Begawe Hari Minggu

Tak hanya anak-anak yang libur sekolah yang  menunggu datangnya hari Minggu. Di kampung saya, hari Minggu juga ditunggu oleh mereka yang menggelar hajatan, baik hajatan walimah, syukuran berangkat haji, atau begawe lain yang menjadi tradisi masyarakat. Di kampung saya, tradisi daur hidup seperti  nelung, mituk dan nyiwak  pada orang yang meninggal masih tetap lestari meskipun banyak yang menghindar karena dianggap bid’ah atau sesat. Tamrin salah seorang warga mengatakan Tradisi local itu harus bertahan karena menjadi tatacara silaturrahmi warga dengan handaitaulannya.

Hari minggu banyak dipilih karena pada saat itu warga kampung yang bekerja di kota atau di tempat lainnya libur dan tempat kerjanya tutup. Dengan demikian warga bisa saling menghadiri acaranya. Kadang bingung juga menghadiri undangan pada jam atau waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.

Seperti hari Minggu ini (15/11/2015), seorang warga mengadakan syukuran anaknya yang menikah, sore nanti warga akan menantikan kehadiran keluarga suami anaknya. Mereka akan datang untuk nyongkolan.

Pada saat acara nyongkolan berlangsung. Anak-anak muda baik pemuda maupun pemudi ikut meyambut kehadiran sang pengantin. Mereka akan mengenakan pakaian adat terbaik dengan dandanan berbeda dari hari-hari biasa. Para pemudi akan mengenakan kebaya serta menyambut pengantin di perbatasan kampung. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru