Tradisi Belangar Suku Sasak Lombok

_KM.Sajang Bawak Nao_

                Budaya dan adat istiadaSusku Sasak Lombok masih sangat kental sampai saat ini, diantaranya adalah adat belangar orang yang sudah meninggal dunia. Di daerah Lombok Timur di Kecamatan Sembalun Pada Khususnya, jika ada warga yang meninggal dunia, maka masyarakat yang ada di sekitar lingkungan al-marhum akan datang Belangar dengan membawa beras, Gula, garam, bagi yang perempuan. Sedangkan bagi yang laki-laki mereka kebanyakan belangar menggunakan uang minimal Rp. 10.000 sampai dengan Rp. 50.000 perorangnya.

                Hal ini sudah menjadi kebiasaan suku sasak dari zaman dahulunya, sehingga sampai sekarang terus dilaksanakan.

                Kegiatan belangar tersebut dilaksanakan ketika sang mayit belum dikubur atau belum masuk di liang lahat. Karena orang yang datang belangar bisa langsung membantu masyarakat yang kena musibah kematian dalam memenuhi kewajiban mereka sebagai warga muslim yaitu memandikan, mengapankan, dan menguburkan saudara seiman dan seagama.

                Kegiata belangar ini sangat membantu keluarga yang ditinggalkan karena dengan dana dan beras yang terkumpul dapat meringankan beban keluarga yang masih hidup.

                Tradisi belangar ini sangat bagus sekali, semoga kita semua mampu mempertahankan adat dan budaya kita. Karena dengan demikian sangat nampak sipat kegotongroyongan kita yakni dalam hal saling membantu satu dengan yang lain.

Semoga bermanfaat....

 

_By. Azmi Bolang Rinjani_

 

 

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru