logoblog

Cari

Nanga Tumpu Akan Dikembangkan Lewat Samota

 Nanga Tumpu Akan Dikembangkan Lewat Samota

KM Bali 1, Manggelewa-Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Nanga Tumpu, menggelar Lomba Perahu Dayung pada Kamis (7/9), Tepatnya di Pantai

Budaya

KM. Bali 1
Oleh KM. Bali 1
23 September, 2019 07:44:42
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 3757 Kali

Kelompok Sadar Wisata Desa Nanga Tumpu Kec. Manggelewa Kab. Dompu

KM Bali 1, Manggelewa-Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Nanga Tumpu, menggelar Lomba Perahu Dayung pada Kamis (7/9), Tepatnya di Pantai Napa.

Hadir dalam acara tersebut yakni Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu, Kepala Desa Nanga Tumpu, Kelompok Sadar Wisata, Organisasi tingkat Desa, Pedamping Pariwisata, BPD, Babinsa, Babinkamtibnas, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Dalam laporan Panitia Ketua POKDARWIS Desa Nanga Tumpu, Fendo mengungkapkan bahwa pihaknya menyayangkan sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu selama ini yang tidak berpihak pada pengembangan potensi yang ada di Desa tersebut . Selain itu juga pihaknya menilai Pemda Dompu kurang memberikan kontribusi ril terhadap pembangunan fasilitas sarana penunjang pariwisata di Desa tersebut. “Kami ini berada di lintas Jalan Negara belum tersentuh oleh siapa pun, Sementara di sini banyak potensi yang harus dikembangkan seperti Wadu Mandi, Pantai Sumur Belanda dll ”. Ungkapnya.

Selain itu juga Fendo menilai kebudayaan yang terdapat di Desanya tersebut hampir punah. Dengan demikian pihaknya saat ini berupaya untuk melestarikan kembali dengan beragam aktivitas yang merupakan bagian dari kebudayaanya seperti lomba perahu dayung, Lomba Pacuan Kuda pantai yang diagendakan untuk digelar setiap tahun bertepatan dengan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI). “banyak warisan leluhur yang harus dilestarikan setiap tahunnya serta dirangkaikan dengan promosi destinasi pariwisata yang ada di Desa Nanga Tumpu ”. Katanya.

Sementara dalam laporan kepanitian fendo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan selama 20 hari dengan jumlah peserta yang ikut sebanyak 63 club dalam satu perahu ditumpangi 2 orang. “sumber anggaran dalam kegiatan lomba tersebut dengan menggunakan ADD sekitar lima belas juta, jumlah peserta sebanyak 63 club, lama kegiatan dimulai tanggal 8 hingga tanggal 20 September”.

 

Baca Juga :


Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Nanga Tumpu Abdul Aziz, S.Sos menyampaikan apresiasi terhadap Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dompu terkait kehadirannya serta melihat secara langsung acara pembukaan lomba perahu dayung sebagai salah satu ikon budaya di Desa tersebut. Dikatakan Abdul Azis, dengan adanya kemauan lembaga serta masyarakat dalam melestarikan kebudayaan dan mengembangkan potensi pariwisata pihaknya mendorong mewujudkan dalam perkembangan tersebut. “Di Desa Nanga Tumpu ini merupakan Desa punya sejarah yang terdapat dalam Peta Dunia yaitu Dusun Napa dan disini juga ada sumur Belanda sampai hari ini masih utuh, dengan demikian mari kita sama sama mengembangkan dan menggali potensi yang ada di Desa Nanga Tumpu”. Tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu mengakui bahwa pihaknya selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terkait pengembangan kebudayaan dan potensi pariwisata yang terdapat di Desa Nanga Tumpu. “pihak parisiwisata belum memberikan kontribusi apa apa terkait pengembangan destinasi desa nanga tumpu, sementara saat ini kita akan menjual dulu potensi yang ada di Desa ini”. Tanggapnya.

Saat diwawancarai Kadis Disbudpar Dompu H. Khairul Ihsan, M.Si pada Sabtu, (7/9) lalu, mengatakan bahwa pihaknya merencanakan aplikasi sebagai alat untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada sehingga para pengunjung dengan mudah mendapatkan informasi pariwisata. Sementara saat ini pihaknya sudah melakukan pendataan inventaris potensi pariwisata desa yang ada disetiap kecematan di Kabupten Dompu. “kita sudah mengangkat tenaga pendamping disetiap kecematan untuk melakukan inventaris pendataan potensi  pariwisata yang ada setiap Desa”. Terangnya.

Terkait perhatian Dinas tersebut terhadap pengembangan potensi pariwisata Desa Nanga tumpu rencanannya akan diprioritaskan karena Desa tersebut masuk dalam Kawasan SAMOTA . “Nanti kedepan pariwisata Desa nanga Tumpu akan menjadi prioritas karena bagian dari kawasan SAMOTA”. Pungkasnya. (AS).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan