Tradisi Polak Ombong Bilok Petung

KM. Sajang Bawak Nao_ Adat dan Agama memang tidak bisa kita pisahkan, tradisii polak ombong yang dilakukan oleh masyarakat Bilok Petung sebagai penyuci bagi anak kecil.

Tradisi tersebut hampir mirip dengan cukuran, tapi adat dan tatacara pelaksanaannya cukup lumayan berbeda. Dimana kiayi yang melakukan pemotongan rambut pada anak terlebih dahulu harus memutuskan kain yang di buat  dari sutra.

Sebelum pelaksanaan dimulai, para kiyai terlebih dahulu membacakan doa-doa ritual yang yang disertai dengan sesaji yang di hidangkan oleh keluarga dari anak yang akan di potong rambutnya.

Sesaji yang disediakan berupa : beras kencur, benang putih, daun sirih, buah pinang, Gula, sarung, pakaian adat, bakul, ayam yang sudah dibakar satu panggang.

kain sutra di potong sebagai acara inti polak ombong, dimana kain tersebut di pegang oleh anak yang akan di cukur dan sebelahnya dipegang oleh kiai yang akan memotong. Dalam pemotongan satu kiai menanganni satu anak.

Setelah pemotongan kain diakhiri dengan pembelahan panggangan ayam dimana ayam yang dibelah dua diambil sebagian oleh kiai dan sebagiannya di kasi kepada anak yang di cukur sebagai simbol penghilang balak. [] - 05

 

By. Hajrul Azmi

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru