logoblog

Cari

"Belanjakan" Ultimate Fighting Championship Lombok

KM. Sukamulia - Masyarakat Lombok memiliki berbagai atraksi budaya, salah satunya adalah Seni Bela Diri yang disebut Belanjakan. Seni Bela Diri

Budaya

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
26 Agustus, 2019 21:37:39
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 3995 Kali

KM. Sukamulia - Masyarakat Lombok memiliki berbagai atraksi budaya, salah satunya adalah Seni Bela Diri yang disebut Belanjakan. Seni Bela Diri "Belanjakan" merupakan seni pertarungan yang teknik permainannya tidak jauh berbeda dengan UFC (Ultimate Fighting Championship). Dengan demikian, tidak berlebihan jika Belanjakan dikatakan sebagai UFC Ala Lombok.

Seni Beladiri Belanjakan adalah tarung antara dua orang laki-laki yang menggunakan teknik tendangan dan kuncian. Pada permainan ini, petarung tidak diperbolehkan melakukan pukulan  dengan tangan. Melihat cara bermainnya, Belanjakan mirip seperti UFC di Amerika. Belanjakan, asli sasak punya sejak ratusan tahun sudah ada.

Mengenai sejarah Belanjakan, Mirzoan Ilhamdi (Pemuda Pemerhati Budaya Masbagik) menceritakan bahwa Belanjakan dilaksanakan di Desa Masbagik sejak ratusan tahun silam dan itu digelar setiap tahun hingga tahun 1995. 

"Even Belanjakan terahir dilaksanakan pada tahun 1995 dan setelah itu permainan ini tenggelam atau tidak pernah digelar lagi. Pada tahun 2016, Lambur Community kembali menghidupkan seni Belanjakan melalui Festival Masbagik yang pada tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus-01 September 2019", jelas laki-laki yang akrap disapa Ming itu.

Belanjakan adalah sebuah seni bela diri traditional asli dari masyarakat Lombok yang berasal dari Desa Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Berdasarkan cerita masyarakat Masbagik dan sekitarnya yang dikumpulkan oleh Lambur Community, pada awalnya Belanjakan digelar untuk menyeleksi dan mencari pemimpin desa pada zaman dahulu. Pepadu yang paling tangguh atau paling kuat dan mengalahkan pepadu lainnya adaalah pemenang pertarungan. Pemenang itulah yang kemudian diangkat menjadi pimpinan desa (Kepala Desa).

Selanjutnya, para pepadu (petarung) belanjakan lainnya (yang kalah) dipersiapkan sebagai pasukan pertahanan desa, sekaligus untuk menjadi pasukan tempur berperang terhadap gangguan dari luar desa.

Pada tahap perkembangannya, Belanjakan di Desa Masbagik dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Masbagik atau untuk sekedar hiburan rakyat yang digelar sekali setahun, umumnya dilaksanakan setelah masyarakat usai dari kesibukan panen padi.

 

Baca Juga :


Dikisahkan pula bahwa pada awalnya, masyarakat Masbagik melakukan kegiatan Belanjakan setelah mereka panen padi. Belanjakan mereka lakukan di tengah sawah yang sudah dipanen padinya dengan tempat bermain beralaskan jerami.

Seni Bela Diri Lombook khas Desa Masbagik ini dulunya biasa dilakukan pada malam hari saat menjelang purnama, yaitu tanggal 12 hingga malam purnama (tanggal 15 dalam penanggalan qomariah). Ketika acara ini digelar, semua warga berkumpul di tengah sawah yang disepakati sebagai arena pertarungan gunan menonton pertarungan para pepadu Belanjakan.

Cara permainan Belanjakan hampirsama dengan teknik permainan UFC (Ultimate Fighting Championship) yang digelar sebagai ajang tarung internasional. Jangan-jangan orang Amerika belajsr fighting dari orang Masbagik nech,,  heheheee just kiding brow and sister.

Para pemain Belanjakan (pepadu) hanya menggunakan kostum berupa cancut (penutup badan bagian bawah) layaknya pemain Muay Thai (pemain seni bela diri Thailand). Pertarungan Belanjakan dipandu oleh seorang pekembar (wasit) yang mengatur jalannya pertandingan.

Pencinta Kampung Media yang kami banggakan, jika anda penasaran dengan permsinan ini maka berkunjunglah ke Masbagik guna menyaksikan Even Belanjakan sebagai bagian dari Festival Masbagik 2019 yang akan digelar di Lapangan Umum Masbagik mulai tanggal 27-31 Agustus 2019.
_By. Asri The Gila_



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan