logoblog

Cari

Ayo, Belajar Menjadi Pembayun….

Ayo, Belajar Menjadi Pembayun….

Oleh: Lalu Pangkat Ali (Bag.4) Setelah Juru solo mengucapkan kata-kata mohon pamit kepada Pembayun Penampi, maka dijawab oleh Pembayun Penampi sebagai

Budaya

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
26 Desember, 2018 12:11:54
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 2040 Kali

Oleh: Lalu Pangkat Ali (Bag.4)

Setelah Juru solo mengucapkan kata-kata mohon pamit kepada Pembayun Penampi, maka dijawab oleh Pembayun Penampi sebagai berikut :

Singgih…. Mekadi pengandike pengandike jero pisolo sane wauh kodal, ulem uleman, pesilaqan make miwah undangan sang handowe karye puniki sampun semapte, nenten wenten dados pengantos malih, saneh doh saneh pedek sampun napak kangantos kerauhan jero pembayun ragehingandike, minangke dados tetami agung. Dawegan pisan rage hingandike medal hanaring penantaran puniki, den agi sarengan jero pembayun rage hingandike, sami sami ngeranjing ring pegenahan pegayuban agung puniki.

(Artinya: Ya… sebagaimana permintaan dari jero pisolo bahwa semua undangan dari yang punya upacara sudah hadir semua, tidak ada yang ditunggu lagi, semuanya sudah siap menerima kedatangan jero pembayun bersama rombongan dan bersama sama duduk membahas adat di tempat yang agung ini).

Juru pisolo memohon pamit karena semua permohonannya sudah diterima serta mohon pamit dengan mengucapkan kata kata sebagai berikut :

Yen sampun ketampi atur dewek titiang puniki sane wauh, mangdane nenten dados kesisipan dewek titiang puniki, nede agung sinampure sepisan jangkeping seketi, titiang nede pengandike pamit sareng kiwe tengen makemiwah ring untat titiang puniki, senamian jagi titiang puniki ngelungsur pengandike pamit… nurgahe…

(Artinya : Kalau sudah diterima permohonan saya ini dan tidak ada yang salah atau keliru cara cara saya ini, dengan memohon maaf yang tiada terhingga saya mohon pamit di hadapan hadirin semua besar kecil dan saya mohon permisi).

 

Baca Juga :


Kemudian dijawab oleh Pembayun Penampi …rarisan…

Kemudian juru solo kembali menuju rombongan penyorong dan melaporkan hasil yang didapat pada waktu melakukan solo kepada Pembayun. Pembayun mempersiapkan rombongan dengan berbaris teratur membawa gegawan yang akan diserahkan kepada pihak keluarga pengantin wanita atau kepada Pembayun Penampi yang telah dipercayakan oleh pihak keluarga pengantin wanita menerima gegawan yang dibawa Pembayun Penyorong.

Sambil menunggu kedatangan Pembayun Penyorong yang akan menyerahkan gegawan, maka Pembayun Penampi, membaca tembang-tembang atau lawas-lawas penantian. Adapun bunyi syair tembang atau lawas yang diucapkan oleh Pembayun Penampi adalah sebagai berikut:

Bersambung......

 



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan