logoblog

Cari

Boteng Tunggul, Prosesi Budaya Warisan Leluhur

Boteng Tunggul, Prosesi Budaya Warisan Leluhur

Alunan Budaya Desa V yang menampilkan  Event Kesenian & Budaya Pringgasela, Lombok Timur, resmi ditutup. Gubernur Dr Zulkieflimansyah yang hadir menutup

Budaya

suryadi jamie
Oleh suryadi jamie
17 September, 2019 10:23:23
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 4420 Kali

Alunan Budaya Desa V yang menampilkan  Event Kesenian & Budaya Pringgasela, Lombok Timur, resmi ditutup. Gubernur Dr Zulkieflimansyah yang hadir menutup kegiatan tersebut menyebut gelaran tahunan ini sebuah event luar biasa.

Alunan Budaya Desa V, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur mulai dibuka sejak Minggu 8 September 2019 lalu. Kegiatan ini menampilkan beragam atraksi seni termasuk diantarannya adalah Tradisi Boteng Tunggul, sebuah tradisi sakral yang biasa dilaksanakan di upacara adat Gawe Desa.

“Pariwisata dan Desa Wisata kita tak harus identik dengan Laut dan gunung..tapi juga berbagai aktivitas kita yang terus kita perkaya...Budaya kita sangat kaya untuk kita eksplore lebih lanjut”, kata Gubernur.

 

Dalam event ini ada satu prosesi unik yang disebut Boteng Tunggul.  Ritual sejarah menampilkan kain tenun pertama yang berumur ± 850 tahun. Kain pertama tersebut diberi nama Tunggul. Dipercaya memiliki nilai kesakralan oleh masyarakat dan ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi untuk dapat mengibarkan tenun ini. Dalam upacara ini, kain tunggul dibawa oleh pewaris. Diikat di pohon bambu dan berdiri seperti umbul umbul. Sebuah bambu petung yang harus diambil dari akar sampai ujungnya. Saat pohon bambu berdiri dan tanggul dikibarkan diiringi dengan seni tradisional sasak yaitu Gendang Belek dan kesenian Rantok.

Tunggul terakhir kali dikibakan pada tahun 1979 silam, ketika pewaris dari kain ini menikah. Sejak saat itu, masyarakat sudah tidak pernah melihat tunggul dikibarkan.

Boteng sendiri berarti berdiri, dimana kain tenun tersebut dibuat pertama kali oleh tokoh tenun setempat yaitu Lebai Nursini. Kini kain tersebut sudah berada di tangan generasi, pewaris ke - 17. Tradisi ini sebagai cermin sejarah perjalanan tenun Pringgasela.

 

“Tunggul ini sudah berusia 8 abad. Boteng Tunggul adlh warisan budaya yg luar biasa, harus tetap dijaga,”tambah Gubernur.

Ketua Panitia Alunan Budaya Desa V, Ahmad Feriawan mengatakan, masyarakat Pringgasela enganggap ini adalah tenun Pringgasela dimana mereka sadar bahwa mereka dilahirkan dengan tenun. Yang harus dijaga sampai kapanpun. Tunggul ini juga sering digunakan sebagai media pengobatan dengan memanjatkan do'a dan salawat.

 

Baca Juga :


Seluruh tradisi budaya yang dimiliki masyarakat, kata dia, harus dilestarikan dan pelestarian itu ada di Kebudayaan. Karena itu tahun 2020, ia berharap pemerintah daerah punya museum untuk melestarikan keragaman adat dan tradisi yang ada di masyarakat. Terlebih Tunggul yang berusia delapan abad tersebut.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rusman, SH, MH. Dia mengatakan pelestarian budaya adalah bagian yang harus menjadi perhatian. Budaya sebagai cermin dari masyarakat.

"Ini menjadi perhatian kami di dinas dikbud, bagaimana kedepannya kita bisa mencari format yang baik sehingga budaya yang dimiliki betul betul lestari dan menjadi asset yang berharga," ujarnya.

Di sekolah, jelas Rusman, kekayaan budaya NTB sudah mulai masuk sebagai pelajaran muatan lokal. Bahkan khusus untuk tenun, SMK 2 Selong membuka jurusan khusus terkait kerajinan Tenun. Ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat.

Selain Upacara adat Boteng Tunggul, Alunan Budaya Desa V yang dilaksanakan selama 8 hari mulai dari tangga 8 sampai 16 September 2019 ini menampilkan beragam atraksi seni seperti fashion show kain tenun, Pameran UKM dan Tari Tenun.

Kerajinan tenun sendiri menjadi khas Pringgasela. Produk tenun yang dihasilkan tak hanya beredar di Nusantara, tapi mulai menembus pasar dunia. (jm tim media).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan