logoblog

Cari

Pendekatan Budaya Solusi Konflik Sosial

Pendekatan Budaya Solusi Konflik Sosial

Keberadaan lembaga adat ditengan masyarakat begitu didambakan. Betapa tidak, dibeberapa daerah peran nilai-nilai kesepakatan para leluhur jadi garda terdepan mengatasi keberlangsungan

Budaya

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
28 Oktober, 2019 02:36:40
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1530 Kali

Keberadaan lembaga adat ditengan masyarakat begitu didambakan. Betapa tidak, dibeberapa daerah peran nilai-nilai kesepakatan para leluhur jadi garda terdepan mengatasi keberlangsungan tata cara kehidupan bermasyarakat.

Di Lombok NTB, memiliki Majelis Adat Sasak (MAS). Lembaga ini terus mengajak dan memberikan mendidikan masyakat. Terutama perannya dalam merawat seni, budaya dan keberagaman. Juga pendekatan menghindari dan mengatasi bila ada permasalahan.

Memandang pentingnya peran itu, salahsatu bagian tugas MAS, memberikan Pelatihan Mediasi Berbasis Kearifan Lokal. Ada 25 orang yang disebut agen dipilih mewakili desa atau kecamatan di Lombok.

"Mereka dilatih teknik mediasi. Agar tau strategi awal hingga akhir selesaikan permasalahan," kataKetua Harian MAS, Drs. H. L. Bayu Windya, M.Si yang hadir pada pelatihan itu.

Pria yang akrab disapa Miq Bayu, mengatakan Majelis Adat Sasak (MAS) adalah lembaga yang merepsentasikan masyarakat adat Sasak, terutama yang berkaitan dengan isu sosial budaya.

Pengalaman, saat tangani kebencaanaan setahun yang lalu, banyak terjadi konflik dan perselihin yang tidak perlu. Penyebannya karena miskomunikasi, kesejangan antara sistem yang ada dan kenyataan dilapangan, rasa keadilan dan lainnya.

Sesungguhnya hal ini tidak perlu terjadi bila ada agen yang jadi mediator dilapangan. MAS memandang dari sudut yang berbeda. Solusinya adalah dengan pendekatan sosial budaya. "Sehingga penyelesaian dapat cepat teratasi bila kita memiliki anatomi konflik atau perselihan," tutur Miq Bayu

Harapannta, Kehadiran agen mediator di tengah masyarakat,  jika terjadi perselisihan dapat melaporkan, memetakan, bertindak dan menyelesaikan masalah.

Upaya sudah dilakukan pemerintah, aparat dan pihak lainn. Mereka sudah bekerja maksimal menyelesaikan berbagai masalah sosial kemasyarakatan. Namun situasi dilapangan berbeda karena masih ada miskomunikasi dan pemahaman masyarakat.

"MAS juga tetap bekerjasama dan menjalin koordinasi dengan semua pihak. Salahsatunya Balai Mediasi NTB menyelesaikan masalah atau konflik," kata Bayu, Sabtu (26/10/2019) di Bandini Riverside Cottage Kabupaten Lombok Barat.

Kabag Pemerintahan Lombok Barat, H. Hamka, yang hadir membuka acara mengapresiasi. Sehingga sinergi dan kerjasama harus dibangun untuk membangun kehidupan sosial budaya.

"Peran serta lembaga adat dan semua komponen untuk atasi semua dimensi persoalan yang beragam sangat dibutuhkan," kata Hamka mewakili Bupati Lombok Barat di acara MAS.

Pelatihan dengan mengusung tema, menyelenggarakan Pelatihan Mediasi Berbasis Kearifan Lokal Dalam Upaya Pemilihan Paska Bencana. Berlangsung Sabtu 26- Minggu 27 Oktober 2019.

Pelatihan ini diikuti juga oleh Ketua Balai Mediasi Provinsi NTB. H. Lalu Mariyun, SH., M.Hum, perwakilan Korem 162, Polda NTB dan pihak lain. (IE)

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan