Permainan Tradisional Masih Disukai Anak-anak

Dewasa ini, perkembangan tehnologi sangat berkembang pesat. Banyak macam dan ragam yang disuguhkan oleh para ahli tehnologi untuk menarik minat luas masyarakat di dunia. Salah satu yang menarik bagi para ahli tehnologi adalah menyuguhkan beragam mainan untuk ank-anak. Banyak macam dan ragam yang kita jumpai untuk mainan anak-anak, salah satunya yaitu PS, robot yang bisa bergerak bahkan bisa diperintah, mainan di handphoen (angry bird), bahkan masih banyak mainan yang tentunya menggunakan tehnologi.

          Namun, tahukah Anda, walaupun perkembangan tehnologi sangat pesat, ternyata masih banyak anak-anak yang menyukai permainan tradisional. Mengapa? Sebelum penulis menjawab, penulis punya pertanyaan buat Anda (pembaca). Masih ingatkah Anda permainan tradisional di daerah Anda? Permainan apa saja yang pernah Anda mainkan?

          Pertanyaan-pertanyaan di atas silahkan dijawab. Baiklah, waktunya penulis menjawab pertanyaan ‘mengapa’ di atas. Ternyata, permainan tradisional tidak membutuhkan modal, bahkan nol persen. Permainan tradisional malah menyebabkan anak beraktivitas, dan tentu membuat anak menjadi sehat. Contoh permainan yang membuat anak bergerak/aktif yaitu ; permainan benteng, selodor, geleng (sebok peta). Bahkan ada permainan yang membuat anak belajar berhitung yaitu ; permainan cingklak, main karet dan main kendekker. Ada satu lagi permainan yang membuat anak berimajinasi/desain yaitu main rumah-rumahan dari tanah, dari permainan ini anak dituntut untuk pandai membangun rumah.

          Jika Anda tidak percaya, amatilah sekitar rumah Anda yang banyak anak-anaknya, khususnya di desa. Atau, bisa juga Anda mengamatinya di sekolah dasar alias SD, seperti penulis lakukan yaitu mengamati anak-anak SD di SDN 2 Obel-obel.

Tehnologi dan tradisional, alangkah baiknya jika seimbang bukan?(adoeen) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru