Memudarnya Permainan Tradisional Anak Sumbawa

Budaya merupakan suatu nilai-nilai yang ada dalam suatu masyarakat yang terbentuk oleh kebiasaan masyarakat itu sendiri. Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman budaya. Seiring dengan perkembangan zaman, budaya-budaya tersebut semakin memudar. Masyarakat Indonesia cenderung mengikuti arus globalisasi yang masuk dan berkembang. Hasilnya banyak budaya yang memudar dan bahkan menghilang. Kelalaian ini membuat negara tetangga mengklaim budaya Indonesia sebagai budaya mereka. Padahal budaya itu sendiri merupakan aset negara yang berharga yang harus dipertahanan.

Masuk dan berkembangnya globalisasi di Indonesia membuat budaya yang ada di Indonesia memudar. Salah satunya di Sumbawa, Sumbawa merupakan daerah yang jauh dari pusat pengembangan. Masuknya globalisasi ke Sumbawa tentunya akan memiliki dampak negatif, yang mana masyarakat Sumbawa pada umumnya bisa dikatakan tidak siap menerima budaya luar. Sehingga budaya yang ada di Sumbawa bisa memudar dan membuat pola prilaku masyarakat Sumbawa yang tidak baik. Yang mana budaya tersebut bisa menentukan sifat masyarakat Sumbawa.

Salah satu budaya yang memudar saat ini di Sumbawa yaitu budaya permainan tradisional anak Sumbawa. Akhir-akhir ini jarang sekali ditemukan anak-anak Sumbawa yang memainkan permainan tradisional bahkan tidak ditemukan sama sekali pada waktu ini. Mereka lebih memainkan playstation, mobil remot dan sebagainya. Padahal dalam permainan tersebut tertanam nilai-nilai karakter yang dapat membentuk karakter anak seperti jujur, kerja sama, tanggung jawab, kekompakan dan lainnya. Yang mana saat ini pendidikan karakter sangat penting dan lagi booming dibicarakan. Mengingat banyak orang yang tidak memiliki karakter sehingga menghasilkan generasi masyarakat yang tidak baik dalam masyarakat, seperti korupsi dan sebagainya. Oleh karena itu, permainan tradisional anak sumbawa tersebut perlu dilestarikan mengingat pentingnya hal tersebut bagi anak-anak. Selain budaya seperti tari, terdapat pula budaya permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak Sumbawa. Diantaranya permainan Benteng, permainan Kaleng, permainan kelar, permainan kala, permainan Gasing, permainan kelereng, permainan Karet, permainan Ceka/banga’ (dari biji jambu mete), permainan kolo dan sebagainya.

 

Cara memainkannya adalah sebagai berikut. Permainan benteng misalnya, permainan ini diperlukan dua regu. Dalam regu terdiri dari 5 sampai 6 orang pemain. Satu regu bertugas sebagai penjaga benteng, dan regu lainnya sebagai lawan yang akan merebut benteng. Cara bermainnya regu penjaga benteng membagi tugas, dua orang sebagai penjaga benteng, benteng biasanya berupa tiang yang berdiri tegak atau pohon. Dan lainnya sebagai pengejar musuh. Ketika musuh berhasil di sentuh bagian tubuhnya maka akan tereliminasi. Dan apabila musuh berhasil menyentuh benteng, maka regu penjaga benteng akan kalah.

Analisis nilai karakter yang terbentuk pada saat bermain benteng adalah dari permainan diatas, kalau diperhatikan ternyata memiliki nilai karakter yang secara tidak langsung akan tertanam kedalam pemain diantaranya sebagai berikut :

  1. Kerja sama

Kerja sama tim dalam melakukan sebuah permainan sangatlah penting, dalam permainan benteng dibutuhkan kerja sama tim yang baik. Ada sebagai penjaga benteng dan ada sebagai pengejar musuh. Dalam hal ini anak-anak tentunya akan terbiasa melakukan kerjasama.

2. Kesetiaan

Nilai ini tertanam saat regu penjaga benteng yang ditugaskan akan setia atau tidak menjaga bentengnya, setia atau tidak menjalankan amanah dari temannya. Karna menjaga benteng merupakan suatu pekerjaan yang membosankan yang sewaktu-waktu penjaganya bisa lalai dari musuh

3. Kejujuran

Dalam bermain benteng biasanya batas untuk musuh bersembunyi dan berlari akan ditentukan. Dalam hal ini musuh harus jujur agar tidak keluar dari daerah batas bermain.

4. Kekompakan

5. Saling Menghargai

6. Kekompakan

Adapun pengaruh bagi anak-anak yaitu anak-anak akan kehilangan masa kecilnya, dimana anak-anak lebih cenderung mengikuti orang dewasa. Dan Umumnya memiliki karakter yang tidak baik

Mengingat pentingnya permainan tersebut, maka perlu untuk dilestarikan. Adapaun cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengadakan pertandingan permainan tersebut. Perlombaan bisa dilaksanakan oleh :

  1. Dinas kebudayaan Sumbawa

Permainan dilaksanakan setiap tahun, dengan memanfaatkan event-event seperti hari agustusan, hal ini tentunya akan membuat anak-anak akan bermain sebelum perlombaan itu tiba.

2. Permainan yang dilaksanakan oleh sekolah

Cara ini mengajarkan atau membiasakan anak bermain dalam lingkup kecil.

Dengan cara ini tentunya anak-anak akan terbiasa bermain dan lebih cenderung menikmati masa kecil mereka. 02

 

 

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru