Tradisi Arugele saat Musim Tanam

Memasuki musim hujan dan tanam padi, petani warga Kabanta, Kecamatan Raba, Kota Bima menggelar tradisi Arugele. Dalam tradisi yang digelar sebagai wujud syukur pada Tuhan atas melimpahnya hasil bumi ini, di mana warga menanam benih jagung atau padi sambil bernyanyi di iringi musik biola.

Pada pelaksanaan tradisi tahunan ini, semua orang berbaris dari kiri ke kanan untuk bersiap menanam benih sambil melantunkan nyanyian dalam bahasa Bima. Peserta tradisi Arugele ini dari satu kampung yang membantu untuk proses menanam, dimana nantinya juga akan di upah oleh pemilik lahan. Tak ketinggalan, mereka juga mengenakan sebuah topi rajutan dan ramuan tradisional dari beras untuk di oleskan pada muka mereka supaya wajahnya tidak kepanasan dari terik matahari.

Seperti menanam pada umumnya, mereka memakai tali untuk memberikan patokan dengan tali pada lahan yang akan di tanam. Berikutnya, bibit tanaman padi atau jagung yang sudah di tanam akan di biarkan begitu saja, berhubung lahan yang mereka tanami merupakan lahan tadah hujan yang akan menyirami benih tersebut.

Meski harus berpanas-panasan, puluhan warga, laki laki, wanita, baik tua maupun muda rela berpanas-panasan sambil mendendangkan lantunan lagu untuk menemani dan memberikan hiburan pada mereka, sambil menanam benih di lereng gunung Kabanta.

Sudah menjadi tradisi tiap tahunnya musim menanam pada saat musim hujan di lereng gunung dalam istilah orang Bima di sebut “Oma”, lagu-lagu Arugele yang di dendangkan saat menanam menceritakan kegembiraan dan humor yang bisa menghilangkan rasa capek mereka saat menanam di lakukan pada lahan seluar 2 hektar. [] - 05

 

 

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru