Memacu Sang Kuda Pacuan

Lomba pacuan kuda merupakan permainan tradisional yang sangat populer bagi masyarakat pulau Sumbawa. Main Jaran dalam bahasa Samawa atau Pacoa Jara bagi masyarakat Mbojo, sangat digandrungi dari kalangan bawah sampai kalangan atas bahkan sebagian orang memiliki kuda pacuan sudah merupakan suatu hobi. Tak heran, setiap event lomba pacuan kuda diadakan pesertanya selalu ramai dan berlangsung meriah.

Keberhasilan seekor kuda menjuarai perlombaan tidak hanya ditentukan oleh kepiawaian sang joki (cilik) dalam menunggangi kudanya tapi yang tak kalah penting adalah kesiapan dan kemampuan fisik seekor kuda pacuan untuk berlari ketika berada dilintasan. Jadi kepiawaian seorang joki dan performa prima seekor kuda sangat menentukan untuk menjadi yang terdepan melewati garis finish.

 Bagi sebagian orang pemeliharaan seekor kuda pacuan adalah  pekerjaan yang lumayan rumit dan mahal, gampanggampang susah bahkan tak sedikit yang mengeluarkan uang berlebih melakukan langkah instan berupa injeksi suplemen bagi kudakuda pacuan mereka untuk meningkatkan tenaga dan stamina. Walaupun hal ini masih dianggap wajarwajar saja.

Namun yang dilakukan oleh sebagian pemilik kuda pacuan lainnya perlu ditiru dan diketahui, seperti yang dilakukan oleh Toto warga Desa Sabang pemilik kuda pacuan Karisma dan Nona yang sering menjuarai diberbagai perlombaan. Memelihara kuda pacuan merupakan pekerjaan yang mudah dan sederhana baginya. Toto  melakukan pemeliharaan cara tradisional kuda pacuan miliknya, dari pemilihan makanan sampai pada perawatan. Untuk makanan selain memberikan rumput juga diselingi dengan pemberian campuran jagung pipil, kacang hijau dan kedelai yang bertujuan menambah asupan kalori dan tenaga. Menurutnya pemberian pakan ini dilakukan secara rutin dan terjadual.

Sedangkan untuk meningkatkan stamina kuda pacuannya diberi minuman campuran madu, kopi bubuk murni ditambah jahe.  Ini dilakukan satu hari dan satu jam sebelum kuda menjajal lintasan.

Selain itu pemeliharaan secara fisik tak kalah penting. Secara rutin kuda dimandikan dan kukunya harus dipotong. Bulunya harus kelihatan bersih dan mengkilat. Kesehatan seekor kuda juga dilihat dari pertumbuhan serta mengkilat atau tidak bulunya. Apabila bulunya tidak mengkilat (mati) jangan harap sang kuda akan berlari maksimal ketika beradu dilintasan.

Pemeliharaan dan perawatan secara intens dilakukan paling tidak seminggu sebelum kuda turun ke arena. Apabila cedera, pemberian injeksi penghilang rasa sakit juga perlu dilakukan. Pemeliharaan dan perawatan dilakukan berbedabeda tergantung dari kebiasan yang diterapkan oleh sipemilik kuda pacuan.

Ketika anda menyaksikan kuda pacuan berlari diarena dengan kemampuan dan stamina yang tinggi serta mampu menjadi terdepan, jangan lupa ada tangantangan dingin dibalik semua itu yang dengan telaten dan sabar menikmati pekerjaannya menjadikan seekor kuda pacuannya menjadi yang terbaik dan mahal.  [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru