Gendang Beleq Musik Tradisional Lombok

Gendang beleq berasal dari dua kata yaitu Gendang, sebuah alat musik tabuh yang berbentuk bulat panjang, terbuat dari pohon meranti yang dilubangi tepat ditengahnya yang berdiameter kurang lebih 50 cm dan panjang 1,5 meter. Diujung kanan kirinya dipasang pengait untuk memasang tali yang nantinya untuk menggantung gendang di leher. Kedua sisi lubang kemudian ditutup dengan kulit binatang yang sudah dikeringkan seperti kambing, sapi atau kerbau. Sedangkan kata Beleq adalah bahasa sasak yang dalam bahasa indonesia berarti besar. Jadi Gendang Beleq adalah gendang dengan ukuran yang besar.

Musik Gendang Beleq tidak semata-mata hanya terdengar asli suara gendang “Dung.. dung..” atau Dang.. dang.. tapi ada beberapa alat musik lain yang menjadi pelengkap pada saat pertunjukan sebuah budaya sasak seperti Gong, terumpang, oncer, seruling dan pencek. Konon pada zaman dahulu, musik ini digunakan sebagai musik perang dengan tujuan memberi semangat para prajurit di medan perang. Namun, seiring berjalannya waktu, kesenian Gendang beleq dijadikan sebagai hiburan pengiring upacara adat suku sasak seperti pernikahan (merarik), Khitanan (Ngitanang) dan ditampilakn di festival-festival budaya.

Kesenian Gendang beleq dimainkan oleh 2 orang atau lebih yang disebut sekaha. Kostum yang digunakan oleh para sekaha pada zaman dahulu haruslah pakaian adat suku sasak yang lengkap dengan atributnya. Namun, seiring berjalannya waktu, pakaian yang dikenakan oleh penari semakin modern tetapi ada yang tak boleh ditinggalkan dalam tarian ini yaitu sapo’ (ikat kepala), bebet (kain yang melapisi pinggang) dan dodot (ikat pinggang) haruslah bercorak batik sebagai symbol ciri khas kesenian ini.

Kesenian gendang beleq ini merupakan perwujudan kerjasama antara pemain satu dengan yang lainnya. Karena jika salah satu saja penabuh gendang yang salah membunyikan nadanya, maka suara musiknya akan tidak enak didengar, jadi kesenian ini membutuhkan kosentrasi yang tinggi. Selain membawa gendangnya yang sudah berat, para sekaha harus mencermati dengan baik alunan musik dan nadanya dengan tepat. Tidak boleh terlalu cepat, juga tidak boleh terlalu lambat.[] - 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru