Mengenal dan Melestarikan Musik Tradisional Gendang Beleq

Gendang Beleq “Musik Tradisional Suku Sasak”

Sistem kesenian merupakan salah satu unsur universal budaya, sistem kesenian menyangkut tentang nilai-nilai seni yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Sistem kesenian yang ada dan berkembang dalam kehidupan sosial manusia terdiri dati seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni pertunjukan atau derama.

Setiap daerah memiliki sistem kesenian yang berbeda-beda tergantung dari nilai estetika yang tertanam pada jiwa mereka, selain itu sistem kesenian juga dipengaruhi oleh keadaan geografis masyarakat. Pada tulisan ini, hanya akan dibicarakan mengenai musik tradisional. Perlu diketahui bahwa berdasarkan masa perkembangannya, seni musik dibagi menjadi tiga, yaitu misik tradisional, musik klasik, dan musik modern.

Musik tradisional adalah seni musik yang merupakan hasil dari cipta dan karsa masyarakat suatu daerah tertentu yang diwujudkan dalam bentuk alunnan suara teratur yang dihasilkan dari alat-alat musik tradisional yang biasanya dijadikan sebagai pengiring dari nyanyian-nyanyian.

Musik tradisonal juga sering disebut dengan istilah musik daerah. Dalam konteks ini sering kali terjadi salah pemahaman antara musik daerah dengan musik tradisional. Ada ahli yang berpendapat bahwa musik daerah itu merupakan musik yang berkembang pada suatu daerah dan tidak ada di daerah lainnya, jenisnya bisa tradisional ataupun modern. Berbeda dengan musik tradisional yang merupakan hasil karya masyarakat pada masa lampau dan susunan permainnaya sangat terikat oleh norma-norma tertentu.

Penulis sendiri menyatakan bahwa musik tradisional merupakan musik yang berkembang sejak masala lampau dan masih dikembangkan hingga sekarang dengan ikatan norma-norma tertentu dalam permainnaya, baik alat musik maupun kostum para pemainnya.

Kiranya tulisan ini tidak perlu panjang lebar membahas masalah apa itu musik tradisional sebab tulisan ini hanya akan membahas mengenai masalah Gendang Beleq di pulau Lombok. Masing-masing daerah memiliki musik tradisional yang khas, demikian juga dengan masyarakat suku Sasak yang berada di pulau Lombok. Musik tradisional masyarakat suku Sasak adalah musik Gendang Beleq.

Gendang Beleq merupakan kumpulan alat musik yang terdiri dari dua atau empat Gendang Beleq yang berfungsi sebagai pengasil nada melodi, Kecepak yang berfungsi sebagai penhasil irama ritmis, Gong sebagai penhasil nada bas, Oncer sebagai penghasil nada ritmis, Terompong (Goncer) juga berfungsi sebagai penghasil nada ritmis, serta Pereret sebagai penghasil nada melodi.

Menurut keterangan dari tokoh masyarakat Pohgading Timur (Amaq Rah) yang menggeluti bidang kesenian musik tradisional di daerah tersebut, musik tradisional gumi Sasak yang asli adalah musik Gendnag Beleq, hanyasaja beberapa tahun terahir ini ksenian Gendang Beleq agak terpojokkan karena kemunculan musik Kecimol, Ale-Ale dan sebagainya. Padahal Kecimol dan Ale-Ale merupakan perkembangan dari musik tradisional Gendang Beleq yang dikolaborasikan dengan musik modern.

Gendang Beleq merupakan musik tradisional yang alat musiknya terdiri dari alat-alat musik pukul dan sebuah alat musik tiup (seruling dan pereret), alat-alat musik yang dimainkan dalam kelompok-kelompok Kesenian Gendang Beleq di Desa Sukadana adalah sebagai berikut:

 

  1. 4 buah Gendang Beleq
  2. 2 buah Gong
  3. 1 buah Oncer
  4. 9 buah Gamelan
  5. 1 buah Rincik
  6. 21 buah Cemprang
  7. 1 buah seruling (Pereret)

Setiap kelompok kesenian Gendang Beleq paling rendah membutuhkan 45 orang pemain sebab kesenian Gendang Beleq yang normal adalah yang memiliki alat-alat yang telah disebut di atas, sehingga paling sedikitnya satun kelompok Gendang Beleq harus memiliki 45 orang pemain.

Ahir-ahir ini music tradisional Gendang Beleq kurang begitu diminati oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jender music modern yang menyajikan jenis music yang lebih asyk dan menghibur jika dibandingkan dengan music tradisional tersebut. Namun demikian music tradisional ini masik eksis digunakan dalam pelaksanaan prosesi acara adat masyarakat suku Sasak.

Perlu diketahui bahwa rendahnya motivasi masyarakat untuk mengembangkan musik Gendang Beleq disebabkan oleh kurangnya masyarakat yang mau menggunakan Gendang Beleq pada saat perayaan acara khitanan, pernikahan, ataupun yang lainnya. Mereka lebih memilih menggunakan musik Kecimol, Organ Tunggal, dan Band dari pada Gendang Beleq. Selain itu kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan music tradisional juga menjadi peneybab kurang eksisnya music tradisional tersebut.

Untuk itu, melalui tulisan ini kami titipkan harapan semoga pihak-pihak terkait dapat memberikan bantuan, perhatian, dan pembinaan kepada masyarakat atau khususnya kelompok-kelompok pemain Gendang Beleq yang masih bertahan di zaman sekarang ini. Sebab jika pemerintah dan atau pihak terkait tidak peduli dan acuh tak acuh terhadap permasalahan ini maka dikhawatirkan puluhan tahun kedepan music tradisional ini hilang digilas oleh perkembangan music modern. Jika hal itu terjadi maka hilanglah asset budaya asli suku Sasak yang memiliki nilai luhur dan melambangkan dinamika kehidupan dan tradisi adat istiadat masyarakat suku Sasak.

Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh Pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk menjaga dan melestarikan keberadaan music tradisional ini adalah dengan melakukan pendataan atau pemetaan keberadaan group music tradisional Gendang Beleq yang masih eksis di seluruh wilayah Lombok. Setelah pemerintah tahu mengenai keberadaannya maka pemerintah atau pihak-pihak terkait melakukan evakasi dan kemudian memberikan bantuan pengadaan dan pemeliharaan alat-alat music Gendang Beleq kepada group Gendang Beleq yang sudah terdata.

Langkah selanjutnya adalah, pemerintah memberikan pengawasan dan pendampingan kepada setiap group yang masih ada/eksis. Setelah itu, pemerintah bersama pihak-pihak terkait berusaha mengadakan seminar, pelatihan dan perlombaan pentas seni music tradisional Gendang Beleq. Jika langkah-langkah tersebut dilaksanakan maka insyallah music tradisional Gendang Beleq akan tetap eksis dan tidak akan punah dari kehidupan sosial budaya masyarakat suku Sasak.

Untuk memperkenalkan masalah music tradisional Gendang Beleq maka pemerintah melalui DIKPORA dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diharapkan  dapat memasukan masalah apa dan bagaimana Gendang Beleq dengan memasukkan materi Gendang Beleq dalam kurikulum pelajaran wajib di tingkat provinsi NTB, baik pada kurikulum SD, SMP maupun SMA/SMK. Dengan demikian maka generasi muda suku Sasak akan mengenal music tradisional daerahnya sehingga mereka akan terapresiasi dan termotivasi untuk menjaga dan melestarikannya.

Music tradisional Gendang Beleq juga dapat dimasukkan dalam materi seni musi pada mata pelajaran Seni Budaya, khsusnya di pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada di wilayah administratif pulau Lombok. Dengan demikian guru Seni Budaya yang ada di wilayah pulau Lombok hendaknya mengajarkan masalah music tradional Gendang Beleq kepada peseta didiknya yang meskipun hingga saat ini materi tentang Gendang Beleq tidak pernah dicantumkan dalam muatan kurikulum pendidikan nasional. Seorang guru Seni Budaya hendaknya mengembangkan materi-materi local (daerah setempat) saat melaksanakan pembelajaran. Misalnya ketika mengajarkan materi seni music, maka hendaknya music tradisional daerah kita juga disinggung meskipun tidak termuat dalam buku kurikulum yang ditapkan secara nasional. Dengan demikian maka generasi muda kita akan mengenal jati diri seni dan busaya tradisional nenek moyang mereka.

Ahirnya penulis berharap semoga tulisan ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi kiat semua dan semoga pula tulisan ini dapat membangkitkan semangat kita semua untuk melestarikan kesenian tradisional yang ada di daerah kita masing-masing. (Asri ASA)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru