Berugak Berkembang Hingga Negeri Seberang

Berugaq salah satu cirri khas Lombok yang  merupakan sebuah bangunan sejenis gazebo berbahan kayu, bertiang empat yang dikenal masyarakat dengan istilah Sekepat , bertiang enam dikenal dengan istilah Sekenem, bentuk sekepat lebih kecil dari pada sekenem.

Berugaq biasanya beratapkan Daun Nyuh (Daun Kelapa) dan ada juga yang beratap Daun Re (Daun Ilalang). Namun, seiring perkembangan zaman yang makin moderen saat ini ada sebagian masyarakat memilih menggunakan seng dan genteng sebagai atap dengan alasan lebih tahan lama.

Perkembangan berugaq sampai saat ini sangat pesat, dulunya hanya sebagai tempat menyimpan pare (padi) atau sembakau sekarang bermetamorfosa sebagai suatu kebutuhan bagi masyrakat menengah keatas untuk memasukkan berugaq sebagai aksesoris tambahan untuk memperjelas kesan natural sebuah hunian dan itu pula yang di munculkan ditempat-tempat wiasata di Lombok, Lesehan pun menempatkan berugak sebagai ikonnya, hotel pun tidak ketinggalan menempatkannya hampir disetiap sudut.

Fungsi Berugaq digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu, berkumpul untuk ngobrol-ngobrol atau katar kutur atau istilah Abu Macel pelagak lekong belah(berdebat), berugak yang menyajikan ruang terbuka memberikan  kesejukan, ditempat itu juga banyak persoalan sosial yang sudah terselesaikan, lahirnya ide-ide kreativ yang sudah menyatu dengan masyarakat juga berasal dari berugak misalnya saja Kampung Media yang sekarang bisa diakses oleh warga dunia.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin mederen, perlahan dan pasti sudah merubah banyak bentuk bangunan rumah, yang lampau masih menggunakan anyaman bamboo sebagai tembok dan ilalang sebagai atapnya, sekarang sudah tergantikan oleh beton, genteng, seng dan sejenisnya, akan tetapi berugak berdiri dengan bentuk fisiknya yang tetap sama dari masa ke masa.

Bagi masyarakat Pulau Lombok berugak merupakan produk local yang mampu menjagkau pasar internasional, bahkan dizaman modern pun berugak malah memiliki peran yang menonjol dari sudut tata ruang suatu tempat wisata, banyak tempat yang berkaitan dengan bisnis pariwisata menyajikan Berugak sebagai tempat pilihan alternative untuk melepas penat bagi tamu atau karyawan.

Natural dan unik yang melekat pada bentuk fisik berugak itulah yang menjadi magnet bagi para wisatawan local dan mancanegara untuk membawanya ikut serta ke daerah atau negeri nya masing-masing. Berugak sudah merambah pasar domestic dan luar negeri. Seperti diungkapkan oleh salah satu pengerajin di Lombok Barat yang diberitakan media local.

“Negara yang pernah saya kirim berugak itu Singapura, Australia, Prancis dan Amerika,” kata Junaidi pengrajin yang dikutip dari lombokbaratkab.go.id

Bentuk berugak bisa disesuaikan dengan keinginan sang empunya berugak, bisa mewah atau sederhana tergantung selera yang disesuaikan dengan kondisi yang ada, karena tempat berugak yang terpisah dari bangunan rumah maka tidak akan mempengaruhi pandangan terhadap arsitektur dari hunian itu sendiri.

Masyarakat Lombok menempatkan berugak sebagai ruang terbuka untuk tempat berkumpul dengan berbagai macam kegiatan baik yang bersifat formal dan nonformal, budaya berkumpul diberugak dijadikan sebagai salah satu identitas yang tetap terjaga dan dipelihara oleh sebagian besar warga Lombok [] - 03

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru