logoblog

Cari

Membumikan Nggahi Mataho

Membumikan Nggahi Mataho

Akhir- akhir ini sangat viral perkataan dan ujaran kebencian serta pernyataan yang berbau pomografi di media sosial. Hal ini menunjukkan komunikasi

Budaya

alan malingi
Oleh alan malingi
16 Agustus, 2019 06:51:44
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1479 Kali

Akhir- akhir ini sangat viral perkataan dan ujaran kebencian serta pernyataan yang berbau pomografi di media sosial. Hal ini menunjukkan komunikasi verbal masyarakat Bima sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dan berbahaya. Permasalahan ini tidak boleh kita anggap sepele. Ya... setelah viral, dibina dan akhirnya minta maaf. Hal ini sering sekali terjadi dalam tata pergaulan kita di Bima saat ini.Media sosial selalu menjadi wadah utama untuk membuat viral kemudian permintaan maaf pun viral dan selesai. Kemudian muncul lagi dan kembali muncul kepermukaan.

Apa sebenarnya penyebab hal ini? menurut saya ada empat faktor penyebabnya. Pertama keringnya pendidikan agama, Kedua pengaruh lingkungan, ketiga tergerusnya pendidikan karakter dan ke empat sunyinya ajaran Nggahi Mataho. Empat faktor ini saling berkaitan. Pada tulisan ini saya tidak mengupas faktor pertama sampai ketiga. Saya lebih menekankan pada faktor keempat yaitu Ajaran Nggahi Mataho. Hal ini juga penting untuk diajarkan kepada anak anak dan remaja serta kita semua agar senantiasa menjaga lisan dengan perkataan yang baik dan menyenangkan orang lain.

Leluhur masyarakat Bima Dompu telah menitipkan beragam Nggahi Mataho lewat petuah, pantun, syair, ungkapan dan lainnya untuk menjadi pedoman dan panduan di dalam kita berkomunkasi satu sama lain. Nggahi mataho perlu diajarkan kembali kepada generasi kini dan akan datang agar kita santun dalam pergaulan. Ada kata dan kalimat yang tidak pantas.Ada yang pantas untuk kita ucapkan. Semua itu perlu kita bumikan kembali di Dana Mbojo tercinta.

Apa saja nggahi mataho ? Nggahi mataho tersebar dalam tutur masyarakat Bima Dompu seperti maja labo dahu, kalembo ade, nggahi rawi pahu, su’u sawa’u sia sawale, beragam patu mbojo, senandung dan syair, ungkapan dan lainnya. Nggahi mataho bersumber dari agama islam dan kearifan sastra tutur masa silam yang bersemi indah dalam tata pergaulan masyarakat Bima-Dompu.

 

Baca Juga :


Mari bumikan Nggahi Mataho.Ajarkan perkataan yang baik baik kepada anak, keluarga, tetangga,kerabat dan sahabat kita.

Senggigi, 15 Agustus 2019



 
alan malingi

alan malingi

blogger dan penulis asal Bima-NTB. Kontak : 08123734986-0811390858. Kunjungi juga www.bimasumbawa.com dan www.alanmalingi.wordpress.com.Facebook, WA, Twitter dan Instagram Alan Malingi.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan