logoblog

Cari

Mulud Adat Bayan Di Bulan Pesona Lombok Sumbawa

Mulud Adat Bayan Di Bulan Pesona Lombok Sumbawa

Asia Pacific Geoparks Network (APGN) diselenggarakan di Lombok. Kegiatan ini berlangsung dari 31 Agustus – 6 September 2019. Sejumlah ahli geologi

Budaya

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
02 September, 2019 23:30:33
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1938 Kali

Asia Pacific Geoparks Network (APGN) diselenggarakan di Lombok. Kegiatan ini berlangsung dari 31 Agustus – 6 September 2019. Sejumlah ahli geologi dan geopark dari 30 negara di Asia Pacific hadir untuk mengsukseskan kegiatan APGN pertama di Indonesia. Kehadiran para ahli geologi dan geopark menjadi sebuah  momen untuk mengetahui bahwa Lombok sudah aman dari pasca gempa dan dapat dikunjungi kembali. Berbagai kegiatan yang terangkai pada momen yang bergensi di pulau wisata ini, salah satunya adalah karnaval Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) di waktu sore di jalan raya depan Islmic Center hingga Lapangan Sangkareang Mataram,1 September 2019.

Karnaval Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) melibatkan aneka ragam budaya Nusa Tenggara Barat, yang masing-masing diwakili oleh setiap daerah dan lembaga lainnya. Atraksi seni budaya Sasak Lombok, Samawa Sumbawa dan Mbojo (Bima) tampil memukau di depan para penonton yang ada di tepi jalan raya. Demikian pula dengan peragaan busana adat yang oleh masing-masing daerah, bahkan tampilan busana yang terbuat dari bahan sampah plastik ikut mensukseskan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) di sepanjang jalan ini.

Aneka ragam bentuk kearifan lokal ikut memerihkan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) di Sepanjang Jalan Islamic Center hingga depan Lapangan Sangkareang. Salah satu bentuk kearifan lokal yang sempat memukau perhatian para penonton di tepi jalan raya itu adalah prosesi mulud adat Bayan yang diperagakan oleh kontingen Lombok Utara.

Corak busana adat Bayan yang berwarna alami tampak klasik di tengah kilauan warna-warni busana mewah yang diperagakan oleh kontingen dari daerah lain. Namun suatu keunikan yang dimiliki pada kontingen Lombok Utara adalah berbagai perlengkapan prosesi mulud adat bayan yang seolah-olah tampak nyata.

Musik tradisional Bayan yang dihantar oleh barisan musisi tradional Bayan terdengar nyaring di sepanjang jalan. Suara musik tradional itu memancing atraksi pepadu yang diperagakan oleh pemuda Bayan. Demikian pula dengan barisan gadis-gadis Bayan yang membawa bakul yang berisi ikatan padi dan tapis beras menjadi pukauan perhatian pada penonton..

Langkah demi langkah berbaris rapi dan tertur di bagian pertengan jalan raya. Dari potongan baris belakang pada kontingen Lombok Utara, tampak seorang bocah pria asal Bayan yang membawa “Kekisa”. “Kekisa” adalah sebuah anyaman keranjang daun kelapa muda yang terisi seekor ayam. “Kekisa” ini adalah salah satu bagian sesajen yang akan dihantar ke dalam masjid. Selain itu, sepasang pemuda menandu lesung untuk menumbuk padi yang dikawal oleh barisan pemuda yang membawa potongan bambu hijau.

 

Baca Juga :


Nasi anca adalah juga salah satu bentuk sesajen yang harus ada di dalam prosesi mulud adat Bayan. Nasi anca ini akan dipersembahan kepada Kyai yang ada di masjid. Nasi ini dibungkus dengan daun pisang dan diletakkan di atas anyaman kulit bambu. Dalam prosesi mulud adat Bayan yang digelar pada Bualan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS), yang mana nasi anca tersebut dihantar oleh pemuda-pemuda Bayan yang mengenakan sarung hitam dan penutup kepala adat Bayan.

Salah satu alat sesajen yang tampak alami dalam prosesi mulud adat Bayan pada Karnaval Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) yaitu buah kelapa tua yang dipikul oleh seorang pemuda Bayan yang mengenakan sarung berwarna kelam tapa baju. Pemuda yang memikul kelapa tua tersebut diikuti oleh beberapa pemuda yang memikul kayu bakar dan ikatan padi yang berwarna menguning.

Kelompok atraksi seni tari rabana juga menjadi bagian dari prosesi mulud adat Bayan pada Karnaval Bulan Pesona Lombok Sumbaw (BPLS). Sembari berjalan, mereka pun terkadang berhenti di tengah jalan untuk beraksi di depan para penonton.

Selain itu, berbagai perlengkapan lainnya yang diperagakan oleh kelompok pemuda dari Lombok Utara tampak memukau pada perhatian penonton. Demikian juga dengan barisan gadis-gadis Bayan dengan busana adat juga ikut mensukseskan Bulan Pesona Lombok Sumbaa (BPLS). Suatu keunikan pada gadis-gadis tersebut, mereka mengenakan busana hitam yang dipadu dengan warna alami, dan tangan kiri tersembunyi di balik selendang, yang seolah-olah menggendong sesuatu.

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan