logoblog

Cari

Ritual Seraup, Bukti Kuatnya Perayaan Lebaran Topat

Ritual Seraup, Bukti Kuatnya Perayaan Lebaran Topat

Giri Menang, KM. Tradisi unik yang sarat makna, itulah perayaan Lebaran Topat. Sebagai manipestai dari peryaan Lebaran Topat ini, masyarakat desa

Budaya

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
12 Juni, 2019 20:07:58
Budaya
Komentar: 2
Dibaca: 4403 Kali

Giri Menang, KM. Tradisi unik yang sarat makna, itulah perayaan Lebaran Topat. Sebagai manipestai dari peryaan Lebaran Topat ini, masyarakat desa Batulayar Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, berbondong-bondong mendatangi Makam Batulayar. Tujuan mereka untuk ziarah makam, pendekatan kepada Sang Pencipta Sekalian Alam, Tuhan Yang Maha Esa. Dari pendekatan spiritual itu, tidak sedikit yang datang sekedar bernazar, agar kesehatan tetap fit, keluarga tentram, cepat dapat jodoh, momongan, prestasi sampai memperoleh pendidikan dan jabatan.

Bahkan tradisi setahun sekali ini pun tidak dilewati oleh rombongan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Mereka datang dalam bentuk defile, arak-arakan menggunakan angkutan tradisional ‘cidomo’ yang dihias sedemikian rupa. Merekapun bernazar agar pembangunan di Gumi Patut Patuh Patju ini sukses sesuai harapan bersama.

Sebagaimana tradisi ziarah makam, terlebih dahulu seorang tokoh agama memimpin alunan selakar dengan syair-syair islami. Dilanjutkan dengan zikir dan doa, baru kemudian melakukan ritual nyekar, bejanjam atau seraup di atas makam seorang wali yang konon dikeramatkan

Tradisi ziarah makam ini sudah ada sejak ratusan tahun silam. Hingga kini oleh masyarakat Lombok khususnya Lombok Barat, masih mempertahankan tradisi papuq baloq, leluhur mereka. Tahun 2019 ini, pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata menggelar acara Lebaran Topat di Pantai Duduk, Senggigi kecamatan Batulayar, Rabu (13/6).

Namun, sebelum perayaan Lebaran Topat dimulai, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama wakil bupati Hj.Sumiatun, Ketua TP PKK, Forkopimda bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat, terlebih dahulu melakukan prosesi ziarah, nyekar, zikir dan seraup di Makam Batu Layar. Konom di Makam ini tempat pemakaman seorang wali bernama Al Habib Abdurrahman Al Idrus. Karena kewaliannya, oleh masyarakat Lombok Barat khususnya, makam ini diyakini sebagai wadah spiritual dan dikeramatkan, sehingga tidak pernah sepi dari kunjungan dari berbagai plosok sudut Pulau Lombok.

“Alhamdulillah, tahun 2019 ini ramai pengunjung. Mereka datang untuk ziarah makam,” tutur Herman, sang juru kunci makam.

 

Baca Juga :


Ziarah Makam tim bupati sudah dipersiapkan sejak pagi. Namun pengunjung terus berdesakan. Mereka turut serta berbaur melantunkan selakar dan doa. Tua-muda, laki-perempuan, anak-anak dan orang dewasa pun turut serta. Nampak sekali fitrah dan nuansa Islami yang sangat kental.

Setelah usai berdoa, dilanjutkan dengan bejanjam atau seraup. Tradisi membasuh muka ini sebagai manipestasi dari keyakinan bahwa, air adalah untuk mensucikan. Apalagi air yang digunakan adalah air yang dibawa dari sumur emas yang konon muncul dari tancapan tongkat sang wali. Sumur emas letaknya sekitar 500 meter di bawah komplek makam. Setelah itu dilanjutkan dengan nyekar, atau menabur bunga rampai.

Tim bersama bupati Fauzan kembali ke menaiki cidomo hiasan. Tujuannya ke tempat acara seremoni gelaran Lebaran Topat di Pantai Duduk. Lebaran Topat atau Lebaran Nine (Lebaran wanita) digelar sepekan setelah gelaran Lebaran Syawal (Lebaran Mame) atau lebaran laki.



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. Pangkat Ali

    Pangkat Ali

    13 Juni, 2019

    Sip....kmrin dikjar deadline di Humas....


  • fairuz abadi

    fairuz abadi

    13 Juni, 2019

    Mestinya "Ritual Seraup" lebih banyak diulas sebagi cermin dari Judul. Terimakasih


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan