu akan semakin lucu ketika seorang berbicara bahasa Inggris dengan menggunakan lagu bahasa Dasan lekong Lombok timur atau bahasa Penarukan Lombok barat dan seterusnya.tergantung dari kemahiran sang  Dalang  mengolah semua yang dapat di jadikan sebagai  sesuatu yang bisa disenangi.Itulah berbagai keahlian seorang dalang yang dapat menunjang profesinya sebagai dalang namun menurut  kebiasaan ,semunya adalah merupakan penunjang karena tidaklah dikatakan dalang kalau belum menguasai lagu lama yang biasa disebut tembang atau fufuh.adapun  macam tembang yang harus dikuasai paling kurang ,Fufuh sinom, Pangkur ,dang dang ,Durma,Asmaran dane,Masgumambang dan tembang srinata.           

B.c.Vokal
Vokal menurut kamus bahasa Indonesia artinya hurup hidup yang terdiri dari: A,I U,E,O .Menurut kamus” kata-kata baku”,Masalah Vokal adalah masalah suara .Adapun dalam kamus bahasa inggris, V okal desebut dengan menggunakan istilah “Vowel atau  Voice,  yang artinya suara.atau cara mengucapkan kata.{kamus lengkap 50 milyar inggris Indonesia ,Indonesia Inggris}.Demikian arti vocal menurut beberapa kamus bahasa. Sedangkan yang dimaksud vocal adalah suara, yang dalam bahasa arab biasa di sebut”shoutun atau shout”.Vokal atau suara adalah :bunyi ucapan yang dapat didengar dan di fahami maknanya. Dalam Qaidah ilmu nahwu yang selanjutnya dinamakan kalam yang di dinisikan dengan “Assautul mustamilu ala ba’dal hurufilhijja’iyyah” yang artinya suara yang tersusun atas huruf huruf. Hijja’iyah..Dalambuku pelajaran Bahasa Indonesia di jelaskan lebih lanjut tentang Vokal bahwa  dalam mengucafkan sesuatu bahasa hedaknya vocal itu paling kurang  memiliki dua pelengkap  sehingga dikatakan vocal yang menarik yaitu :Artikulasi dan Intonasi.

- Artikulasi artinya cara mengeluarkan suara dengan memperjelas  vocal sehingga  apa yan di ucapkan  tidak mengeluarkan kata kata yang meragukan pendengar untuk di pahami maknanya.

-Intonasi rtnya  nada suara ,hendaknya intonasi seorang dalang secara cepat dapat di rubah sehingga  pembicara antara tokoh yang satu dengan yang lainnya dapat di bedakan dengan jelas oleh sang pendengar,intonasi seorang dalang tidak dibenarkan monoton  karena seorang dalang mesti dapat meng intonasikan bahasa sesuai dengan karakter tokoh yang sedang di perankan dalam berbicara. 

B.d. Tata bahasa

Tata abahasa  atau Ilmu bahasa yang biasa di sebut  Sumantik sangat di harus kan bagai seorang dalang untuk  menguasainya mengingat dalang akan berbicara dihadapan orang banyak agar apa yang sedang di ucapkan sesuai dengan cara atau aturan bahasa yang sedang di pergunakan.paling tidak dia harus tahu asal kata suatu ucapan  seperti asal kata dari pertunjukan yang artinya tontonan, tentu  paling tidak dia tahu kalau kata tersebut dasar katanya adalah tunjuk. Begitu pula kata jadian dalam bahasa  sasak misalnya ‘”Beboya an”, seorang  dalang mesti tahu bahwa kata dasarnya adalah boya dan seterusnya,ini dimaksud agar tidak terjadi kesalah  pahaman dalam pemahaman seorang penonton. Karena secara kenyataan di lapangan tidak jarang terjadi kesalah pahaman penonton  terhadap ucapan seorang dalang.Demikian juga terhadap bahasa lainya sepert baha sa Inggris bahasa Arab Prancis Bahasa cina .India dan lain sebagainya.Dari sekian banyak bahasa yang aharus di ketahui tentang ilmu bahasanya, namun yang paling penting adalah mengetahui Ilmu bahasa Kawi  atau Ilmu bahasa Jawa kuno. Disini seorang dalang  harus tahu tentang ilmu bahasanya, lebih lebih lagi mencakup hurup dan bacaan nya,dan  didalamnya  mencakup berbagai lagu bahasa yang biasa di sebut pupuh sebagaimana yang telah di kemukakan di atas.Mengat dalam praktik penyampaian pengaksama diawal pementasan seorang dalang membukanya dengan menggunakan pupuh pangkur. Atau terkadang menggunakan tembang durme.Dengan pengajum  dalam penggunaan selutur semestnya banyak dihias dengan berbagai tembang seperi dang-dang Sinom  walau hanya sekedar sedikit.agar seorang dalang mengeluarkan ucapan didasari dengan pupuh.Jika tidak demikian ,ucapan dalang akan sepert pidato diatas podium. Tentu tidak menarik untuk di dengar.Itualah sebabnya.

B.e.Jenis Bahasa.

Jenis bahasa yang harus di kuasai seorang dalang tentunya sangat  mendukung bagi provesinya,mengingat seorang dalang akan memerankan berbagai tingkatan tokoh pewayangan seperti Prean Prabu atau Raja, patih atau perdana mantra, Punggawa atao pekerja Istana dan parekan  atau panakawan dan ulu balang atau rakyat biasa. Penjenisan bahasa ini biasanya sangat menonjol pada bahasa Jawa, bahasa Bali dan bahasa sasak, karena bahasa yang di pergunakan seorang dalang adalah jenis basa jawa kono yang selanjutnya oleh orang sasak di namakan basa Kawi,maka jenis bahasa jawa bali sasak mutlak harus di kuasai seorang dalang.Jenis bahasa dalam tulisan ini adalah tingkatan bahasa  sebagai mana yang kita ketahui bahwa untuk bahasa tiga suku tersebut jenis bahasanya tidak jauh berbeda.Namun bagi dalang sasak pada khususnya hendaknya mengetahui berbagai jenis bahasa yang harus dipergunakan sesuai tingkat dimana dia sedang berperan.Ketika sang dalang sedang memerankan seorang Raja dan patih tentunya Dalang menggunakan bahasa Utama. Begitu juga ketika sang dalang memerankan serang punggawa maka mutlak dia harus mempergunakan bahasa Madiya, dan saat sang dalang sedang berperan sebagai panakawan atau parekan maka dalang menggunakan bahasa weisia dan seterunya sampai bahasa sehari hari  sesuai dengan kebutuha social setempat. Khusus dalam penerapan bahasa wayang  paling kurang dalang menguasai  tiga jenis bahasa yaitu bahasa Utama,Bahasa Madiya dan bahasa weisia.

C. Menguasai Gending atau ahli seni. 

Penguasaan Gending bagi seorang dalang sangat lah mutlak sebab dalam menjalankan tugasnya sebagai dalang  sebagai mana kita ketahui bersama bahwa dalam pementasan wayang ,tidak pernah terpisah dari tabuh pengiring .Dimana sang dalang sebagai pengatur tetabuhan gending setiap lakon yang sedang di pentaskan. Disini antara gending dengan dalang dan wayang bagaikan bumbu dengan garam,Apapun jnis lauk yang dihidangkan  atau dengan bumbu apa saja tidaklah enak jika tidak disertai garam yang cukup.Dengan demikian seorang dalang mesti tahu gending apa yang harus di pergunakan dalam setiap keadaan  dalam menjalankan pementasan , lakon yang sedang dipergelarkan akan di iringi dengan gending apa semuanya di atur sedemikian rupa oleh dalang. Dalam pementasan wayang kulit sasak biasanya menggunakan beberapa gending sebagai gending pokok dalam pergelaran wayang sasak antara lain. 

-Gending Rangsan 

- Gending kabor 

- Gending ladrang

- Gending selisir

- Gending Perang

- Gending atau suling selutur
-Gending mundur.
Itulah nama gending pokok yang mutlak harus di kuasai seorang dalang  dalam mementaskan wayang kulit sasak, meski masih banyak tabuh gending lain yang dibutuhkan sesuai dengan kedaan  lakon yang sedang di pergelarkan. Untuk penguasaan gending sang dalang harus bisa memainkan berbagai alat musik yang di pergunakan dalam tetabuhan .seprti memainkan gendang wadon, gendang lanang , memaikan kekajar, memainkan kenet, rerincik, kempul atau gong dan sekali gus dapat memainkan suling panjang sebagai cirri wayang sasak dan demikian suling pendek yang  biasa di pergunakan mengiringi gending secara umum.Itulah diantaranya gending atau tabuh yang hendak dikuasai seorang dalang sasak dan sekaligus mamapu memainkan setiap alat musik yang di pergunakan. Penguasaan semua gending sekali gus alatnya dimaksudkan ,agar terhindar dari kesalahan yang nampak  dalam pergelaran, kesalahan yang di perbuat  salah seorang sekaha atau pemegang alat dapat di tutupi seorang dalang  sehingga nampak semua peserta atau sekahe terdengar  provisional di bidangnya.Mengapa kesalahan yang di bicaran? Cobalah di bayangkan jika seseorang berjaga sepanjamg malam tentu akan banyak bebuat kesalahan dengan tidak disengaja hal inilah yang harus diperhitungkan seorang dalang sehingga sang dalang dapat menutupi kesalahan  sang sekaha atau penabuh yang di liputi keadaan ngantuk.Demkian juga dengan  penggunaan dan penempatan tetabuhan harus betul-betul di hapal seorang dalang Disamping  tabuh pokok diatas tentunya seorangdalang sasak juga dapat menguasai gending lain yang bisa di jadikan selingan sebagai pengiring bebanyolan sehingga para penonton .mendapat represing dari keseriusan menonton ceritera . dapat juga diselipkan gending –gending penghibur lainnya seperti bejanggeran, lagu-lagu melayu dan jenis gending tarian sepertitari oncer ,tari telek dan tari tari yang lain yang dapat menyemarakkan acara pergelaran yang sedang di pertontonkan.Hanya saja seorang dalang perlu membatasi diri dalam menampilkan selingan ceritera sehingga inti pokok  pementasan tidak menjadi kabur.

D.Memiliki Ilmu agama dan hukum.
Pada dasarnya semua orang berkewajiaban untukmemiliki ilmupengetahuan yang banyak terlebih lagi Ilmu agama karena.  hanya dengan ilmu manusia bisa menempatkan diri pada posisinya dalam menjalankan kehidupannya di dunia ini.terlebih lagi kehidupan akheratnya.Dan ungkapan ini sudah sering kita dengar dari kalangan  orang bijaksana terlebih lagi para ulama sering menjelaskan ke utamaan ilmu  dengan sabda Nabi yang artinya ;Barang siapa yang inmgin bahagia hidup di Dunia raihlah dengan Ilmu ,dan barang siapa yang ingin bahagia di akherat,raihlah dengan ilmu,dan barang siapa  yang ingin bahagia dunia akhirat  raihlah dengan ilmu.( Al-Hadits )Demikian juga didalam kitab suci Al-Qur!an sangat di anjurkan agar seseorang memiliki Ilmu.maka bagi seorang yang menjadi dalang sangatlah diperlukan ilmu agama baik Untuk dirinya sebagai seorang manusia terlebih lagi bagi provesinya sebagai dang yang memiliki banyak kesempatan untuk membuat manusia menjadi sadar tentang perlunya kebaian. Dan alangkah manisnya di dengar jika seorang dalang mampu berdakwah dan mampu membuka dalil al-qur'an dan hadis ditengah pergelarannya.

Sumber : Murdiyah, S.Ag (Ketua Lemabaga Adat Darmajagat Desa Songak).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru