“Ngorek” Sebuah Ilmu Kanuragan Pemuda Sasak


Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki ribuan pulau yang terbentang dari sabang samapai merauke. Keberadaan pulau-pulau ini memberikan kekayaan alam, budaya bahsa dan suku, tak terlepas juga adat istiadat yang tetap masih terjaga mulai dari nenek moyang sampai sekarang. 

Selain negara terbentang luas dengan pulau-pulau yang membentang, Indonesia juga memliki cagar budaya sejarah yang panjang sebelum terbentuk dan bersatunya Nusantara ini. Sejarah itu diantaranya adalah keberadaan kerajaan-kerajaan pra kemerdekaan yang telah lama ada di Nusantara ini.

Keberadaan kerajaan ini memberikan angin sejarah yang sangat luar biasa yang merupakan budaya peninggalan para leluhur negeri ini. Keberadaan kerajaan ini pada zaman dahulu tentunya memeliki raja, pangeran dan pengawal yang memiliki ilmu kanuragan.

Berbicara masalah ilmu kanuragan, Pulau Lombok juga tidak bisa di anggap sebelah mata. Sejarah menceritakan bahwa kerajaan-kerajaan di Lombok dulu pernah lama di jajah oleh kerajaan karang asem bali. Ketika itu tentunya suku sasak sebagai suku asli pulau lombok di tuntut untuk menguasai ilmu kanuragan demi menjaga diri, keluarga, tanah leluhurnya dan sebagainya.

Salah satu yang sering kita dengar adalah kegagahan para laki-laki sasak ketika beradu presean yakni olahraga yang menggunakan rotan sebagai sejata dan ende sebagai tamengnya. Tapi ada satu yang mungkin juga dikenal di suku sasak tapi jarang di ekspos yakni “Ngorek”

Ngorek dikenal di suku sasak sebagai ilmu kanuragan yang membuat pemilik ilmu kebal akan benda-benda tajam seperti pedang, pisau, samurai dan sejenisnya. Ngorek ini memang jarang di tampilkan di upacara-upacara adat selayaknya di daerah-daerah lain. Ngorek bisa kita temukan pada saat orang nyongkolan sebagai atraksi hiburan. Tidak jarang juga kita lihat ketika ada upacara adat khusus yang dilakukan oleh para petinggi adat (tokoh adat) sasak.

Memeperlihatkan diri kebal akan benda-benda tajam sering di anggap sebagai bentuk syirik dan lain seagainya. Tetapi harus kita pahami bahwa ngorek merupakan salah satu peninggalan adat budaya nenek moyang yang kemudian harus kita pertahankan. Terlepas ada anggapan miring dari berbagai orang tentang hal negatifnya harus kita tentang bersama karena kalau bukan penduduk sasak sendiri siapa lagi yang akan mempertahankan peninggalan nenek moyang.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru