logoblog

Cari

Kaum Hawa Mainkan Sakeco

Kaum Hawa Mainkan Sakeco

Sumbawa Besar_Dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke 74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019, Ketua Panitia PeringatanHUT RI ke

Budaya

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
20 Agustus, 2019 11:11:27
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 833 Kali

Sumbawa Besar_Dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke 74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019, Ketua Panitia PeringatanHUT RI ke 74 Proklamasi Kemerdekaan RI Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa DR.H. Muhammad Ikhsan ,M.Pd meminta partisipasi kepada Sekolah dan Madrasah yang ada di Kota Sumbawa Besar untuk mengisi pentas seni dan hiburan pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2019 panggung uatama Lapangan Pahlawan Sumbawa yang dilaksanakan pada malam hari.

Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa menampilkan Sekeco yang dimainkan kaum hawa ini tidak biasanya karena yang biasanya dilakukan seorang pria , Kali ini Sakeco Inovasi dimana awal masuknya diawali dengan pukulan Ratib rabana ode kemudian salah satu pemain memainkan  sarune yang diikuti oleh tembang malangko tiga (3) orang barulah mulai isi Sakeco secara bersamaan empat(4) orang, yang mana Sakeco ini biasanya pemainnya seorang laki laki namun MAN 1 Sumbawa menampilkan pemain dari kaum wanita ,dan penampilan sangat memakau bagi penonton yang mengerti karena Sakeco ini menggunakan Bahasa Daerah Sumbawa.dan kegiatan secara bergiliran sehingga masing masing Sekolah dan Madrasah hanya bias menampilkan satu kali. Sakeco merupakan salah satu bentuk seni yang bersumber dari Lawas.

Sakeco banyak digemari oleh masyarakat (Tau Samawa) Sumbawa. Sakeco dimainkan oleh dua orang pria yang merupakan pasangannya dan masing-masing memegang satu rabana (rebana). Rebana yang digunakan adalah bisa Rabana Ode atau Rabana Rango/Rabana Kebo (Rebana Besar).

Penggunaan dua jenis rebana ini didasarkan pada temung yang akan digunakan. Hanya saja, pada saat Sakeco, rabana yang digunakan harus sejenis. Perbedaan penggunaan dua jenis rabana ini karena perbedaan Temung (nada lagu), dan isi Sakeco. Rabana Ode lebih lincah, agresif, lebih variatif, dan jika ditabuh maka akan lebih cepat. Rabana Ode biasa dipakai untuk memainkan temung Sakeco Ano Rawi, sedangkan Rabana Kebo selain mengeluarkan suara lebih besar, temponya lambat, dan juga lebih monoton dari segi nada. Rabana Kebo biasanya digunakan oleh sebagian besar orang Sumbawa Ano Siup.

 

Baca Juga :


Sakeco merupakan seni yang sangat luwes dan dinamis dibandingkan dengan yang lain. Sakeco dapat dimuati oleh Lawas Nasihat (pamuji); Lawas Tau Loka, Lawas Muda-mudi, Lawas tode yang dibuat dalam bentuk tutur (cerita naratif). Masyarakat suku samawa tetap melestarikan kearifan lokal yang dimilikinya walaupun kebanyakan yang kita tahu bahwa generasi muda sekarang mulai lentur dari budaya yang dimilikinya karena terpengaruh dengan budaya barat di era globalisasi ini mulai dari gaya bahasa ,cara berpakaian, maupun prilaku dalam kehidupannya yang mengikuti perkembangan zaman dan tidak disadari bahwa budaya yang melekat dalam masyarakat itu dilupakan atau bisa dikatakan dianggap tidak penting.

Kita ketahui bahwa pentingnya kearifan lokal suku samawa di kembangakan baik pada pendidikan formal, informal, maupun nonformal agar generasi muda yang akan menjadi penerus untuk kemajuan dan sebagai agen perubahan bisa tetap melestarikan kearifan lokal yang dimilikinya walaupun terkadang banyak hambatan-hambatan salah satunya banyaknya budaya asing bisa merubah masyarakat suku samawa jika tidak bisa mempertahankannya.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan