Kedubes Australia Kunjungi Lakpesdam NU Mataram

Tertarik dengan cara pengelolaan keberagamaan dan penanganan kelompok minoritas oleh Lakpesdam NU Mataram, kedutaan Austaralia kamis (9/16) mengunjungi Lakpesdam NU Mataram di Pejeruk. Rombongan kedubes australi tiba sekitar pukul 11.00 Wita dan diterima pengurus Lakpesdam NU. “kami ingin mendapatkan informasi dan cari tau bagaimana teman-teman Lakpesdam NU mengelola keberagaman dan menangani persoalan yang dihadapi kelompok minoritas melalui program peduli, kami tertarik dengan strategi teman-teman Lakpesdam  NU yang menggunakan pendekatan kultural dan pranata sosial dalam menangani persoalan kelompok minoritas, ungkap ibu Fleur”, mewakili kedubes australi ketika berbincang dan ramah tamah dengan pengurus Lakpesdam NU.

Pilihan kultural dalam penanganan kelompok minoritas, merupakan “refleksi atas pendekatan legal formal yang selama ini tidak banyak memberikan hasil. Disamping itu, pendekatan kulutural merupakan ciri khas NU dalam setiap gerakannya baik dalam persoalan social, politik maupun pemberdayaan, ini yang ingin terus kita kuatkan”, jelas Program Oficer Muhammad Jayadi dalam pemaparannya kepada rombongan kedubes australi. Kehadiran NU dalam penanganan kelompok minoritas bukan dalam konteks menjelaskan atau membela apa yang mereka yakini, namun lebih pada upaya memberikan pembelaan kepada mereka sebagai warga Negara, mereka warga Negara Indonesia dan mereka membayar pajak kepada Negara, jadi tentu mereka memiliki hak yang sama jelasnya.

Mantan Ketua PMII Mataram ini menambahkan, dalam penanganan masalah ini, teman-teman di Lakpesdam NU memegang nilai dan kearifan lokal yang berkembang dimasyarakat yang salah satunya adalah “aik meneng-empak bau-tunjung tilah”, artinya dalam menyelesaikan masalah orang Sasak (Lombok) senantiasa mengedepankan kepentingan bersama, tidak menang sendiri  dan menyakiti yang lainnya, sehingga masalah bisa selesai dengan baik. 

Selain dari kedubes australi, pada kesempatan tersebut hadir juga menejer program pendidikan dari DIFAT Benita Chudleigh. Yang ingin mengetahui akses pendidikan yang diterima oleh anak-anak dari kelompok minortas. (Dar) -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru