logoblog

Cari

Tradisi Ukuf Gegaman

Tradisi Ukuf Gegaman

Pada era melineal ini masih didalam suku sasak masih kita bisa jumpai tradisi-tradisi atau bahkan ritual-ritual leluhur kita. Tradisi itu masih

Budaya

Efoel Avicenna
Oleh Efoel Avicenna
28 November, 2018 19:29:13
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 7344 Kali

Pada era melineal ini masih didalam suku sasak kita bisa jumpai tradisi-tradisi atau bahkan ritual-ritual leluhur kita. Tradisi itu masih kuat dan tidak tergerus oleh zaman bahkan dengan keberadaan tradisi atau ritual  itu kita mampu merasakan energi lain selain energi kita. Bukan hanya itu keberadaan ritual-ritual ini juga kita merasakan bahwa kita berada susku yang kaya akan tradisi bahkan bisa saja menjadi hal yang menarik untuk ditulis, dikaji atau penggalian makna dari ritual-ritual tersebut. Salah satu ritual yang bisa dan masih utuh yang bisa kita temukan di Suku Sasak adalah ritual ukuf gegaman (Senjata).

Wukup senjata atau pusaka bagi masyarakat Sasak bukanlah sesuatu hal yang aneh, bahkan juga tradisi wukuf ini terjadi di daerah lain diluar suku sasak. Ritual wukuf juga bisa kita temui dalam agama islam, dalam Islam wukuf masuk dalam salah satu Rukun Haji. Kalau kita ambil dari arti islam maka wukuf artinya berdiam atau hadir. Dalam suku sasak kita pula ritual wukuf atau dalam bahasa sasak umum disebut dengan “ukuf”.

Dalam tradisi ukuf dikalangan sukus sasak adalah bagian dari cara seseorang untuk memilihara isi keris dalam bahasa para penggiat mistisme disebut dengan khodam. Khodam yang berada gegaman (senjata) diminta untuk tetap diam agar gegaman yang dipegang tetap mempunyai kesaktian secara khusus. Jenis benda yang di ukuf bukan hanya berbentuk besi (Keris, pedang, parang dll) tapi juga segala bentuk dan jenis gegaman yang menjadi senjata pegangan seseorang. Dalam suku sasak banyak cara atau jenis wukuf yang bisa kita saksikan ada dengan cara hanya menggunakan kemenyan yang ditaruh diatas bara api atau juga ada dengan cara memandikannya.

Bagi para penggiat mistisme ukuf adalah satu cara seseorang untuk menyatu dan berkomunikasi dengan khodam gegaman (senjata) yang dimiliki. Dengan cara inilah para penggiat ini memilihara khodam tersebut atau ada bahkan yang mengatakan dengan cara ukuflah mereka bisa patuh terhadap pemiliknya. 

Suku sasak sendiri sampai saat ini masih kental dengan cerita mistisme sehingga tradisi ukuf ini juga masih kita bisa jumpai. Di Desa Songak misalnya para penjampi (dukun) sering kali melaksanakan kegiatan ukuf bahkan sebagian penyakit yang diderita sama seseorang adalah bagian dari ritual ini. Karena banyak kita temukan orang yang sakit bertahun-tahun, dengan penghabisan yang sudah banyak ketika ke dukun mereka diminta untuk melaksanakan ritual ukuf gegaman peninggalan nenek moyang mereka.

Karena khodam yang berada di keris atau benda lainnya menginginkan kepada si pemiliknya untuk dipelihara, pemiliharaan ini pun dengan cara ukuf gegagaman tersebut. Ukuf yang biasa dilakukan oleh orang yang ingin sembuh dengan memandikan gegaman (senjata) nya.

 

Baca Juga :


Ukuf dengan model memandikan ini harus memiliki sesajen seperti air kemabng, likuq (daun sirih), buaq (pinang), tembakau dan lain sebagainya dalam jumlah yang sudah ditentukan. setelah semuanya siap maka gegaman di angakat lalu ditaruh persis di asap kemnyean lalu dimandikan di air kembang, bekas pencucian gegaman tersebut yang biasanya digunakan mandi oleh orang yang sakit. Setelah melakukan wukuf memang adakalanya penyakit itu hilang. 

Ukuf juga bukan hanya sekedar sebagai salah satu cara penyembuh penyakit namun juga bagian dari cara memperkuat silaturrohmi dengan mahluk astral yang bersemayam dalam keris atau benda lainnya. Karena keberadaan mereka juga penting untuk kita ingat dan menyambung silaturrohim dengan mereka, salah satu cara bersilaturrohim dengan cara melaksanakan ukuf tersebut. Ukuf dalam suku Sasak tidak dilakukan disembarang tempat dan waktu ada tempat tempat tertentu ketika ingin melaksanakan ukuf bahkan ada yang mempunyai malam-malam tertentu karena ditempat dan malam itulah khodam yang berada di benda yang dijadikan senjata itu ingin berkomunikasi.

Tradisi yang hanya menggunakan kekuatan magis ini sampai saat ini masih dilasakan oleh kalangan masyarakat suku sasak. Tradisi ukuf tidak hanya diam dan tanpa ada bacaanya. Menurut sesorang tetua Songak bahwa “ukuf juga menggunakan do’a-do’a. Sebelum melaksanakannya ada puji-pujian kepada Allah SWt, shalwat pada Nabi Muhammad SAW, juga melafalkan fatihah untuk Nabi yang lainnya. Sehingga ukuf ini juga cara kita mendo’akan mereka yang tidak terlihat (mahluk astral) yang ada didalam keris atau benda lainnya”.  (efoel Avicenna)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan