logoblog

Cari

Lembaga Adat Desa Songak, Membentuk Tim Perumus Awig-awig

Lembaga Adat Desa Songak, Membentuk Tim Perumus Awig-awig

Lembaga Adat Dharma Djagat Desa Songak membentuk tim perumus Awik-Awik Adat Desa Songak. Desa Songak, seperti yang kita kethaui banyak memiliki

Budaya

Lembaga Adat Desa Songak, Membentuk Tim Perumus Awig-awig


Efoel Avicenna
Oleh Efoel Avicenna
20 November, 2019 13:12:11
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 952 Kali

Lembaga Adat Dharma Djagat Desa Songak membentuk tim perumus Awik-Awik Adat Desa Songak. Desa Songak, seperti yang kita kethaui banyak memiliki berbagai macam ritual-ritual, situs bersejarah dan budaya masyarakat yang masih kental dengan nilai-nilai lokal.

Keberadaan Awik-Awik Desa Songak Desa Songak dipandang perlu dibuatkan, karena kondisi zaman yang sudah semakin berkembang. Awik-Awik ini nantinya akan menjadi acuan bahwa Desa Songak memang memiliki situs-situs budaya. 

"Keberadaan Awik-Awik Adat ini nanti menjadi bukti bahwa Desa Songak memang memiliki sejarah atau asal usul yang jelas. Awik-Awik Adat ini nantinya akan mengatur batas wilayah Adat Desa Songak. Awik-Awik juga akan mengatur pelaksanaan ritual-ritual adat yang ada di Desa Songak," Ungkap Mastur, Ketua Lembaga Adat Dharma Djagat Desa Songak (17/2019).

Lebih jauh lagi, Mastur mengungkapkan "Dengan Awik-Awik Adat ini masyarakat Desa Songak bisa memperthankan hak asal usul seperti yang yang tercantum dalam Undng-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Dalam Undang-Undang Desa jelas diatur tentang pembangunan Desa berdasarkan asal usul."

Awik-Awik Adat sangat diperlukan untuk mengatur kembali tata nilai-nilai kehidupan yang menyangkut tentanh budaya dan adat istiadat khususnya di Desa Songak. Desa semakin tahun semakin bertambah jumlahnya karena adanya pemekaran Desa. Desa Songak mempunyai batas-batas Desa secara adat dan secara administrasi pemerintahan. 

"Desa Songak itu memiliki batas adat dan batas administrasi secara pemerintahan. Batas adat yang dibatasi oleh jeberadaan beberapa situs di luar Desa Songak, tapi oleh masyarakat setempat masih diakui menjadi milik Desa Songak", ungkap Murdiyah, seorang tokoh adat Desa Songak. 

Murdiyah akrab sapaannya menyebutkan berapa situs yang berada diluar Desa Songak yang disebut dengan kemalig. "Situs-situs yang diluar Desa Songak ini disebut dengan kemalig Songak. Kemalig ini ada yang bentuknya makam, lingkuq (sumur) dan batu. Situs-situs ini dinamakan Makam Peseah yang berada diwilayah perbatasan antara Desa Songak dengan Pancor Manis, Makam Sungkig yang berada di Desa Jantuk, Lingkuq Siwaq yang berada di Desa Keselet, Embung Putig berada dibatas Desa Songak dengan Desa Keselet, Damiru yang berada di Desa Rumbuk Timur, Kelutuk yang berada di Dusun Letok". ungkap Murdiyah. 

 

Baca Juga :


"Kesemuanya itu, meski berada diluar Desa Songak namun masih di akui oleh masyarakat setempat  milik Desa Songak". Sambungya. 
Keberadaan Awik-Awik Adat sangat dipandang perlu. Pergerakan zaman yang begitu cepat mengharuskan para tokoh adat harus kreatif dalam berbuat sesuatu. Pergeseran zaman juga berakibat pada pelaksanaan ritual adat. Banyak sekali kita temukan pelaksanaan ritual adat sudah melenceng, misalnya saja pada hari pelaksanaan dan syarat ritualnya, maka Awik-Awik Adat di pandang peelu untuk dibuat. 

"Awik-Awik Adat ini dipandang perlu untuk dibuat, karena untuk menjaga supaya tidak ada bid'ah budaya", ungkap Mastur (17/2019).

Ketua Lembaga Adat Dharma Djagat menunjuk lansung saudara Saepul Hakkul Yakin, sebagai ketua tim perumus Awik-Awik Adat, dan menunjuk Selamet, Amirin dan Maknah sebagai anggota. Turut hadir dalam acara pembentukan itu Sekdes Desa Songak, Tokoh Adat Desa Songak dan pengurus Lembaga Adat Dharma Djahat Desa Songak. 


_Efoel Avicenna_



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan