Sumur Toraja di Lungkak, Peninggalan Orang Sulawesi

Sumur Tauraja merupakan sumur tertua di dusun Lungkak, desa Ketapang Raya, kecamatan Kruak, Kabupaten Lombok Timur. Menurut dari warga penduduk yang ada di dusun Lungkak, sumur ini telah ada sebelum mereka terlahir di dunia. Konon ceritanya, sumur yang tidak pernah kekeringan air  ini digali oleh pelaut yang berasal dari Sulawesi, yaitu sekitar zaman kerajaan Bali menjajah masyarakat Lombok.

H. Ibrahim adalah salah seorang toko masyarakat yang disegani di dusun Lungkak. Dari segi umur yaitu 72 tahun, ia pun merupakan manusia yang paling tua di dusun ini. Olehnya itu, ia paling banyak tahu tentang asal-usul dan perkembangan dusunLungkak.

Menurut H. Ibrahim bahwa sumur Tauraja adalah sumur kembar. Sumur yang berada pada bagian kiri adalah khusus dijadikan sebagai tempat mandi, sedangkan sumur yang letaknya di sebelah kanan yaitu untuk dijadikan sebagai air minum.

H. Ibrahim menutur kan bahwa dusun Lungkak pada zaman dulu adalah sebuah daratan di tepi pantai yang banyak ditumbuhi oleh pepohonan dan tumbuhan daun pandan. Di wilayah ini terdapat sebuah muara sungai sehingga sangat strategis bagi pelaut untuk menyandarkan perahunya  yang kemudian naik di daratan untuk beristirahat.

Seorang pelaut asal Sulawesi yang bernama Mbok Lungkak menemukan tempat ini dan ia pun membangun sebuah rumah panggung di kawasan daratan ini. Mbok Lungkak adalah pelaut asal Sulawesi yang banyak melakukan perjalanan di berbagai pulau dengan suatu misi untuk menyiarkan ajaran agama islam. Namun ia pun tidak bergerak sendiri, ia bersama dengan teman-temannya, termasuk kakek dari H. Ibrahim yang bernama Mbok Bonton. Olehnya itu, selain Mbok Lungkak yang membangun rumah di kawasan dekat muara ini, juga teman-teman sawi (perahunya). Kemudian lambat laun banyak pelaut asal bugis yang berkampung di tempat itu.Tapi karena Mbok Lungkak adalah orang yang dituakan di kampung itu dan banyak didatangi oleh orang-orang  untuk berguru tentang agama, sehingga ketika orang-orang akan datang di wilayah tempat Mbok Lungkat tinggal, orang-orang  itu pun mengatakan ingin pergi ke Lungkak. Akhirnya kampung itu menjadi kampung Lungkak, yang kini menjadi sebuah dusun.

Pada saat Mbok Lungkak membangun rumah panggung di kawasan dekat muara tadi, ia pun membangun dua buah sumur yang berdampingan. Sumur yang satunya sebagai tempat mandi dan yang satunya lagi sebagai tempat untuk mengambil air minum.

Sumur yang dibangun oleh Mbok Lungkak itu dijuluki Sumur Tauraja. Arti “tau” dalam bahasa bugis adalah manusia, sedangkan raja adalah besar. Secara harafiahnya adalah orang yang besar pengaruhnya di tempat itu. Terkait dengan ini, Mbok Lungkak adalah sosok yang paling besar pengaruhnya di tempat itu dan dirinya sendiri yang mambangun sumur itu sehingga sumur itu dikenal sebagai sumur sang penguasa di kampung itu. Itulah sebabnya sumur kembar itu dijuluki sumur  dari seorang penguasa besar, sehingga dinamakanlah Sumur Tauraja. Namun pada ejaan bahasa bugis kata “au” sering dieja “o”, jadi Sumur Tauraja menjadi Sumur Toraja.

 Keberadaan Sumur Tauraja di dusun Lungkak sangat berperan penting untuk menghidupi warga sekitar. H. Ibrahim, di saat masih ada muara, semua nelayan-nelayan datang mengambil di Sumur Tauraja. Begitu pun juga penduduk yang tinggal di dusun luar, termasuk penduduk yang ada di pulau Maringkik  selalu datang di sumur ini untuk mengambil air.

Namun untuk sekarang, karena perkembangan teknologi, sudah banyak warga penduduk yang membuat sumur bor, sehingga jumlah warga penduduk yag sering mengambil air di Sumur Tauraja sudah berkurang. Tapi sumur tersebut tetap terjaga dan terpelihara karena ketika musim kemarau tiba banyak sumur di dusun Lungkak mengalami kekekringan air, akhirnya masyarakat kembali berbondong-bondong untuk mengambil air di tempat ini.

Terkait dengan keberadan Rumah Khusus Nelayan yang sedang dibangun di dusun Lungkak pada tahun ini, Sumur Tauraja pun menjadi sasaran untuk dijadikan sebagai sumber mata air yang akan mengalir ke Perumahan Khusus Nelayan tersebut. Tererpilihnya Sumur Tauraja sebagai sumber mata air yang akan mengalir di Perumahan Khusus Nelayan Lungkak karena kapasitas air yang ada di Sumur Tauraja ini tidak pernah mengalami penyusutan debet air, walau pun itu di musim kemarau. Selain itu, sifat air yang ada di Sumur Tauraja ini sangat jernih dan tidak asin atau payau. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru