Sosialisasi Pencatatan dan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda

KM TNC. Selasa (08/09) Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kab Bima bekerjasama denganKementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Badung (Bali, NTB, NTT) mengadakan Sosialisasi Pencatatan dan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda di Istana Kesultanan Bima (Asi Mbojo). Kegiatan tersebut dihadiri langsung kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Bapak I Made Purna,M.Si dan Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kab Bima Drs Syafrudin sekaligus sebagai narasumber serta diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari tertua/tokoh  adat, budayawan, penulis, penjaga situs serta komunitas budaya seperti sanggar dll.

Syafrudin Kadis dalam sambutannya merasa bangga dan haru bahwa salah satu warisan budaya Bima akan diusulkan menjadi warisan budaya yang tercatat didalam balai pelestarian dempasar sebagai warisan budaya Bima” sambutnya.

“beliau berharap dari sekian banyak cagar budaya kedepannya bisa masuk/tercatat dalam balai pelestarian bali sehingga tidak lagi bisa di jiplak oleh daerah lain maupun negara-negara lain” harapnya.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menjelaskan tentang dasar hukum , tujuan serta proses yang perlu dilakukan dalam hal pelestarian warisan budaya sehingga dapat tercatat dan ditetapkan sebagai warisan budaya daerah masing-masing maupun budaya Indonesia.

Purna menjelaskan “dengan adanya sosialisasi ini bisa membantu pelaku sejarah maupun masyarakt untuk lebih peduli lagi pada pelestarian nilai budaya yag ada didaerah khususnya Bima sehingga tidak lagi seperti kasus-kasus lain seperti di Jawa Reok Ponorogo dll yang telah dijiplak oleh orang/negara lain” jelasnya.

“kami sangat berharap dengan pertemuan ini akan mendapatkan/memunculkan lagi potensi cagar budaya dsb sehingga bisa tercatat dibalai pelestarian nilai budaya” lanjutnya.

Sesuai data yang ada dan telah terdata oleh Dikbudpar Kab Bima sekitar 58 situs budaya dan 38nya sudah ada penjaga/pemelihara situs.

Purna menambahkan dalam kaitannya warisan budaya itu sendiri terbagi dalam dua kategori yaitu warisan budaya yang berupa benda seperti Candi dsb dicatat oleh badab arkeologi sedangkan untuk warisan budaya tak benda di catat oleh BPNB dan sesuai data penetapan warisan budaya yang tercatat dalam balai pelestarian nilai budaya pada tahun 2013 sejumlah 77, tahun 2014 sejumlah 96 dan di tahun 2015 sejumlah 120 hingga saat ini untuk tahun 2016 sudah sejumlah 63 warisan budaya.

Dalam kesempatan tersebut kepala balai pelestarian nilai budaya juga memaparkan selain berkaitan dengan pelestarian warisan budaya Pemerintah juga akan memberikan penghargaan bagi pelaku budaya/tokoh di bidang kebudayaan oleh menteri seperti anugerah seni, plestarian dan pengembangan warisan budaya, anak/pelajar/remaja yang berdedikasi terhadap kebudayaan serta maestro seni tradisi di masing-masing daerah dan hal itu tergantung pada daerah yang mengusulkannya dan melalui seleksi oleh pusat. Alamsyah () -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru