logoblog

Cari

Mangan Berema Junjung Pasaji Tradisi Bersyukur Panen Melimpah

Mangan Berema Junjung Pasaji Tradisi Bersyukur Panen Melimpah

Lopok_Tradisi masyarakat Sumbawa yang nyaris punah adalah junjung pasaji dan mangan berema dengan menggunakan pakaian adat , tradisi ini biasanya dilaksanakan

Budaya

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
04 Oktober, 2019 10:20:48
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1224 Kali

Lopok_Tradisi masyarakat Sumbawa yang nyaris punah adalah Junjung Pasaji dan Mangan Berema dengan menggunakan pakaian adat, tradisi ini biasanya dilaksanakan setelah hasil panen dari pertanian masyarakat meningkat.

Tradisi ini masih tetap dilestarikan di Desa Tatede Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa yang diawali atau dilakukan oleh ratusan kaum hawa didaerah budaya Desa Tatede yang mengenakan pakaian adat yang bernama bertedung batuntang yang beriringan sambil menjunjung makanan atau sajian menuju Kantor Desa setempat untuk menjamu tamu kehormatan dan pada acara mangan berema atau makan bersama maksudnya menysukuri nikmat hasil pertanian yang melimpah.

Hadir dalam kegaiatan mangan berema Bupati Sumbawa HM Husni Jibril BSc, Camat Lopok,Kapolsek Lopok ,para tokoh masyarakat Desa Tatede., disela sela kesibukannya Kepala Desa Tatede menyampaikan bahwa tradisi mangan berema ini adalah tradisi turun menurun peninggalan nenek moyang dan hingga saat ini masih tetap diadakan di masyarakat Tatede setiap selesai panen. Trasi mangan berema ini selain rasa syukur kepala Tuhan juga sebagai ajang silaturrahmi antar warga serta memperert tali persaudaraan .

 

Baca Juga :


Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa Tradisi ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat Tateda atas melimpahnya hasil pertanian yang disajikan dalam satu wadah berisi nasi dan aneka ikan , ayam bakar,sayur serta setiap dulang diberikan oleh para tamu , sebagaimana diketahui masyarakat Sumbawa memiliki banyak tradisi lama yang tidak semua desa masih mempertahankan oleh karena itu merasa bersyukur kaena masyarakat tateda masih menjaga dan melestraikan tradisi mangan berema sebagai simbol kekompakan dan kebersamaan artar warga baik masyarakat yang datang dari dari kecamatan lain atau masyarakat sekitar yang selalu menjaga kelestarian budaya ini.

Bupati juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan karena merupakan salah satu tradisi masyarakat yang nyaris punah disamping menambah kekompakan dan kebersamaan antar warga juga sebagai simbul bahwa Sumbawa kaya akan budaya-budaya local.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan