Ngaha Karedo Tradisi Makan Bersama Penolak Bala

Ngaha Karedo kata ini pasti tidak asing di telinga orang Bima, karena pada hari-hari tertentu yang di anggap penting orang Bima kerap menggelar tradisi Ngaha Karedo ini. Esensinya Ngaha Karedo sendiri merupakan sebuah acara makan bersama dalam silaturahmi kekeluargaan yang hangat dengan menyuguhkan bubur yang terbuat dari nasi dalam sebuah nampan besar.

Biasanya yang hadir dalam acara Ngaha karedo ini paling banyak anak-anak dan sebagian orang dewasa, tujuan dari Ngaha Karedo itu sendiri yaitu berupa sebuah acara syukuran yang milad dan bentuk sedekah yang dilaksanakan pada setiap hari Jum`at.

Setelah semua bubur di hidangkan, dimana semua para tamu yang hadir Ngaha karedo yaitu anak-anak atau orang dewasa duduk melingkari setiap nampan besar yang berisi bubur. Tradisi makan bubur itu sendiri terbagi menjadi dua yaitu yang pertama makan bersama dulu dan yang kedua usai makan bubur akan di bagikan uang oleh yang punya hajatan. Dan Ngaha Karedo ini juga dipercaya sebagai ritual penolak bala dan kesialan.

Dari sekian banyak tradisi di Bima yang memunculkan makna kebersamaan, salah satunya adalah soal makan. Sampai sekarang di beberapa desa tertentu tradisi makan bersama itu tetap dipelihara dan menjadi bagian yang mengasyikkan. Istilah lain dari makan bersama adalah Doa Dana yang dilakukan pada tempat tertentu atau di ladang untuk ungkapan rasa syukur.

Sampai di tempat yang ditentukan dalam Ngaha Karedo, masing-masing orang membuka nampan bubur. Setiap orang membuka nampan yang didepannya dan menawarkan kepada yang lain. Suasana yang dibangun adalah kebersamaan untuk merangsang nafsu makan dengan saling menjaga kebersamaan yang merupakan sebuah tradisi kuno masyarakat di Dana Mbojo. [] - 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru