Rekomendasi Dialog Budaya 2015

KM TNC. Dialog budaya dalam rangka bulan budaya Lombok Sumbawa 2015 yang berlangsung tanggal 14 September 2015 bertempat Hotel Gorden Palace Mataram. Dalam kegiatan dialog budaya yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat budaya diantaranya Tokoh Adat, Tokoh Budaya, Tokoh Perempuan, LSM, Seniman, Pemerintah, Mahasiswa, Akademisi, Tenaga Pendidik, Komunitas dan masyarakat Umum se-NTB menyepakati berbagai jenis rekomendasi/usulan dalam dialog budaya yang telah berlangsung. Kurang lebih sekitar 33 item antara lain sebagai berikut :

  1. Mendesak pemerintah daerah untuk mendirikan institusi pendidikan budaya di NTB.
  2. Diterbitkanya regulasi/peraturan daerah yang berkaitan dengan kebudayaan termasuk pergub tentang nyongkolan.
  3. Pemberdayaan lembaga-lembaga adat.
  4. Diselenggarakannya kogres budaya sasak, samawa dan mbojo.
  5. Memperbanyak pelatihan-pelatihan seni budaya.
  6. Jadikan bulan budaya lombok sumbawa sebagai salah satu ikon tetap NTB.
  7. Jadikan budaya sebagai salah satu penunjang pembangunan di NTB.
  8. Adanya dewan kebudayaan nasional.
  9. Tayangan media nasional lebih memperbanyak tentang budaya.
  10. Pemerintah mohon memperhatikan para budayawan (tokoh budaya) dan seniman.
  11. Pemberdayaan dan pembekalan kepada pokdarwis.
  12. Sekretariat bersama budayawan dan seniman.
  13. Memperkuat eksistensi hukum adat.
  14. Memasyarakatkan budaya.
  15. Review kelahiran Kota Mataram dan Lombok Tengah.
  16. Pemerintah dimohon melibatkan budayawan di musrenbang.
  17. Harus adanya pemimpin yang berpihak kepada budayawan.
  18. Nomenklatur pariwisata dan budaya harus dipisah.
  19. Kurikulum pendidikan seni disekolah.
  20. Memperdayakan dan melestarikan situs-situs bersejarah di wilayah NTB.
  21. Inventarisasi situs-situs di perjelas.
  22. Forum budayawan muda.
  23. Balai pelestarian nilai budaya sendiri di NTB.
  24. Mendorong implementasi awik-awik budaya untuk tetap di lestarikan.
  25. Pemerintah harus memperhatikan ekonomi pelaku budaya.
  26. Pelestarian produk-produk budaya.
  27. Kolaborasi antara legislatif dan eksekutif untuk pengembangan budaya.
  28. Adanya lembaga advokasi lembaga adat.
  29. Mendesak pemda membuat krame yang dinaungi oleh pemda.
  30. Dana CSR untuk pemberdayaan penguatan lembaga adat.
  31. Pejabat harus memiliki pembekalan tentang budaya.
  32. Program budayawan goes to kampus/sekolah.
  33. Pengkaderan bahasa untuk para budayawan.

“Rekomendasi ini akan disampaikan ke Gubernur dan Dikbudpar sebagai penyelenggara” ungkap Lalu Satriawansyah selaku ketua panitia.

Dari sekian rekomendasi para peserta memilih 2 poin yang perlu dan harus segera direalisasikan diantaranya adanya lembaga advokasi serta pemberdayaan dan pemanfaatan pelaku budaya disegala iven budaya “kami berharap tim advokasi budaya perlu segera dibentuk sebagai wadah aspirasi para budayawan” ungkap Rangga LSM dan aktif di Komunitas Babuju asal Bima. Alamsyah [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru