Tari Rudat Pengiring Pengantin Saat Nyongkolan

KM NArmada, Tari Rudat merupakan salah satu tarian tradisional Pulau Lombok  yang mulai jarang terlihat dan cukup langka ditampilkan. Dalam pertunjukannya Tari Rudat ini sangat kental akan nuansa Islami baik dari segi kostum, lagu maupun pengiring pertunjukan. Saat dulu masih kanak kanak sekitar tahun 80-an Tari Rudat ini biasanya ditampilkan di berbagai acara seperti Khitanan, Khatam Al-Quran, Maulid Nabi, peringatan Isra Mi’raj dan acara peringatan hari besar Islam lainnya.

Sejarah tentang asal mula Tari Rudat ini masih belum diketahui, namun dari beberapa sumber mengatakan bahwa tarian ini berasal dari Timur Tengah dan sudah ada sejak masuknya agama Islam ke Indonesia.
Tarian ini digunakan para Ulama terdahulu sebagai media penyebaran agama Islam. Banyak yang mengatakan pula bahwa, Tari Rudat ini merupakan perkembangan dari Dzikir Saman dan Burdah. Dzikir Saman merupakan kesenian tari dengan gerakan pencak silat dan disertai dengan dzikir. Sedangkan Burdah merupakan nyanyian yang diiringi dengan iringan seperangkat musik rebana berukuran besar.
Seperti yang disebutkan di atas, tarian ini awalnya merupakan salah satu media penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Lombok. Seiring dengan perkembangan, tarian ini kemudian digunakan untuk memeriahkan acara Khitanan, Khatam Al-Quran dan berbagai upacara peringatan hari besar lainnya.
Dalam perkembangannya tarian bernuansa Islami ini tidak hanya mengisi acara hari besar Islam namun sudah mulai bergeser mengisi acara adat dan lainnya. Seperti yang terlihat pada Kamis sore (5/11) tampak tarian Rudat mengiringi barisan rombongan pengantin saat nyongkolan.
Pasangan pengantin Rony dan Ira yang sore itu melakukan prosesi adat Nyongkolan terlihat berbeda dengan menggunakan tarian adat Lombok tersebut. Acara Nyongkolan yang biasa diiringi musik jalanan atau Kecimol yang bikin macet kali ini terlihat lancar dan tertib saat inringan pengantin melintasi jalan di Desa Kramajaya menuju rumah pengantin wanita di Desa Tanak Beak.
Ajungan jempol sebagian warga yang bersemangat menyaksikan penampilan penari Rudat yang bekostum ala prajurit jaman kerajaan masa lampau menambah suasana semakin semarak. "Bagus ini... melestariakan budaya sekaligus menjadi solusi kemacetan saaat Nyongkolan". Kata Rahman 40 tahun salah seorang warga yang ikut menyaksikan acara nyongkolan tersebut.  (Abdul Satar) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru