logoblog

Cari

Tarian Daerah Simbol Filosofi Kehidupan

Tarian Daerah Simbol Filosofi Kehidupan

    Sumbawa Barat. Diskominfo - Seni tari tradisional merupakan ekspresi jiwa yang sifatnya indah. Menari bukan hanya menggerakkan badan semata,

Budaya

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
28 Juli, 2019 13:43:43
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 918 Kali

Sumbawa Barat. Diskominfo - Seni tari tradisional merupakan ekspresi jiwa yang sifatnya indah. Menari bukan hanya menggerakkan badan semata, beragam makna penting tersirat dan tersurat dalam aktivitas yang satu ini.

Selain merupakan seni gerak tubuh juga merupakan pengejawantahan dari pemahaman nilai budaya. Gerakan tari yang lemah gemulai mengajarkan seseorang untuk bersabar, bertutur lembut, dan berkonsentrasi tinggi, memadukan gerakan dengan irama gendang. Demikian ungkapan seorang pendiri Sanggar Seni Sareng Nyer Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Surdianah.

Salah satu manfaat nyata dari menari adalah menyehatkan tubuh. Tambah Surdiana. Namun bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh, seorang penari juga dapat memetik nilai dan filosofi yang terkandung dalam gerak tariannya.

“Semua nilai-nilai itu ada di dalam tari dan mempengaruhi diri tanpa disadari, ada juga beberapa tarian yang bisa membuat penarinya hilang kesadaran,” katanya saat saat diwawancarai di sanggarnya Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (28/7/2019). Seni tari juga membuka pemahaman tentang nilai budaya dan filosofi tentang tradisi nenek moyang terdahulu.

Beberapa tarian yang telah dikreasikan oleh surdiana mengandung banyak pesan dan filosofi kehidupan, ada pula tarian yang menjelaskan ungkapkan masyarakat seperti tarian Sear Kipas yang diciptakan Surdianah tahun 2012, tarian ini mengisahkan masyarakat setempat memberi rasa aman kepada tamu yang datang ke sebuah daerah, tarian ini telah meraih penghargaan sebagai tarian penyaji terbaik di tingkat Provinsi tahun 2015 yang diadakan di taman Budaya Mataram, bahkan telah ditampilkan di event Nasional.

 

Baca Juga :


Demikian pula dengan tarian Basamaras yang bermakna rasa suka cita dan bahagia atas kedatangan tamu, tarian yang diciptakan oleh Darmiani tahun 1980 dan dikreasikan lagi oleh Surdiana pada 2012 tersebut juga sangat familiar di tengah-tengah masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Namun ada satu karya Surdianah yang telah go Internasional, yaitu tarian Barapan Kebo. Tarian tersebut menurut Surdianah sangat istimewa karena diangkat dari permainan rakyat yang mengandung budaya dan filosofi yang sangat dalam sarat akan nilai-nilai kebajikan dan nilai kehidupan masyarakat terdahulu.

“Seni tari yang menjadi budaya sejak turun temurun memiliki daya tarik tersendiri, bahkan mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi tingkat kunjungan wisatawan mancanegara. Sungguh sangat ironis jika para anak muda bahkan melupakannya,” tutup Surdianah. Feryal



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan