Tradisi Memelihara Kawubu Penolak Bala

Puyuh Tanah atau dalam bahasa Bima disebut Kawubu adalah binatang sakral dan penuh mitos karena sebagai penolak bala dan penangkal gangguan ilmu hitam dalam kepercayaan Suku Mbojo. Kawubu dalam tradisi di Bima merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara anggungannya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara langsung.

Selain dari itu Kawubu memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya. Menurut kepercayaan orang-orang tua dulu sejak beratus-ratus tahun terutama pada masyarakat tradisi Bima Kawubu biasa di pelihara didepan rumah dengan Jaba yaitu sebuah sangkar tradisional yang memang khusus Kawubu atau Puyuh Tanah ini.

Biasanya juga Kawubu sering disebut burung alam gaib yang bisa memberikan rezeki dan keberuntungan bagi si pemiliknya. Bagi penggemar burung yang satu ini pasti tidak asing dengan mitosnya.

Diceritakan kenapa Kawubu ini sebagai penangkal ilmu hitam dan bala, karena Kawubu salah satu burung yang sangat suci, biasanya jika ada gangguan ilmu hitam maka dia akan bersuara dan suara itulah yang diyakini bisa membentengi rumah pemiliknya. Pemeliharaan Kawubu sangat sederhana dan sangkarpun harus tetap bersih dan berisi pasir sebagai tempat tidurnya. Kawubu biasa diberi makan dengan witi yaitu semacam gandum dan air.

Pengalaman beberapa pengagum burung ini, bila saat bulan purnama dia akan mengeluarkan suara yang sangat merdu yang dianggap Kawubu sedang memuji keindahan bulan. Suara seperti itu juga kerap disuarakan apabila usai mengerami (bertelur). - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru