Festival Mentaram Upaya Lestarikan Budaya Sasak

Festival Mentaram  berlangsung meriah (8/8) lalu. Sebanyak 3000 lebih peserta terlibat sebagai peserta pada Parade Festival Mataram 2015. Parade diawali dengan tarian massal melibatkan 1500 penari yang terdiri dari para pelajar dan pelaku seni dari berbagai sanggar tari di Kota Mataram. Tarian massal yang diberi judul 'Reramputan Paer Bawaq Kote Mentaram' ini memuat cerita legenda mengenai putri kerajaan cantik jelita yang sempat hilang terbawa angin dan diselamatkan oleh seorang pangeran, yaitu Legenda Dende Seleh.

Wali Kota H Ahyar Abduh mengatakan,  agenda Festival Mataram 2015 ini merupakan agenda pertama yang direncanakan menjadi agenda tahunan di Kota Mataram. Tahun-tahun berikutnya, Festival Mataram akan digelar setiap tanggal 8 Agustus. Untuk menyambut HUT Indonesia yang jatuh pada setiap tanggal 17 Agustus, sekaligus HUT Kota Mataram yang diperingati setiap tanggal 30 Agustus.

 Pencanangan festival ini sebagai agenda tahunan ini berkeinginan agar amanah yang dipercayakan masyarakat selama lima tahun ini dapat diakhiri dengan kegiatan yang bernuansa budaya. "Ini juga untuk menunjukkan kepada masyarakat mengenai arti penting budaya dan diperlukan komitmen agar terus dilestarikan", ujarnya.

Kota Mataram kata Ahyar, memiliki luas wilayah yang relatif sempit dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Hampir 440 ribu penduduk Kota Mataram terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan juga budaya. Karena keragaman tersebut Kota Mataram memiliki atraksi seni budaya yang beragam pula, yang turut dipertunjukkan pada festival ini. Keragaman yang dimiliki masih kata Ahyar, jangan sampai menjadi sumber perpecahan dan konflik. "Keragaman ini sebagai rahmat untuk terus memacu diri, meningkatkan semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kota Mataram yg lebih baik ke depan,''  urainya.(wardi) -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru