logoblog

Cari

Kambolo Weki Warisan Budaya Milenial Masyarakat Ntobo

Kambolo Weki Warisan Budaya Milenial Masyarakat Ntobo

Kim oi Talaga, Masyarakat  Bima sangat kaya dengan adat istiadat dan budaya warisan leluhur tidak terkecuali dengan warga kelurahan Ntobo yang berada

Budaya

KIM Oi Talaga
Oleh KIM Oi Talaga
26 April, 2019 10:50:44
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 1190 Kali

Kim oi Talaga, Masyarakat  Bima sangat kaya dengan adat istiadat dan budaya warisan leluhur tidak terkecuali dengan warga kelurahan Ntobo yang berada di pinggiran Kota Bima. 

Letaknya, sangat strategis diliputi oleh aneka flora dan fauna yang begitu mempesona, dan yang menarik perhatian bahwa masyarakat Ntobo masih mempertahankan budaya gotong royong di zaman modernisasi ini. 

Salah satu budaya gotong royong yang masih menjadi sorotan di zaman milenial ini adalah budaya gotong royong Kambolo weki pada masyarakat kelurahan Ntobo di laksanakan sebelum pernikahan. 

Mbolo weki secara arti kata dalam bahasa Bima, mbolo berarti lingkar atau melingkari sedangkan weki dapat di artikan massa atau kumpulan orang untuk bermusyawarah. Mbolo weki adalah mufakat dan musyawarah yang biasanya di selenggarakan untuk mempersiapkan suatu acara di antaranya pernikahan, khitanan dan do, a tahlilan. 

Tetapi mbolo weki yang kita bicarakan adalah mbolo weki sebelum pernikahan yang di hadiri oleh kaum laki/bapak yang diselenggarakan di halaman rumah dan ditempat yang luas. 

Biasanya bantuan dari hasil kambolo weki adalah berupa uang yang dikumpulkan oleh masyarakat satu persatu tetap akan di tulis di buku khusus kambolo weki, misalnya Ahmad mengumpulkan uang 100rb pada acara kambolo weki Bapak Abdullah, sehingga ketika keluarga bapak Ahmad mengadakan acara yang sama tentu bapak Abdullah akan mengumpulkan nominal yang sama bahkan lebih. 

 

Baca Juga :


Kambolo weki tidak terkecuali hanya bagi masyarakat yang kurang mampu tetapi juga bagi masyarakat kaya pun bisa mengadakan acara kambolo weki, sehingga biasanya hasil perkumpulan uang secara bersama-sama sehingga menghasilkan nominal yang cukup fantastik dari 15 sampai 50 juta. 

Menurut bapak Musa jakariah salah satu tokoh masyarakat ntobo kamis (25/4/2019)mengatakan"mbolo weki adalah budaya yang masih tetap di pertahankan oleh masyarakat sampai sekarang  karna budaya ini adalah yang bermanfaat bagi masyarakat karena membantu meringankan beban masyarakat yang mengadakan acara resepsi atas pernikahan putra putrinya yang membutuhkan biaya yang cukup banyak. Ucapnya

Dari penjelasan bapak musa jakariah tersebut,bahwa gotong royong yang sangat bermanfaat bagi masyarakat yang masih tetap di pertahankan pada zaman milenial ini. Sumber( Herman Evendi) 



 
KIM Oi Talaga

KIM Oi Talaga

KIM Oi Talaga Kelurahan Ntobo Email : km_ntobo@yahoo.com Anggota/editor : Arifin HP : 082339035939, Alamsyah : 081237986726

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan